Wednesday, 13 November 2013

Surat Keputusan Guru Sekolah Minggu HKBP Wahidin Baru


SURAT KEPUTUSAN  GURU SEKOLAH MINGGU
No:10/ DX/R19/HI/SKGSM/WB / 02/2010

Pimpinan Jemaat Dan Majelis Jemaat HKBP Wahidin Baru
Resort Wahidin Baru
Yang berkedudukan di Medan, Jln Pukat VII Gang Gereja No 23

Menimbang                :   Pentingnya Pendidikan dan pembinaan  kepada Anak –       Anak Sekolah Minggu, untuk menjalankan Tri Tugas Panggilan  Gereja, sesuai dengan Aturan Peraturan HKBP  Pasal 5 Poin 2.3
Mengingat                  : Perlu adanya Tenaga –Tenaga Pengajar yang mendidik/ dan   Membimbing  anak -anak Sekolah Minggu  dalam mempelajari Firman Allah , Maka Pimpinan Jemaat dan Majelis HKBP Wahidin Baru
Memutuskan              :  Nama –nama tersebut di bawah ini menjadi Guru Sekolah Minggu HKBP Wahidin Baru Periode 2010-2015

1.      Nama                          :           Devi Sartika Siahaan
Tempat/Tgl lahir                  :           Medan 5 April 1990
Alamat                               :           Jln Rahayu Ujung Gg Bilal No 27 Medan

2.      Nama                          :           Nancy Yosephin Simbolon
Tempat Tgl Lahir                :           Medan 19 Juni 1987
Alamat                               :           Jln Ampera No 26 Medan

3.      Nama                          :           Jhonar Indra Sitohang
Tempat Tgl Lahir                :           Medan 8 Oktober  1986
Alamat                               :           Jln Pukat VIII, Gg Pardamean No 30 Medan

4.      Nama                          :           Buha Sandro Lumbantobing
Tempat Tgl Lahir                :           Medan 7 Mei 1985
Alamat                               :           Jln Mawar Raya No 447, Perumnas Mandala Medan

5.      Nama                          :           Natigor Siahaan
Tempat Tgl Lahir                :           Medan 4 September 1988
Alamat                               :           Jln Pukat VIII No 110 B Medan

6.      Nama                          :           Udur Dinawati Hasibuan
Tempat Tgl Lahir                :           15 Desember 1985
      Alamat                               :           Jln Mandala By Pass, Gang Sabang Medan
                                               
 Demikian Surat  Keputusan ini diperbuat dengan sebenarnya , untuk dilaksanakan
 Ditetapkan di                           :           Medan 5 Februari 2010



                                                                                  




            Pdt A. Aritonang SmTh                                              C.Pdt B. Sianturi
           





Garam dan Terang Dunia


Menjadi Garam, Terang, dan Kota Di atas Gunung

Matius 5:13
5:13. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Ayat diatas mengatakan tentang 3 peran yang harus kita lakukan dalam kehidupan para pengikut Yesus. Hal yang disampaikan langsung oleh Yesus selama keberadaannya di dunia ini.

KAMU ADALAH GARAM DUNIA, garam berfungsi untuk merubah dan bukan menghancurkan. 



Hal pertama yang bisa dipelajari adalah jika dikatakan bahwa kita adalah garam dunia, itu artinya tempat kita adalah di dunia, itu sebabnya kita juga harus hidup di dunia dan bukan mengasingkan diri.

Seperti selayaknya garam.fungsi kita ada di dunia adalah untuk merubah sesuatu menjadi baik dan bukan menghancurkan. Sama seperti Yesus yang datang ke dunia untuk menebus dan bukan menghakimi.

Seburuk apa pun keadaan dunia atau keadaan lingkungan sekitar kita, tugas kita adalah untuk merubahnya dan bukan menghancurkan, menghakimi atau mengutuknya.

Menjadi garam berarti menjadi orang yang merubah dunia dan bukan menghancurkannya, para pengikut Kristus adalah orang-orang yang merubah dunia, berikut ini adalah contoh-contoh tokoh-tokoh Alkitab dan para pengikut Kristus yang merubah sejarah dunia.

Daud

Dia merubah gitit (kecapi) dari alat musik penyembahan dewa Filistin menjadi alat musik untuk menyembah Tuhan. Ketika menemukan gitit, Daud tidak menghancurkannya, melainkan merubahnya untuk menjadi alat menyembah Tuhan. Gitit terus bertransformasi dan salah satu hasil transformasinya saat ini adalah gitar, yang saat ini sering kita pakai sebagai alat musik untuk menyembah Tuhan. 

Daud merubah keburukan dunia, menjadi kemuliaan Allah dan bukan menghancurkannya. (Maz 8)

Musa: membangun kemah seperti kemah penyembahan berhala bangsa padang gurun, menjadi Kemah Suci untuk menyembah Tuhan.

Esther “Ishtar”, miss kecantikan dan penghuni “harem” raja (tempat tinggal para selir raja),namun melalui kedudukannya tersebut dia berhasil menyelamatkan bangsa Israel.

Yesus,
Orang Farisi menyebutnya bekerja dengan kuasa ‘Belzebul’ (duniawi) bahkan dalam Alkitab perlu 16 pasal untuk Petrus muridnya sendiri menyadari bahwa Yesus adalah anak Allah. karena semasa hidupnya Yesus sering disebut sebagai orang yang sering berkumpul dengan pelacur dan pemungut cukai.

Untuk berkumpul dengan orang-orang tersebut tentu tidak bisa dilakukan di dalam bait Allah, Yesus harus pergi ke tempat-tempat dimana mereka biasa berkumpul, Yesus tidak menghukum dan menghancurkan orang-orang dan tempat-tempat tersebut, Dia datang untuk mengubahnya dan menyelamatkannya.

Martin Luther
Dia pernah berkata, “Mengapa iblis yang harus mempunyai musik bagus ?”
Bapak reformasi gereja ini mengkritisi tentang kebiasaan gereja di abad ke 9 yang memegang prinsip Asketisme. Pada saat itu semua musik di gereja dirubah menjadi musik-musik bernada minor, musik-musik bernada sedih, dan tanpa semangat.
Sementara musik-musik di dunia luar terus berkembang dan merupakan musik-musik yang menyenangkan dan membangkitkan semangat orang-orang yang mendengarnya, sehingga dia bertanya, “Mengapa iblis yang harus mempunyai musik bagus ?”

Martin Luther mengubah atmosfer gereja, dia kembali memasukan musik-musik populer saat itu menjadi musik gereja, membawa kebahagiaan dan keceriaan kembali ke gereja.

John Newton: merubah lagu-lagu di pub yang biasa dinyanyikan orang mabuk di pub menjadi lagu Amazing Grace yang kita kenal saat ini, tujuan dia supaya orang-orang yang sering ke pub dan mabuk bisa mengingat lagu tersebut dan memuji nama Tuhan.

KAMU ADALAH TERANG DUNIA, terang berfungsi untuk menghidupkan dan mengarahkan.
Menjadi terang dunia seharusnya menjadi orang-orang yang membangunkan orang lain dari keterpurukan hidupnya, menjadi orang yang mendatangkan kehidupan. Satu-satunya cara untuk merubah lingkungan yang gelap adalah dengan menjadi terang.

Pada tahun 1997 ketika ECC mulai berkantor di daerah Pungkur, Bandung. Lingkungan tersebut merupakan lingkungan yang gelap dan angker bahkan pada malam hari dipenuhi dengan penjahat dan pelacur. Ketika pindah ke wilayah tersebut, hal pertama yang dilakukan adalah dengan memasang lampu di tempat-tempat yang angker tersebut.

