Monday, 30 December 2013

Renungan Akhir Tahun 2013

RENUNGAN AKHIR TAHUN



RENUNGAN AKHIR TAHUN
Orang mulia membicarakan perkara-perkara Sorga atau perkara-perkara rohani.
Orang besar membicarakan konsep dan ide,
Orang biasa membicarakan peristiwa, dan berbagai kejadian.
Orang rendahan membicarakan orang lain (menggosip)
Tidak ada orang yang dapat merendahkan kita kecuali kita sendiri yang membuat diri kita rendah. Tingkah laku kita bisa meninggikan maupun merendahkan kita. Lebih-lebih lagi karakter kita, dan sikap hidup kita.
Banyak orang berusaha meninggikan dirinya dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Akhirnya ia disandera oleh hartanya. Hidupnya sangat ketakutan kehilangan harta, karena ia berpikir kalau hartanya habis maka orang-orang tidak akan menghormatinya lagi. Jadi, ia sangat takut pada hartanya, akhirnya ia menjadi budak hartanya. Itulah sebabnya Yesus Kristus berkata agar kita tidak menjadi hamba uang.
Ada orang yang berusaha meninggikan dirinya dengan berjuang untuk meraih kekuasaan. Ia mengejar jabatan demi jabtan. Tanpa diundang akhirnya masa pensiun mendatanginya. Ia sangat menderita oleh sebuah penyakit yang disebut post-power sindrom dan tidak menikmati hari tuanya. Ia diperhamba oleh kekuasaan yang pernah dimilikinya. Dan ia selalu bergumam, “coba kalau dulu waktu saya masih berkuasa.”
Ada orang yang hidupnya hanya untuk melayani Tuhan alam semesta. Ia tak butuh kekuasaan, melainkan hanya kasih karunia demi kasih karunia. Hidupnya untuk menolong orang dan menyelamatkan orang. Setelah tua maka orang-orang baik mengasihinya. Ia bisa menikmati hari tua untuk melihat pekerjaannya semakin berbuah. Dan akhirnya ia masuk Sorga menikmati kemuliaan bersama Tuhan yang dilayaninya. ( Di Kutip dari Tulisan Dr Suento Liaw)
Kita  mau pilih kehidupan yang mana?


Siapakah aku? Di manakah aku? Apa yang sedang kukerjakan? Apakah tujuan hidupku? Apakah yang kukerjakan saat ini selaras dengan tujuan hidupku? Apakah aku sadar dengan keberadaanku saat ini? Apakah hidupku telah bermakna? Selayaknya kita renungkan pertanyaan-pertanyaan itu, tepat di malam ketika tahun akan berganti. Menyembunyikan diri kita di dalam pesta pora perayaan dapat menciptakan kebohongan dan penghindaran diri dari segala macam problem yang saat ini kita hadapi.
 

Tidakkah hidup seringkali terasa membosankan? Hampa dan tak bermakna? Hari-hari dalam kehidupan ini kita lalui begitu saja. Lewat tanpa disadari. Kita berubah menjadi seperti mesin. Dengan letupan-letupan sesaat. Bergerak terus hingga waktu membuat kita aus, berkarat lalu perlahan-lahan rusak dan mati. Tetapi jika kita adalah mesin, apakah gunanya pemikiran kita? Apakah fungsinya kesadaran kita? Tidakkah seharusnya kita jelajahi hidup untuk mencari kebenaran. Untuk membuktikan keberadaan kita di dunia ini. Dan kita dapat menghindari penderitaan dengan menyatakan kejujuran. Mengapa kita harus melarikan diri dengan berpura-pura bahwa segalanya abadi? Mengapa kita harus menyembunyikan duka lara kita masing-masng?