Terang tersebut akhirnya merubah lingkungan tersebut, keberadaan ECC membuat lingkungan tersebut menjadi hidup seperti sekarang.

KOTA DI ATAS BUKIT,
Beberapa tahun terakhir dilakukan studi lanjutan mengenai kota di atas gunung yang tertulis pada ayat di atas, semula para ahli teologi memperkirakan kota yang disebut Yesus tersebut adalah kota Yerusalem, namun penemuan-penemuan pada abad ini mengungkapkan bahwa kota yang dimaksud Yesus di sini adalah kota Sepphoris, kota ini terletak 6 KM dari kota Nazaret dan terlihat dari danau Galileia tempat dimana Yesus menyampaikan ajarannya ini.

Kota Sepphoris ini baru kembali ditemukan pada tahun 1931, kota ini dibangun oleh Raja Herodes, yang dipakai untuk tempat tinggal para politikus, pengusaha-pengusaha kaya, artis, dan orang-orang penting lainnya. Pada jaman sekarang kota ini sejajar dengan Beverley Hills atau Hollywood di Amerika Serikat.

Kota ini memiliki fasilitas yang tidak dimiliki oleh kota-kota lainnya pada masa itu, kota ini memiliki sarana pemandian umum, gedung theater dengan 3.000 tempat duduk, dan berbagai bangunan-bangunan indah lainnya, bahkan di kota ini ditemukan mosaic yang seindah lukisan Monalisa di lantai salah satu bangunannya yang sudah berumur 2.000 tahun, sekarang karya seni yang sangat indah itu dikenal dengan nama Monalisa of Sepphoris.

Salah satu yang tinggal di kota ini adalah Joachim dan Anna, yang adalah orang tua dari Maria, ibu Yesus, yang berarti kakek dan nenek dari Yesus. Alkitab mengatakan bahwa Yesus lahir di kandang domba bukan karena mereka miskin dan tidak memiliki uang, tetapi karena memang tidak ada lagi penginapan yang tersisa untuk menampung mereka.

Sejarah mengungkapkan bahwa Yesus berasal dari keluarga kaya, bahkan kakek dan neneknya tinggal di Sepphoris. Kota yang ditinggali oleh orang-orang kaya dan dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang begitu indah.

Pekerjaan Yesus selama ini kita ketahui sebagai carpenter (tukang kayu), namun setelah diteliti lebih lanjut sebenarnya pekerjaan Yesus dan ayahnya Yusuf adalah “Teknon” (kontraktor) di Sepphoris.
Artinya Yesus dan ayahnya adalah salah satu orang yang membangun kota Sepphoris yang megah. Kota dimana hidup orang-orang sukses dan yang menguasai perekonomian, kota di atas bukit.

Maksud Yesus menunjuk Sepphoris, kota di atas bukit adalah supaya kita menjadi contoh kesuksesan. Kita diminta untuk menjadi contoh kesuksesan dan keberhasilan bagi dunia. Yesus adalah orang yang luar biasa dalam pekerjaannya. itu sebabnya murid-murid dan pengikutnya pun juga orang-orang yang luar biasa pada jaman itu. 

Berikut ini adalah profesi beberapa pengikut Yesus yang ada di Alkitab, mereka semua adalah orang-orang penting dan sukses dalam lingkungannya.
  • Simon Petrus dan Andreas, nelayan yang berhasil (Mar 1:16)
  • Yakobus dan Yohanes, pemilik usaha catering (Mar 1:20)
  • Matius, akuntan perpajakan (Mat 9:9)
  • Lukas, dokter (Kol 4:14)
  • Yohanes Markus,konglomerat bisnis property (Kis 12:12-17)
  • Kornelius, jendral pasukan Romawi (Kis 10:1-2)
  • Dorkas, designer pakaian (Kis :36-42)
  • Lydia, grosir kain mewah  (KIs 16:14-15)
  • Akwila dan Priskila, pembuat tenda/perhotelan (Kis 18:1-3)
  • Sida-sida Ethiopia, menteri keuangan (Kis 8:27)
  • Gayus, konglomerat Roma (Rom 16:33)
  • Erastus, bendahara kota (Roma 16:23)
  • Teofilus, pengacara dan anggota DPR (Luk 1:1-4)
  • Stefanus, pengusaha kaya (1 Kor 16:15-18)
Yesus juga memanggil kita untuk menjadi orang yang luar biasa, untuk menjadi garam, terang dan kota di atas bukit. Lalu apakah yang harus kita lakukan supaya kita bisa menggenapi panggilan Tuhan tersebut dalam kehidupan kita.

Ulangan 4:5-7
5  Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
6  Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
7  Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?

Seharusnya semua pengikut Yesus menjadi seperti ini sehingga ketika orang dunia melihat kita, dunia berkata, “Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. “  

Bahkan kata besar dalam ayat tersebut, dalam bahasa aslinya adalah gaw-dole yang artinya Great, exceeding, high, loud, mighty, noble, proud thing. Tidak ada yang salah untuk menjadi orang yang luar biasa dalam kehidupan di dunia, menjadi orang yang melebihi orang-orang lainnya, tidak salah memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat, selama semua itu mengarah pada kemuliaan Tuhan.

Syarat untuk menjadi bangsa yang besar adalah kita harus melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita, kita juga harus terus menabur, bekerja keras, dan juga berdoa untuk melindungi hidup kita dari  iblis yang selalu berusaha menghancurkan kehidupan kita.

Seharusnya bangsa-bangsa di dunia, cemburu kepada gerejaNya, karena orang-orang percaya hidupnya luar biasa, dan menjadi orang-orang kelas satu di dunia.

Jika anda ingin menjadi garam, terang dan kota di atas bukit, ubahlah pola pikir anda yang salah dan hiduplah berdasarkan Firman Tuhan.

Peranana Perempuan Dalam Gereja


APA PERANAN PEREMPUAN DALAM PELAYANAN GEREJA?


Apa ajaran Alkitab tentang peranan perempuan dalam pelayanan gereja? Ketika membaca tulisan ini, pembaca sudah barang tentu memiliki pandangan dan pengertian sendiri yang mungkin didapatkan melalui pembelajaran sendiri atau kerena melihat di gereja sendiri bagaimana perempuan melayani di gereja. Pandangan pembaca besar kemungkinan terbentuk berdasarkan pengamatan yang dilakukan gereja-gereja di sekitarnya. Dalam hal ini penulis tidak bermaksud meremehkan pandangan setiap pembaca, tetapi ingin memaparkan secara jelas apa yang diajarkan dan dicatat dalam Alkitab. Karena bagaimana pun juga, setiap orang yang mencintai Yesus dan Alkitab harus menjadikan Alkitab itu menjadi patokan dan fondasi setiap ajaran yang diterapkan dalam gereja. Penulis juga tidak menawarkan pandangan suatu denominasi gereja tertentu di sini tetapi semata-mata menganalisa dan menafsirkan ayat-ayat firman Allah yang berhubungan dengan peranan perempuan dalam gereja. Jika suatu pandangan tidak mimiliki dasar firman Allah maka pandangan itu keliru, dan tidak sepantasnya dipercayai. Untuk itulah penulis mengangkat topik ini agar pembaca lebih berpihak pada firman Allah yang adalah pedoman satu-satunya dalam hidup dan iman Kristen.
Penulis merasa terdorong mengungkapkan apa yang dimengerti dari firman Allah tentang peranan perempuan dalam gereja. Hal ini didasari atas pengamatan di berbagai gereja yang hampir semua denominasi saat ini menerima perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan dalam jabatan kepemimpinan gereja. Itulah sebabnya banyak denominasi telah menerima perempuan sebagai pendeta, pengajar dan gembala sidang dan disetarakan dengan laki-laki. Kebanyakan orang Kristen telah menerima fakta ini dan menjadi bagian sejarah kekristenan di berbagai Negara. Namun demikian, ini tidak berarti sebagai fakta kebenaran firman Allah. Tindakan manusia tidak membenarkan suatu ajaran. Untuk itulah pembelajaran firman Allah dibutuhkan.
Yang menjadi pertanyaan, adakah pernyataan eksplisit firman Allah yang memberikan peluang perempuan menjabat sebagai pemimpin, pengajar, pendeta atau gembala sidang dalam sebuah gereja? Atau adakah pernyataan eksplisit Firman Allah yang membatasi wewenang seorang perempuan dalam kepemimpinan gereja? Apa yang dikatakan firman Allah tentang peranan perempuan dalam gereja? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ditutut pembelajaran firman Allah dengan serius dan teliti.
AJARAN ALKITAB TENTANG PERANAN PEREMPUAN DALAM GEREJA
Secara umum gereja-gereja Liberal menerima keberadaan perempuan sebagai pemimpin dan menempatkannya sejajar dengan laki-laki. Tidak bisa disangkal dunia ini memang menuntut kesetaraan laki-laki dan perempuan karena itu merupakan konsekwensi implimentasi demokrasi. Namun sehebat apapun demokrasi di suatu Negara, demokrasi tidak bisa mengubah dan menghancurkan apa yang diajarkan Alkitab.
Mungkin pembaca berargumentasi, bukankah laki-laki dan perempuan sama di hadapan Tuhan? Tidak ada sanggahan dengan pernyataan ini karena pertanyaan itu tidak spesifik. Oleh karena itu, jawaban pertanyaan ini adalah ya dan pasti, karena Allah memang memandang laki-laki dan perempuan sama. Namun sebelum melihat topik ini lebih lanjut, ada baiknya memperhatikan daftar di bawah ini yang menjelaskan beberapa persamaan laki-laki dan perempuan di hadapan Allah.
(1)   Laki-laki dan perempuan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah
“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kejadian 1:27).
“Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” (Matius 19:4)
“Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan” (Markus 10:6).
(2)   Allah memberkati laki-laki dan perempuan
“Laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan” (Kejadian 5:2)
(3)   Perempuan juga dipanggil sebagai nabi
“Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari” (Keluaran 15:20)
“Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel” (Hakim-hakim 4:4)
“Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya” (2 Raja-raja 22:14)
“Maka pergilah Hilkia dengan orang-orang yang disuruh raja kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tokhat bin Hasra, penunggu pakaian-pakaian; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka berbicara kepadanya sebagaimana yang diperintahkan” (2 Tawarikh 34:22)
“Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku” (Nehemia 6:14)
“Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya” (Lukas 2:36)
(4)   Perempuan juga bernubuat dan dipenuhi Roh Kudus
“Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat” (Kisah 2:18).
“Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya” (1 Korintus 12:8-11).
(5)   Laki-laki dan perempuan memberikan persembahan kepada Tuhan
“Maka datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang terdorong hatinya, dengan membawa anting-anting hidung, anting-anting telinga, cincin meterai dan kerongsang, segala macam barang emas; demikian juga setiap orang yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas bagi TUHAN” (Keluaran 35:22)
“Semua laki-laki dan perempuan, yang terdorong hatinya akan membawa sesuatu untuk segala pekerjaan yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa untuk dilakukan–mereka itu, yakni orang Israel, membawanya sebagai pemberian sukarela bagi TUHAN” (Keluaran 35:29).
(6)   Perempuan menyanyi di hadapan Allah
“Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing” (1Samuel 18:6).
“Yeremia membuat suatu syair ratapan mengenai Yosia. Dan sampai sekarang ini semua penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan menyanyikan syair-syair ratapan mengenai Yosia, dan mereka jadikan itu suatu kebiasaan di Israel. Semuanya itu tertulis dalam Syair-syair Ratapan (2Tawarikh 35:25).
“selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan” (Ezra 2:65).
“Selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus empat puluh lima penyanyi laki-laki dan perempuan” (Nehemia 7:76).
“Pada hari itu mereka mempersembahkan korban yang besar. Mereka bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar. Juga segala perempuan dan anak-anak bersukaria, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh” (Nehemia 12:43).
(7)   Laki-laki dan perempuan bisa mengerti hukum taurat
“Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti” (Nehemiah 8:2)
(8)   Perempuan melakukan perbuatan baik
“Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua” (Amsal 31:29)
(9)   Perempuan juga memiliki iman hebat
“Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (Matius 15:28).
(10)  Perempuan sebagai penyembah hebat
“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku” (Matius 26:10)
“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus” (Markus 14:3)
(11)  Perempuan sebagai pengajar bagi anaknya prempuan dan laki-laki
“Maka dengarlah firman TUHAN, hai perempuan-perempuan, biarlah telingamu menerima firman dari mulut-Nya; ajarkanlah ratapan kepada anak-anakmu perempuan, dan oleh setiap perempuan nyanyian ratapan kepada temannya” (Yeremia 9:20).
“Dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya” (Titus 2:4).
“Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik” (Titus 2:3).
(12) Laki-laki dan perempuan dipenuhi Roh Kudus
“Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu” (Yoel 2:29).
(13) Perempuan sebagai pendukung pelayanan semasa pelayanan Kristus
“Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia” (Matius 27:55)
“Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus” (Markus 15:41)
“Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka” (Lukas 8:3)
(14) Perempuan, orang pertama yang melihat Kristus yang bangkit
“Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus” (Matius 28:8)
“Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?” (Lukas 24:5)
(15) Perempuan dan laki-laki berdoa bersama-sama
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus” (Kisah 1:14)
(16) Laki-laki dan perempuan sama-sama dibaptis dengan air
“Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan” (Kisah 8:12)
(17) Laki-laki dan perempuan menjadi pelayan Paulus
“Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka” (Kisah 17:34)
(18) Para perempuan yang percaya sangat menonjol dalam gereja
“Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka” (Kisah 17:4)
(19) Para perempuan bekerja keras untuk Tuhan
“Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan” (Roma 16:12).
(20) Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki keselamatan dalam Kristus
“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Galatia 3:28).
Ayat-ayat di atas memberikan penjelasan aspek-aspek kesetaraan laki-laki dan perempuan seperti dalam keselamatan, berkat, kepenuhan Roh Kudus dan pelayanan. Masih banyak lagi yang bisa digali dari Alkitab tentang kesetaraan ini. Namun meskipun kelihatan begitu banyak persamaan laki-laki dan perempuan di hadapan Allah yang bisa dipaparkan, satu hal yang pasti bahwa Allah membuat perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal kepemimpinan. Allah telah menetapkan laki-laki menjadi pemimpin bagi perempuan baik pada masa penciptaan Adam dan Hawa (Kejadian 2:18), keluarga Kristen (Efesus 5:23) dan gereja (1 Timotius 2:8-15).
Seperti diketahui, Tuhan mendirikan dua lembaga penting bagi umat percaya. Pertama, lembaga keluarga Kristen dan kedua, lembaga gereja. Kedua lembaga ini akan menjadi fokus diskusi dalam artikel ini karena Tuhan memberikan petunjuk khusus tentang kepemimpinan dalam keluarga Kristen dan gereja.
PEREMPUAN DALAM PELAYANAN YESUS
Jika melihat pelayanan Yesus semasa hidupNya, perempuan memiliki peran penting selama masa pelayananNya di bumi ini. Sahabat dan pengikut setia Yesus banyak yang perempuan seperti dicatat dalam Matius 27:55-56; Lukas 23:49, 55. Tidak diragukan juga bahwa para perempuanlah orang-orang yang terakhir meninggalkan salib Yesus dan juga yang pertama melihat Yesus yang bangkit (Lukas 23:55; 24:1-12). Di samping itu, semasa hidupNya perempuan selalu mengikuti Yesus dalam setiap perjalanan pelayananNya dan selalu membantu Yesus dan murid-muridNya (Lukas 8:1-3). Jelas terlihat bahwa Yesus tidak melarang perempuan melakukan pelayanan bahkan Yesus juga menginginkan perempuan mendengarkan pengajaranNya dan melupakan semua kesibukan rutinitas perempuan demi pendengaran firman Allah (ref. Lukas 10:38-42). Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam pendengaran firman Allah.
Namun demikian, jika memperhatikan pelayanan perempuan semasa Yesus, sangat jelas tak satu pun ayat firman Allah atau kejadian yang mengindikasikan perempuan melakukan pelayanan dalam hal mengajar dan berkhotbah ketika mereka berkumpul bersama-sama Yesus dan murid-muridNya. Perempuan selalu ada di sekitar mereka tetapi tidak melakukan pelayanan khotbah dan pengajaran.
Di samping fakta di atas, Yesus juga tidak memilih perempuan menjadi bagian dari kedua belas rasul-Nya. Yesus hanya memilih laki-laki untuk menjabat sebagai rasul-rasul. Mungkin ada yang berpendapat, seandainya Yesus memilih jumlah murid-muridNya lebih dari 12 orang misalnya 20 orang atau 40 orang, Yesus pasti mengikutkan perempuan sebagai rasul atau pemimpin. Kedengarannya sangat logika tetapi ini hanya pengandaian. Fakta sesungguhnya, Yesus tidak memilih perempuan bahkan ketika ada kesempatan untuk mengikutkan perempuan pun Yesus tidak melakukan hal itu. Hal ini terbukti ketika Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk melakukan misi khusus yaitu untuk mengajar, berkhotbah atau menyembuhkan. Jika memperhatikan Lukas 10:1-12, disana Yesus mengutus 70 murid berdua-duaan dalam misi penginjilan. Jumlah ini tentu bukan hanya terdiri dari kedua belas murid Yesus tetapi juga melibatkan orang lain. Namun perempuan tetap tidak dipilih Yesus sebagai bagian dari misi penting ini.
Sepanjang pengetahuan dan pengamatan dalam Alkitab, Yesus juga tidak mengikutkan perempuan dalam perjamuan malam dalam Matius 26:20 (namun tidak berarti perempuan tidak bisa ikut dalam Perjamuan Kudus, karena aspek ini masih bisa dijelaskan dari penjelasan teologia lainnya dan juga kegiatan yang dilakukan gereja mula-mula dalam Kisah 2:41-47). Bahkan ketika Yesus memberikan Amanat Agung yang dicatat dalam Matius 28:16-20 sangat jelas tidak dihadiri perempuan tetapi hanya diterima laki-laki atau rasul-rasulNya. Coba perhatikan ayat-ayat berikut:
16Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:16-20).
Kenapa Yesus tidak mengikutkan perempuan ketika Amanat Agung diberikan? Alasannya adalah karena isi dari amanat agung itu sendiri menuntut suatu tugas penginjilan/pengajaran (“jadikan semua bangsa murid-Ku”), pembaptisan (“baptislah mereka”) dan pengajaran/khotbah (“ajarlah mereka”) yang sebenarnya hanya dilakukan laki-laki. Singkatnya, para perempuan melayani Yesus dan melayani bersama Yesus tetapi mereka melayani tidak pada kapasitas sebagai pemimpin, pengajar dan pengkhotbah. Yesus sangat menghargai pelayanan dan perhatian perempuan semasa pelayananNya dan sepatutnya demikian jugalah di masa gereja sekarang ini.
PEREMPUAN DALAM PELAYANAN GEREJA
Ajaran Rasul Paulus tentang peranan perempuan dalam pelayanan gereja merupakan kelanjutan dari ajaran Yesus. Seperti diketahui para penulis Alkitab tidak menuliskan kitab mereka sesuka hati tetapi dengan pertolongan dan dorongan Roh Kudus mereka dituntun Allah sehingga tulisan mereka tidak mengandung kesalahan dan kekeliruan meskipun tulisan itu membicarakan kehidupan dan pelayanan mereka dan kitab mereka merupakan bagian dari firman Allah yang diilhamkan Allah (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21). Tulisan para Nabi dan Rasul adalah firman Allah yang dimiliki gereja sekarang dan merupakan pedoman satu-satunya dalam hidup, iman dan pelayanan gereja.
Dalam Perjanjian Baru, Paulus telah memberikan petunjuk pelayanan yang harus diimplimentasikan dalam pelayanan gereja. Peranan perempuan dalam gereja secara khusus tidak luput dari perhatian Paulus dan telah memberikan regulasi yang mengatur pelayanan mereka. Meski demikian Paulus tidak pernah merendahkan pelayanan perempuan. Ia justru sangat menghargai pelayanan perempuan dalam gereja dan pelayanannya (Roma 16), namun Paulus menempatkan mereka sesuai dengan ketentuan dan kapasitas mereka sebagaimana diatur dalam firman Allah. Paulus tidak pernah mengusir dan melarang perempuan turut dalam pelayanan gereja tetapi harus mengikuti kaidah dan ketentuan yang berlaku dan perempuan pun harus mengerti hak dan kewajiban mereka dalam pelayanan.
Setiap orang percaya memiliki kewajiban untuk melayani Yesus di gereja dimana Tuhan tempat dia sebagai jemaat. Baik laki-laki dan perempuan harus melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan kepada masing-masing. Talenta yang Tuhan berikan kepada setiap orang percaya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Di bawah ini ada dua bagian firman Allah yang menjadi pertimbangan dan pembelajaran penting tentang peranan perempuan dalam pelayanan gereja.