Penderitaan memang dapat terjadi karena hal-hal yang di luar jangkauan kita. Lingkungan kita, orang lain, ketidak mampuan kita atau karena sistim yang membelenggu dengan aturan-aturan yang tidak adil. Tetapi jauh lebih sering, ternyata, bahwa penderitaan kita berasal dari diri kita sendiri. Dari pola pikir kita. Dari keinginan-keinginan kita. Dari nafsu dan ambisi kita. Dari ketidak mampuan kita untuk menilai dan memahami dunia di luar diri kita. Dan dari kegagalan kita untuk mencapai sasaran-sasaran yang kita inginkan. Kita terbui dalam ruang sempit ke-AKU-an sehingga gagal melihat banyak hal di luar dinding ke-AKU-an kita. Banyak hal yang baik pun yang buruk. Yang harum pun yang busuk. Yang indah pun yang jelek. Hidup bukanlah sebuah mimpi. Hidup adalah kenyataan yang mesti dialami bersama dunia seluruhnya. Kita dituntut untuk menyadari hal itu.


Maka tepat di malam tahun baru nanti, cobalah berhening diri. Tengoklah waktu yang sudah silam. Telusurilah keberhasilan dan kegagalan kita. Di dalam keheningan itu renungkanlah pertanyaan-pertanyaan di atas. Semoga dengan demikian, hari baru di tahun baru esoknya akan kita masuki dengan pemikiran baru juga. Serta perbuatan-perbuatan baru. Yang lebih baik. Yang lebih indah. Dan hidup kita pun dapat diperbaharui pula. Pada akhirnya, Selamat Tahun Baru 2014. Semoga Kasih dan Cahaya Tuhan Yesus beserta kita semua.
Di penghujung tahun ini,  teringat sebuah lagu pujian sebagai berikut;
Lupakan yang t’lah lalu, mengarah pada tujuan
Dengan mata memandang Tuhan Yesus
Bertanding sampai menang, berlari sampai akhir
Tanggalkan s’gala beban yang merintangi
Ku mau setia ‘kan panggilan-Mu
S’bab Kau sanggup menjaga langkahku
Pada janji-Mu kupercaya
Kau ‘kan sempurnakan pekerjaan-Mu dalamku

Naung Salpu Taon Naburuk i Ho ma Hupuji Tuhanki
Ai di Ramoti Ho tongtong tondingku dohot tondingkon

Sunday, 29 December 2013

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE 22 DESEMBER 2013

 

                    Pdt Budianto Sianturi

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE




Cinere, (22/12/2013)
Gereja HKBP Cinere merupakan salah satu dari sekian ribu Gereja HKBP yang terpilih menjadi tempat Penahbisan Pendeta HKBP. Gereja yang baru satu tahun berdiri dan terbangun ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Penahbisan Pendeta kepada 28 orang Calon Pendeta HKBP yang baru. Kegembiraan parhalado dan jemaat HKBP Cinere menjadi tuan rumah patut mendapat pujian. Sambutan yang ramah menambah suasana sukacita di Minggu Adven IV.
Meskipun diguyur hujan gerimis, acara ibadah Penahbisan Pendeta, diawali Prosesi yang dipimpian Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh,  Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM, para Praeses, Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dan 28 orang calon Pendeta yang akan menerima tahbisan (26 orang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Pimpinan hadir beserta Istri.
Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh, Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM





Prosesi disambut 2 orang remaja HKBP Cinere yang dengan tersenyum senang memberikan bunga pangku kepada Ompungboru H.L Br. Purba dan seorang remaja lagi mengalungkan bunga kalung kepada Ompui Ephorus. Usai mengalungkan bunga, dengan ramah Ompui mengajak kedua anak remaja itu berjalan memasuki ruang Gereja HKBP Cinere.
Di dalam gedung Gereja HKBP Cinere, Prosesi disambut Koor indah dari HKBP Cinere membawakan nyanyian “Denggan BasaNa”, kemudian Sekretaris Jenderal HKBP membawakan Liturgis.  Khotbah disampaikan oleh Ompui Ephorus, Warta gereja dibacakan oleh Pendeta Ressort HKBP Cinere Pdt. Manaris R.E. Simatupang, MTh dan doa syafaat oleh Praeses VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh.