PERANAN PEREMPUAN DALAM 1 TIMOTIUS 2:8-15
Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya mengutip ayat-ayat ini:
“8Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan. 9Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, 10tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah. 11Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. 12Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. 13Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 14Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa” (1 Timotius 2:8-15).
Pada umumnya gereja-gereja dan para teolog beranggapan bahwa ayat-ayat di atas tidak relevan lagi bagi gereja sekarang ini dan menganggap ayat-ayat itu diberikan khusus bagi jemaat Efesus yang digembalakan Timotius masa itu. Mereka mengganggap tradisi Efesus masa itu tidak memperbolehkan perempuan berbicara dalam perkumpulan dimana laki-laki turut hadir. Karena anggapan alasan tradisi dan kebiasaan inilah maka banyak gereja menerima kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam kepemimpinan gereja. Inilah pemikiran dan tafsiran yang diadopsi banyak gereja yang menerima perempuan ditahbiskan menjadi pendeta dan gembala sidang.
Ada juga gereja tertentu yang beralasan menerima perempuan menjadi pemimpin dan mentahbiskannya menjadi pendeta dan gembala sidang dengan alasan bahwa semua orang, laki-laki dan perempuan sama di hadapan Tuhan. Namun pernyataan ini merupakan argumentasi lemah dan tidak didasari fondasi kuat. Seperti dijelaskan sebelumnya ada begitu banyak ayat-ayat firman Allah yang menjelaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan di hadapan Tuhan. Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam keselamatan. Tetapi yang menjadi pertimbangan adakah ajaran firman Allah yang menganjurkan perempuan menjadi pemimpin dalam gereja? Adakah ajaran firman Allah yang menjelaskan perempuan sebagai pemimpin bagi laki-laki?
Untuk menanggapi kedua alasan di atas, mari mencermati teks firman Allah dan mencoba mengerti sesuai dengan konteks perikopenya. Jika memperhatikan ayat-ayat di atas, Paulus tidak menyinggung atau memberikan indikasi suatu tradisi daerah Yunani (Efesus termasuk wilayah Yunani). Perhatikan kalimat yang disampaikan Paulus,
“Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri” (ay 12).
Tidak jarang orang Kristen dan teolog mengkritisi ayat ini khususnya karena kata “Aku” yang dipakai Paulus. Karena pemakaian kata ini, banyak orang beranggapan bahwa ayat ini semata-mata hanya keinginan dan pendapat Paulus dan bukan keinginan dan kehendak Tuhan. Mereka ingin mengelompokkan dan membedakan mana keinginan Paulus dan mana keinginan Allah, mana perkataan Paulus dan mana perkataan Allah. Jika sampai pada pokok bahasan seperti ini, akan banyak implikasinya, karena argumentasi sedemikian seakan memberitahukan bahwa apa yang dikatakan Paulus di sini tidak termasuk firman Allah tetapi perkataan pribadi. Jika ada orang yang beranggapan sedemikian, maka ia akan menghadapi masalah besar dalam pembelajaran firman Allah karena ia tidak mempercayai keseluruhan Alkitab itu sebagai firman Allah yang diilhamkan Allah tetapi hanya mengandung firman Allah. Ia beranggapan setiap hal yang berhubungan dengan pribadi penulis tidak termasuk bagian firman Allah. Jika sedemikian, bukankah masalah ini semakin rumit dan berbahaya hanya karena ingin membenarkan pendapatnya tentang peranan perempuan dalam gereja? Orang yang berpendapat sedemikian pasti mempercayai bahwa tidak semua yang ada dalam Alkitab itu firman Allah dan inilah pendapat para liberalisme, modernisme, dan neo-evangelical (injili baru). Tetapi sebaliknya, apa pun yang dicatat dalam Alkitab keseluruhannya adalah firman Allah dan kita tidak bisa meragukan satu titik pun dari firman Allah tersebut atau menyebutkan ada kesalahan dalam Alkitab.
Cobalah perhatikan keseriusan Paulus dalam menyampaikan ajaran ini. Jika ayat-ayat ini dilihat dalam konteksnya, sebenarnya 1 Timotius 2:1-7 membahas tentang “Doa jemaat” dan tentu berhubungan dengan ibadah atau kebaktian. Jadi ketika ingin mengartikan maksud 1 Timotius 2:8-15, kita tidak bisa terlepas dari apa yang disampaikan Paulus pada ayat 1-7. [Perlu diketahui bahwa nomor ayat-ayat Alkitab yang ada saat ini merupakan tambahan yang disisipkan agar lebih mudah dimengerti pembagian kalimat-kalimatnya. Namun pada awalnya ketika penulis Alkitab menulis surat-suratnya, ia tidak memakai ayat-ayat tetapi kalimat yang bersambung seperti sebuah surat]. Jadi jika ingin mengerti suatu bagian firman Allah, jangan mengabaikan konteks (pokok pembahasan) ayat-ayat sebelum dan sesudahnya karena kesemuanya saling berkaitan. Dengan menerapkan pengertian ini, maka bisa dimengerti bahwa 1 Timotius 2:8-15 harus dimengerti dalam konteks ibadah sebagai lanjutan dari 1 Timotius 2:1-7. Dengan demikian, sangat jelas bahwa Paulus tidak membicarakan suatu tradisi atau kebiasaan suatu daerah (Efesus) tetapi berhubungan dengan ibadah, doa dan kebaktian jemaat. Paulus dengan tegas mengatakan bahwa perempuan tidak memiliki tempat dalam pengajaran dan kepemimpinan suatu ibadah jemaat.
Pada ayat di atas, terdapat dua larangan yang disampaikan Paulus. Pertama, perempuan tidak diizinkan mengajar laki-laki dan kedua, tidak diizinkan memimpin laki-laki. Kedua fakta ini sebenarnya bukan suatu ajaran baru dalam Alkitab. Ini jugalah fakta dalam komunitas umat Israel Perjanjian Lama di mana laki-laki memiliki peranan penting baik dalam keluarga dan komunitas umat Israel. Laki-laki adalah pengajar dan pemimpin bagi kaum wanita dan keluarga. Kedua aspek ini jugalah yang ditekankan Paulus kepada Timotius yang menggembalakan jemaat Efesus saat itu. Oleh karena itu, larangan bagi perempuan untuk mengajar dan memimpin laki-laki bukanlah alasan tradisi atau kebiasaan setempat.
Alasan kedua adalah bahwa ayat-ayat di atas tidak ada kaitannya dengan tradisi daerah setempat karena apa yang Paulus katakan dalam ayat 13, “Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.” Paulus mengatakan perempuan tidak bisa mengajar dan memimpin laki-laki karena Adam yang terlebih dahulu diciptakan, yang berarti Adam yang menjadi pemimpin bagi Hawa. Dalam Kejadian 2:18, Allah memberitahukan bahwa Hawa merupakan penolong bagi Adam dan bukan sebaliknya. Perhatian ayat ini, “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Dalam hal ini, Paulus menyangkal segala alasan tradisi. Dia tidak menyinggung suatu tradisi tetapi justru memberikan alasan dari kehidupan manusia pertama yang hidup sebelum adanya tradisi. Yang paling penting lagi bahwa isu yang dikaitkan Paulus di sini berhubungan dengan kegagalan Adam dan Hawa di taman Eden. Perhatikan juga kata “karena” dalam ayat 13 tersebut dan ini tentu memberitahukan suatu alasan kenapa Paulus melarang perempuan mengajar dan memerintah laki-laki.
Alasan ketiga larangan perempuan menjadi pengajar dan pemimpin dalam gereja karena perempuan memiliki kelemahan.
“Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa” (ay 14).