                                            Foto : Isteri Isteri  Pendeta Yang mau di tahbiskan
                                    Pdt Budianto Sianturi/Ny Pdt B Sianturi Br Banjarnahor
                                                             Menyalami Ompui Ephorus
                                Penahbisn Oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Willlem TP Simarmata MA
                                          Berfose sebentar : Seteleah pembekalan
                            Dengan anak Siakkangan Yosua Sianturi sebelum Penahbisan


Mengawali khotbahnya yang diambil dari Matius 3 : 1 – 12, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan Selamat Adven dan juga selamat hari Ibu yang langsung dijawab serentak Ibu-ibu  sambil tersenyum dengan ucapan : “Selamat hari Ibu”. Ephorus mengatakan “Tibalah kita pada Minggu Advent yang ke-empat, kita diajak untuk melihat jauh menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, kesanalah kita diajak orang-orang percaya menanti-nanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.”
Ada dua hal yang disampaikan oleh Tokoh Reformator Marthin Luther, pertama ia mengatakan : Setiap waktu, setiap hari kita berlari menuju akhir. Sadar atau tidak sadar kita bergerak menuju masa akhir yaitu menyongsong hari kedatangan Tuhan.  Yang kedua, ia katakana : “Meskipun esok akan berakhir dunia ini, aku akan tetap menanam pohon apel. Harus tetap bekerja, harus tetap memakai waktu selagi masih ada waktu.” Artinya, kapan datang hari Tuhan  itu bukan urusan kita, urusan kita adalah bekerja, rajin memakai waktu, meningkatkan mutu, akhlak hidup makin baik, agar hidup makin baik, makin berbuah makin berkualitas. Inilah yang mau disuarakan khotbah ini Laho paradehon dalan ni Tuhan i.
Ephorus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah itu telah hadir (nunga songgop harajaon Banua ginjang i); artinya bahwa kerajaan Allah itu sudah hadir saat ini di tengah-tengah kita, tidak dinanti-nanti lagi, melalui kedatangan Yesus Kristus. Kerajaan Sorga itu menjadikan Kasih karunia,  damai, cinta kasih, kebenaran dan keadilan, perhatian terhadap orang lain itulah yang disiapkan Tuhan Yesus dan itulah kehidupan orang yang percaya. Jelas ini adalah pemberian Tuhan kepada kita sebagai umatNya, saat Kerajaan Sorga itu telah hadir di tengah-tengah kita, sejak itu status kita berubah menjadi warga kerajaan sorga. Tugas kita sebagai warga kerajaan Allah adalah bukan posisi, tetapi fungsi dipakai oleh Tuhan. Siapapun bisa dipakai oleh Tuhan.
Tentu tantangan selalu ada, ucap Ephorus. tetapi gereja dan umat percaya terpanggil menunjukkan berbeda dari orang lain. Memang gereja semakin menghadapi persoalan-persoalan di jaman ini seperti korupsi, kekerasan, mutilasi, kerusakan alam dan lingkungan hidup, ketidakpedulian dengan sesama dan yang intoleran. Di tengah-tengah seperti itulah kita harus mengatakan : “Nunga songgop harajaon ni Debata !”