Kata “lagipula” tentu menghubungkan ayat 14 ini dengan ayat 13 sebagai alasan Paulus membatasi pelayanan perempuan dalam hal pengajaran dan kepemimpinan. Paulus dengan jelas memberitahukan bahwa kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa tidak terlepas dari kelemahan Hawa yang gampang tergoda. Paulus di sini bukan mempersalahkan apa yang terjadi di masa itu sepenuhnya merupakan tanggungjawab Hawa sebagai orang yang terlebih dahulu tergoda dan melanggar perintah Allah. Sebagai fakta, pada saat Allah menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden, Allah telah menetapkan Adam sebagai pemimpin bagi Hawa. Itulah sebabnya jika memperhatikan catatan kejadian kejatuhan manusia ke dalam dosa, sangat jelas bahwa ketika Hawa tergoda dan memakan buah yang dilarang itu, tidak ada yang terjadi pada Hawa dan Adam, semuanya masih sama seperti sebelum memakan buah itu. Tetapi perubahan terjadi ketika Hawa memberikan buah itu kepada Adam dan memakannya, mereka baru mengetahui mereka telah melanggar perintah Allah. Hal ini terjadi karena Allah menetapkan Adam sebagai pemimpin dan kegagalan Adamlah yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Itulah sebabnya dalam pembahasan teologia, kegagalan Adam di taman Eden membuat semua orang terjerumus ke dalam dosa (Roma 5:12-21) tetapi dengan ketaatan Adam yang kedua yaitu Yesus Kristus semua orang (yang percaya) memperoleh hidup yang kekal.
Namun banyak orang terutama kaum perempuan tidak setuju dengan tulisan Paulus karena menggganggap Paulus telah menempatkan mereka sebagai kaum lemah dan mudah tergoda. Justru sebaliknya, kaum perempuan beranggapan bahwa kaum laki-lakilah yang paling mudah tergoda untuk berbuat dosa. Tetapi ini semua merupakan penjelasan manusia yang merasa kuat dan menuntut kesetaraan laki-laki dan perempuan. Namun jika tulisan Paulus ini diterima sebagai firman Allah, umat percaya tidak bisa berargumentasi dan hanya menerimanya sebagai kebenaran karena Paulus tidak sesukanya menuliskan perkataan itu. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa apa yang ditulis Paulus merupakan kebenaran yang disampaikan Allah kepadanya. Jadi bukan semata-mata keinginan Paulus untuk mengatakan perempuan itu mudah tergoda dan lemah. Jika di mata Tuhan perempuan itu memang kuat dan patut jadi pemimpin laki-laki, kenapa Allah tidak memberikan peluang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin dalam keluarga Kristen yang terdiri dari suami, istri dan anak-anaknya, tetapi Tuhan menetapkan laki-lakilah yang menjadi kepala rumah tangga dan kepala bagi isteri dan bukan sebaliknya. Poin ini membawa kita ke alasan yang keempat.
Alasan keempat yang juga penting bahwa Alkitab menjelaskan suami adalah kepala dalam rumah tangga dan Isteri. Perhatikan ayat ini,
“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat” (Efesus 5:22-23).
Hampir semua lapisan masyarakat dunia mengakui laki-laki sebagai kepala rumah tangga dan isteri. Laki-laki atau suami memiliki tanggungjawab untuk memimpin anak-anak dan isterinya. Kita harus mengakui fakta ini bukan hanya karena tradisi tetapi karena Alkitab mengajarkannya.
Di samping itu, ayat 22 itu juga memberitahukan suatu hirarki dalam keluarga Kristen. Perempuan diperintahkan untuk tunduk kepada suaminya seperti kepada Tuhan dan ini memberikan indikasi kepemimpinan laki-laki yang mana si isteri harus mendengar dan tunduk pada keputusan dan ketetapan suaminya. Sementara dalam hubungan suami dan isteri, suami tidak diperintahkan untuk tunduk kepada isterinya tetapi mengasihi isterinya.
Jika memperhatikan Kejadian 3:16, di sana ada pernyataan Allah kepada Hawa ketika Allah memberikan hukuman setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Perhatikan ayat ini, “Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu” (Kejadian 3:16). Bagian terakhir ayat ini memberitahukan bahwa Hawa akan berahi kepada suaminya dan suaminya akan berkuasa atasnya. Banyak orang menafsirkan kalimat ini sebagai hubungan seksual suami isteri tetapi jika dicermati dengan baik, arti sesungguhnya bukan berbicara tentang hal itu karena kalimat sebelumnya telah mengindikasikan adanya suatu hubungan suami isteri (melahirkan anakmu) dan memang sudah sewajar ada hubungan suami isteri. Tetapi jika memperhatikan kalimat ini, “ia (suami) akan berkuasa atasmu” jelas menunjuk pada suatu kepemimpinan dimana suami memiliki kuasa terhadap isteri. Dan jika arti ini dihubungan dengan kalimat, “engkau (Hawa) akan berahi kepada suamimu” akan berarti bahwa isteri memiliki keinginan untuk menguasai dan memimpin suaminya. Inilah yang menjadi pergumulan para isteri di sepanjang masa dan tidak jarang terjadi perselisihan, pertikaian dalam keluarga karena si isteri mencoba mengatur dan memimpin suaminya. Itulah sebabnya Paulus mengatakan, “hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.”
Namun firman Allah tidak berhenti sampai di situ, Paulus juga menjelaskan bahwa kepala dari Laki-laki adalah Kristus dan kepala dari Kristus adalah Allah Bapa. Perhatikan ayat ini,
“Tetapi Aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan kepala dari Kristus ialah Allah” (1 Korintus 11:3).
Apa yang terlihat di sini adalah suatu hirarki kepemimpinan dimana Tuhan menciptakan laki-laki sebagai pemimpin. Kegagalan Adam di taman Eden merupakan kegagalannya sebagai pemimpin, karena menuruti perkataan isterinya. Apa yang ditawarkan Hawa langsung diterimanya yang akhirnya membuatnya terjerumus ke dalam dosa. Tidak ditemukan dalam Alkitab satu kalimat pun yang mengajarkan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin rohani bagi suaminya. Oleh karena itu akan menjadi suatu yang bertentangan dengan ajaran firman Allah jika dikatakan perempuan bisa menjadi pemimpin rohani dalam gereja dan menjadi seorang pendeta yang memimpin laki-laki dalam gereja.
Bagaimana mungkin seorang isteri (sebagai pendeta) harus tunduk kepada suaminya ketima berada di rumahnya, namun ketika beribadah di gereja, Isteri yang menjadi pemimpin bagi suaminya dan suami para isteri-isteri dalam gereja dan harus tunduk pada perintah isteriny? Ingatlah Efesus 5:23, “kepala gereja adalah Kristus” maka logikanya yang memimpin gereja itu laki-laki karena gereja terdiri dari keluarga-keluarga dimana ada suami-suami dan isteri-isteri. Jika mengakui suami sebagai kepala Isteri namun juga mengakui perempuan menjadi pemimpin gereja (gembala sidang yang memimpin keluarga-keluarga Kristen), bukankah itu berarti telah menempatkan institusi rumah tangga di atas institusi gereja? Tetapi fakta sesungguhnya gereja merupakan institusi tertinggi yang ditetapkan Tuhan dalam kehidupan umat Kristen. Itulah sebabnya gereja merupakan tempat perkumpulan keluarga-keluarga Kristen dalam pembinaan kerohanian dan tempat mereka beribadah dan tempat meminta serta mendapatkan berkat rohani seperti pemberkatan nikah.
Fakta membuktikan baik masa pelayanan Yesus dan Paulus, para perempuan selalu ada bersama mereka dalam membantu pelayanan tetapi para perempuan melakukan pelayanan sesuai dengan kapasitas mereka seperti ditetapkan dalam firman Allah. Mereka tetap bisa melayani meskipun tidak menjadi seorang pengkhotbah, pengajar dan pemimpin. Dalam hal yang sama perempuan masa kini menempatkan diri dalam pelayanan gereja. Masih banyak jenis pelayanan yang bisa dilakukan para perempuan dalam gereja meskipun tidak menjabat sebagai pengkhotbah, pengajar dan pemimpin. Janganlah sekali-kali berpikir ketidaksetaraan perempuan dengan laki-laki sebagai kendala dalam pertumbuhan gereja atau dianggap merendahkan dan meremehkan perempuan.
PERANAN PEREMPUAN DALAM 1 KORINTUS 14:34-35
Satu lagi bagian firman Allah yang membahas tentang peranan perempuan dalam gereja terdapat dalam 1 Korintus 14:34-35,
“Sama seperti dalam semua jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.”

Jamita Minggu XXV Dung Trinitatis 17 November 2013


Jamita Minggu XXV Dung Trinitatis, 17 Nopember 2013


BAHAN JAMITA MINGGU
MINGGU XXV DUNG TRINITATIS
Minggu, 17 Nopember 2013
Ev.: Johannes 15: 1 – 8; Ep.: Galatia 2: 19 – 21

Oleh:

Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th /BS


Patujolo
            Ganup halak na manuan sisuanon pasti do manghirim parbue sian na disuanna i (tu suansuanan na marparbue manang adong na diigil sian na disuanna i), jala dang holan asal parbue alai parbue na dihirimna ima parbue na denggan (berkualiatas). Jala panuan i pe ingkon mamparateateon suansuanan na disuanna i, dia do na patut diulahon tu suansuan i na marpardomuan tu rantingna, pupukna, dohot lan na asing na marpardomuan laho mandapot parbue na denggan sian suansuanan i. Alai molo so marparbue do i manang dang denggan parbuena, pasti do suansuanan i dirumpakhon jala dibaen ma gabe hau api manang tu haporluan na asing alai mago ma hataridaanna songon goarna (hilanglah eksistensi pohon itu, tidak sesuai dengan hakekatnya dan itu sama saja sesuatu yang tidak berguna). Alai molo na denggan do suansuan i, pasti denggan ma parbuena, jala molo dipadomu sada suansuanan na asing (dicangkok) tu suansuanan na denggan i, pasti do denggan parbuena. Suansuanan na denggan ima marparbuehon parube na denggan jala ido parbue na tutu (sesuai dengan hakekatnya) jala ido suansuanan na tutu (sejati/ asli). Molo adong suansuanan na denggan na deba rantingna marparbue alai molo ranting na asing na marparbue, pasti do ranting na so marparbue i digotap asa unang mangganggu tu ranting na marparbue, jala ranting na marparbue i dipaias manang asa tu ramosna parubena.
            Hombar tu panorangion i, Tuhan Jesus patandahon Ibana ma suansuanan manang hau na tutu denggan marlapatan hau na tutu, diumpahon Ibana do diriNa hau anggur na tutu marpardomuan do i tu kualitas hau dohot kualitas parbuena. Molo pe disuanhon (dicangkok) suansuanan na asing na so marparbue manang dang denggan marparbue tu bagian ni hau na denggan i, gabe marparbue na denggan ma suansuan i ala di bagasan hau na denggan do disuanhon.

Hatorangan ni Turpuk
            Barita na uli ni si Johannes (Evangelium Johanes) on pabotohon taringot Jesus ima Sipalua; Anak ni Jahowa, Debata jala Ama na marsuru Ibana; Hata ni Jahowa na gabe daging; na sude na i pabotohon hahomion ni Debata di bagasan diri ni Jesus (divine of God in Himself / keIlahian (bentuk sifat) dalam Yesus Kristus). On ma na gabe mangalo angka parpoda haliluon manang pangajarion na so sintong taringot Jesus Kristus. Di bagasan Barita na Uli on ragam do dipatandahon diriNa songon sada umpama na marlapatan tu hangoluan, isarana hata “Ahu” manang “Ahu do”.
Sada sian hata ni Jesus na patuduhon manang patandahon dirina ima di turpuk Jamita on. Turpuk jamita on ima udut ni pangajarion ni Jesus khusus tu angka siseanna (Joh. 13) nang pe di turpuk on si Judas Iskariot dang parsidohot dison (Joh. 13: 21 – 30). Dung dipatupa Jesus pambohalion tu angka siseanNa mulai sian na mamburi pat ni angka siseanNa, dipatupa Jesus do ulaon na badia, ima Mangan Paskah rap dohot sampuludua siseanNa (Joh. 13) nang pe di tingki i laho do si Judas Iskariot sahalak sian sisean-Na sian punguan i. Dibohali Jesus do angka sisean-Na andorang so ditangkup dope Ibana asa rade manguduti ulaon mambaritahon barita na uli dohot barita hamubaon ni roha nang barita haluaon, nang pe ragam angka haporsuhon manang sitaonon na ingkon songgop tu nasida (Joh. 14). Laos di turpuk jamita on (Joh. 15) dibotohon Jesus do asa marparbue nasida, mamparbuehon parbue na denggan; jala molo naeng marparbue na denggan mian ma nasida di bagasan Jesus Kristus.
            Di ayat 1 Jesus mangumpamahon dirina gabe sada hau anggur. Di ayat 1 on Jesus mandok “Ahu do” paboahon hatardiaaan hadirionna jala na so adong be dungkon na asing sian Ibana. Hata “Ahu do” pabotohon na “na tutu do Ibana” huhut “Ibana do” jala na so adong be asing ni Ibana. “Ahu do hau anggur na tutu”. Di Israel torop do angka pangula di porlak anggur, alana parbuena boi dibaen gabe inuman na resmi molo adong ulaon na masa di Israel. Di Padan na Robi (PL) hau anggur ima sada tanda (simbol) na binahen ni Jahowa mandok tu bangso Israel (Jesaya 5: 1 – 7; Yeremia 2: 21). Molo didok Jesus “Ahu do hau anggur na tutu” marlapatan do i Ibana ma Israel na tutu”. Molo Jesus “Israel na tutu”, Israel ima bangso na pinillit ni Jahowa, Jahowa gabe Debatanasida jala Israel gabe bangso-Na na patuduhon bangso Israel na marsomba jala unduk di Jahowa, Debatananasida. Sian on boi dilapati molo dipatandahon Jesus do Israel na tutu marhite mandok diriNa hau anggur na tutu, marlapatan do i marhite hadirion ni Jesus dipataridahon adong haundukhon mangoloi Jahowa, Ama na marsuru Ibana. Hau anggur na tutu (sejati/asli) marpardomuan do i tu kualitas ni parbuena, ima parbue na denggan, jala tanda ma i sian haundukhonNa di Na marsuru Ibana.
            Di ayat 2, boi do diida adong panggotaphon angka ranting na so marparbue, jala dipaias do nasa na marparbue asa ganda parbuena. Ayat on marlapatan molo naung mian rap dohot Jesus ingkon adong do parbuena, jala nasa ranting na so marparbue digotap do asa unang mengganggu tu ranting na marparbue.  Ranting na marparbue dipaias do asa boi lam tu gandana parbuena. Paiashon ranting dison ima manggotap angka bulung ni na matua manang mamangkas deba bulung ni ranting i asa unang menghambat tu parbue na di ranting i. Na paiashon ranting na marparbue ima nampunasa porlak manang hau anggur i, ima na mandok Jahowa. Jadi, boi do antusan manang dilapati na Jahowa sandiri do patupahon ulaon pangaramotion tu halak na sai marparbuehon na denggan jala digotap jala dipaias do sian angka na boi mangambat hita mamparbuehon na denggan i. Ndada pola ranting na marparbue i na paiashon rantingna alai nampuna hau manang porlak anggur i, songoni nang jolma na mamparbuehon parbue na denggan.
            Di ayat 3, patar do dipabotohon Jesus naung ias do nasida hinorhon ni hata na ni hatahonNa ima Hata ni Jahowa marhite Ibana. Hata ni Jahowa marhite Jesus Kristus do na paiashon jolma na marparbuehon parbue na denggan i ima manggotap angka bangkobangko ni pardagingon dohot hisaphisap ni daging.
            Ranting dang boi marsirang sian hauna, jala dihirim do parbue na sian ranting i. Hau ima inganan hangoluan ni ranting asa boi ranting i jala diuduti asa marparbue, jala molo naeng mangolu do ranting i ingkon hot ma ibana di hauna, jala ndada holan asa mangolu alai ingkon boi do marparbue. Di ayat 4 – 5 tangkas do dipabotohon Jesus na so boi do tarsirang ranting i sian hauna, na marlapatan na so boi do tarsirang halak na porsea jala angka siseanna sian Jesus Kristus, alai ndada holan asa boi mangolu alai ingkon do marparbue. Tung na so boi do marparbue ranting i molo marsirang sian hauna, songon i do nang halak na porsea jala mandok dirina sisean, na so boi do dipatupanasida ulaon na denggan molo so mian rap dohot Jesus Kristus.
            Molo malua ranting sian hauna, marlapatan ndang adong mandapot hangoluan be ranting i. Ranting mandapot sipangon do marhitehite hau, molo malua do ranting sian hau, marlapatan dang adong be sipanganon tu ranting i, na akhirna gabe koring ma ranting i laos mate ma. Songon i ma lapatan ni hata ni Jesus na di ayat 6. Ndang boi marsirang angka na porsea jala siihuthon Jesus na naeng mangulahon na denggan hombar tu Hata Ni Jahowa holan mangasahon gogona, pingkiran dohot lan na asing na sian portibi on, ndang dipasangahon Jesus tudos ma i songon ranting na koring i. Ingkon mian do hita tu Jesus Kristus, ai Ibana do hau na tutu (kayu yang sejati) silehon “sipanganon” na gabe gogo laho mamparbuehon parbue na denggan marhite parange na denggan. Sipanganon i ima Hata ni Jahowa dohot bagabagaNa.
            Di ayat 7, Jesus mambagabagahon hasonangan mian rap dohot Jesus Kristus. “Jumpang hamu do manang dia pe dipangido rohamuna”. Hata on marlapatan, halak naung mian rap dohot Jesus Kristus jala marparbuehon parbue na denggan ima halak na unduk jala mananda dirina na so boi tarsirang sian Jesus (hau na tutu) i. Jala marhite on, diboto ma dia manang aha do na patut sipangidoanna tu Jahowa marhite Jesus Kristus. Ndada sipangidoan na naeng papuashon hagiot ni dagingna, alai dia do na patutu sipangidoanna jala na ringkot dipangido. Marhite i “marsangap ma Damang, molo marparbuehon na godang hamu jala gabe angka siseanku ma hamu” (ay. 8). Dang hea sisean umtimbo sian guru, jala sisean ingkon do unduk tu guruna. Halak na porsea jala sisean ni Jesus ingkon unduk jala unang pola tarsonggot molo songgop angka hasusaan manang ragam angka parungkilon hinorhon ni ulaon na denggan alana Jesus pe nunga manaon saluhutna i (Joh. 15: 18 – 27).