Khotbah ini juga menyampaikan bahwa Roh Kudus akan menuntun umatNya menentukan arah dan tujuan, dan Roh Kudus jualah yang akan membawa kita ke akhir yang menjadi arah dan tujuan. Roh Kudus akan memandu perjalanan hidup kita meskipun banyaknya gelombang hidup. Roh Kudus itulah yang memberi kekuatan kepada kita, tidak ada yang lain. Hendaknya ini menjadi pegangan kepada para Pendeta yang akan ditahbiskan, bahwa hendaklah mengandalkan kekuatan Roh Kudus.
Ephorus juga menyampaikan bahwa HKBP akan memasuki tahun 2014 sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP. Ephorus mengajak agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda. Harus kita nasehati dan tegur dalam kasih dan damai. Agar semakin tumbuh orang Batak yang unggul. Agar jangan hilang “tondinya”. Marthin Luther King Junior pernah mengatakan : “Bila aku melihat kejahatan tanpa mengatakan sesuatu tentang itu, anda juga penjahat.” Membiarkan suatu kejahatan itu berarti kita juga penjahat. Maka hendaknya HKBP terus menyuarakan : Nunga songgop harajaon Banua Ginjang.
Usai Khotbah, acara Penahbisan kepada 28 orang Calon Pendeta dilakukan dengan terlebih dahulu kelima Pimpinan HKBP berdiri di Altar dan Ephorus membacakan Agenda penahbisan, selanjutnya ke-empat pimpinan lainnya membacakan nats-nats Alkitab. Lalu enam orang Calon Pendeta berbaris di depan Pimpinan HKBP. Para Pendeta yang turut hadir lalu berbaris di kanan dan kiri Pimpinan HKBP dan membacakan ayat-ayat Alkitab. Kemudian Ephorus menahbiskan satu per satu para Calon Pendeta HKBP tersebut.
Saat kata-kata sambutan, ketua panitia CSt. Adhyaksa Sitompul menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Penahbisan Pendeta di HKBP Cinere meskipun persiapan waktu yang begitu singkat. Panitia merasakan begitu banyaknya dukungan jemaat HKBP Cinere, terutama telah menyiapkan rumah tinggal untuk para calon pendeta. Inilah yang terbaik yang bisa Panitia lakukan ucapnya. Mewakili jemaat HKBP Cinere bapak Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH dalam sambutannya berterimakasih kepada Pimpinan HKBP yang telah mempercayakan HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Rasa bangga juga atas kehadiran yang begitu banyak para Pendeta lengkap dengan Baju Tohonan yang membuat senang dan bangga bagi jemaat HKBP Cinere. Sejak lama gereja ini mengalami kesulitan dalam mendapat izin, bahkan hingga belasan tahun hal ini terjadi. Namun syukur akhirnya mendapat izin, maka terbangunlah HKBP Cinere ini. Bapak Edwin mengajak agar semua jemaat dan warga HKBP hendaknya berperan dan menjadi pelopor di Negara Indonesia. Kepada ke-28 Pendeta yang baru ditahbiskan, bapak Edwin berpesan kiranya dapat melayani dengan baik, hendaknya jangan menganggap dan menjadikan pekerjaan Pendeta itu adalah jabatan profesi. Jemaat HKBP Cinere memiliki semangat yang begitu tinggi, terutama mensukseskan acara penahbisan Pendeta.


Mewakili undangan, Bapak Ir. Tigor Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para Pendeta yang baru menerima tahbisan Pendeta, kiranya dapat menjaga dan menjalankan tugas tohonan hapanditaonnya. Bapak Tigor juga mengajak jemaat tetaplah bersatu dan saling mendukung dalam segala kegiatan-kegiatan gereja HKBP Cinere.  Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh yang mewakili para Pendeta menyampaikan rasa senang atas dipercayainya Distrik Deboskap melalui HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Bagi para Pendeta yang baru ditahbiskan kiranya dapat menjalankan poda tohonannya sebaik-baiknya. Mewakili Pendeta yang menerima tahbisan Pdt. Ridon Siagian menyampaikan ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere yang telah bersedia menjadi tempat Penahbisan Pendeta dan sangat ramah kepada para calon Pendeta selama beberapa hari di Cinere. Terlebih atas kesediaan jemaat memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal bagi Para calon Pendeta, tentunya ini tidak akan terbalaskan dan terlupakan. Rasa terimakasih atas semua yang telah mendukung dan membantu serta mengajari sehingga kami bisa ditahbiskan menjadi Pendeta di HKBP. Sebagai ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere, mewali yang ditahbiskan, Pdt. Ridon membacakan pantun : HKBP Cinere….HKBP Kenangan. Disana dulu tahbisan dilaksanakan…….. HKBP Cinere….Tempat yang takkan terlupakan…. Disana kami 28 orang ditahbiskan menjadi Pendeta….. HKBP Cinere adalah tempat yang indah……..karena disana Tuhan akan memberkati.