Maringan /Mian Dibagasan Jesus
            Ranting ni hau anggur na tutu i ima halak na porsea. Molo naeng mangolu do marlapatan do i ingkon mian di hau na tutu, alai ndada holan asal mangolu alai diuduti do na ingkon marparbue. Parbue na didok dison ima parbue ni marhite parange na marpardomuan tu hata ni Jahowa. Parange manang parulaon diportibi on ima hataridaan parbuena. Jesus sandiri mamillit hita gabe aleale asa marparbue do hita (Joh. 15: 16).
            Mian rap dohot Kristus marlapatan do i pasahathon diri gabe ampuna ni Jesus, ai na marsigantung tu Ibana do ngolunta asa boi mangolu jala marparbue. Marhite jamita on, diondolhon jala disosoi do tu hita asa gabe siula hata i ma hita marhite angka pambahenan manang parange na denggan di ngolunta songon tanda ni parbue na mian hita rap dohot Jesus Kristus. Nunga torop be halak na mandok dirina sahalak Kristen alai holan status agama Kristen do na di ibana, songon ranting na mian di Jesus Kristus, hau na denggan i na asal mangolu hape ndang marparbue, molo jumpang tingkina sigotapon do ranting na sisongon i, na marlapatan do dang adong be hangoluan tu ranting i, gabe malos, koring jala laos dibangkar ma. Sada Ilustrasi na mandok asa Mian Dibagasan Jesus, Ikkon Malua do hita sian 7 J naditoruon

Malua sian 7 J
Dung marpungu angka situan na torop i, dipungka sahalak pande bisuk ma paingothon nasida " Adong 7 sipasidingonta, asa dame roha , ripe huria dohot masyarakat" ninna. Tarpaima do situan natorop umbege  aha do na 7 J na nidokna i. 
Parjolo , Jogal .
Ia halak na jogal, i ma na so siat hata , tung manang ise mandok hata dang ditangihon: hula-hula, pangituai, nang pangula ni huriape. Tarsongon jagal rupani, nunga 8 jom di lompa sai tong songon ban ni motor ndang tarharat.
Dua , Jugul 
Halak na jugul, ndang taroraan. Sai di tuntun lomona nang pe naeng tu hamagoan . Unang sai tuhori hamu togel i, parmaraan do sian i ningon, alai sai di datdati. Tu Gareja pe ibana marminggu sai tong tu togel rohana. Diida nomor ni ende godang nomor 2, anggo rohana mandok, "songon na godang angka 2 di ende on, kode alam do ra on" i do dohonon ni i.
Tolu, Jungkat. 
I ma halak na so las rohana marnida na denggan. Sai segaan ni i do i. Denggan bangku ni gareja dohot, dingding, sai di surati jala di gorgai ma i. Di ida suansuanan ni halak ramos marparbue, dangguranna ma.
Opat, Jumarojor.
Tung manang aha di jama, sega. Tolu piring di basu maropuk. Dipinjam sepeda motor , tingki di boan denggan dope, alai dung mulak di onjaronjar nama soboi be mangolu masinna. 
Lima, Jungking.
Na maol do panghulingan na singon on. " Horas amangboru" ningon rupani huhut tarserom iba la burju mamanghulingi ." Sian dia amangborumahu, ndang hea hualap namborum. " manigor songoni do dohonon ni i songon na bais panghulingna.
Onom, Jorngang
Ia na jorngang, sai holan hata baraksi do hata ni on. Maol do begeon hata na denggan sian i mamugka sian ari Senen tu ari Sabtu. Ari Minggu mansohot hajorngangonna, ndang ala na tu garejaibana, alai na modom do ibana sadarina i. Ra,nipi ni i pe tong do jorngang.
Pitu, Jengjeng.
On ma halak na sai lomo rohana manggorgori roha ni donganna. Sai manjungkiti ma hata ni i. Diida rupani mamolus motor bus ni par-Doloksanggul, "Ei, Siallang hoda," ninna i rupani. Di angka rapot pe sai songoni doi mamingkasi parsalisian. Molo dung muruk donganna mansai las rohana , ai dietong nunga marhasil ibana 
" Sada J pe sia na pituon masa di tonga ni jabu, punguan manang huria, nunga mansai borat panghorhon ni i, lamu boha ma molo marpungu na pitu i. Roma J napaualuhon , ima "JEA", ninna pande bisuki paingothon.
Sipahusoron 
Molo hita siihuthon Tuhanta, ia J na pamalum na 7 J i ima Jesus. Tangkas ma ta oloi nuaeng joujou ni Tuhanta tu hita na mandok, " Sai mian dibagasan Ahu ma hamu, songon Ahu mian di bagasan hamu! Songon rantingi na so tarbahen marparbue anggo sian dirina, anggo so mian di hau anggur i; laos songon i hamu, anggo so mian dibagasab Ahu hamu " ( Joh 15 : 4 )
Dugurithon : Pdt Victor Tinambunan, MST " ENGKEL SIPATURE NA SEGA" BarIta Sorminan tu Parngoluaon " Judul Asli Malua sian 7 J


            Sai dipargogoi Jesus Kristus ma hita mangulahon hataNa songon parbue na mian hita di Ibana. Ndang margogo hita mangulahon lomo ni roha ni Debata holan mangasahon gogo, pamingkirion, sinamot, hasangapon holan marhite Jesus Kristus do hita boi mangulahon saluhutna i, jala gabe hasangapon dohot hamuliaon di Jahowa Debata, sahat ro di salelengna. Amen.