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan  bahwa kemana kita pergi kemana kita melangkah Tohonan Hapanditaon itu melekat di dalam diri kita, bukan hanya ketika membabtis atau berkhotbah, tetapi setiap waktu. Selamat kepada para Pendeta yang baru menerima penahbisan. Mewakili Pimpinan HKBP Kadep Marturia HKBP Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dalam kata-kata bimbingannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jemaat yang memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal para calon Pendeta selama beberapa hari, itu sama halnya dengan memberi tempat tinggal kepada Tuhan kita. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan dengan baik. Kita berharap kiranya para Pendeta yang baru ditahbiskan ini menjadi Pendeta yang baik melayani. Kami lihat dari luar, Gereja ini biasa-biasa saja, namun begitu masuk ke dalam ternyata Luarbiasa. Pdt. Marolop memberitahukan Pimpinan HKBP sangat mengetahui bagaimana beratnya mendirikan Gereja HKBP Cinere ini, namun ketahuilah bahwa Tuhan kita itu yang menjaga diseluruh kehidupan, gereja di seluruh dunia menghadapi tantangan namun itu dimenangkan oleh Tuhan. Kami berdoa melalui parhalado, jemaat dan tokoh-tokoh Gereja ini semakin berkembang pelayanannya melalui gereja HKBP Cinere, melalui Parhalado, melalui jemaat, melalui kepanitiaan. Kini semakin bertambahlah para Pendeta HKBP. Tentu ini akan menambah pelayanan HKBP semakin luas. Kiranya juga Para Pendeta yang baru ditahbiskan tidak memilih-milih tempat pelayanan dan bersedia ditempatkan dimana saja. Lakukanlah tugas pelayanan lebih baik lagi dan takut akan Tuhan.
Selesai acara Ibadah, dilanjutkan dengan acara Makan siang bersama dan ramah tamah. Acara berakhir penuh dengan sukacita terselenggaranya penahbisan Pendeta dengan baik. Selamat melayani bagi para Pendeta HKBP yang baru. >>> Biro Informasi HKBP ( Sumber Berita hkbp.or.id)


PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE 22 DESEMBER 2013

 

                    Pdt Budianto Sianturi

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE




Cinere, (22/12/2013)
Gereja HKBP Cinere merupakan salah satu dari sekian ribu Gereja HKBP yang terpilih menjadi tempat Penahbisan Pendeta HKBP. Gereja yang baru satu tahun berdiri dan terbangun ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Penahbisan Pendeta kepada 28 orang Calon Pendeta HKBP yang baru. Kegembiraan parhalado dan jemaat HKBP Cinere menjadi tuan rumah patut mendapat pujian. Sambutan yang ramah menambah suasana sukacita di Minggu Adven IV.
Meskipun diguyur hujan gerimis, acara ibadah Penahbisan Pendeta, diawali Prosesi yang dipimpian Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh,  Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM, para Praeses, Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dan 28 orang calon Pendeta yang akan menerima tahbisan (26 orang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Pimpinan hadir beserta Istri.
Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh, Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM





Prosesi disambut 2 orang remaja HKBP Cinere yang dengan tersenyum senang memberikan bunga pangku kepada Ompungboru H.L Br. Purba dan seorang remaja lagi mengalungkan bunga kalung kepada Ompui Ephorus. Usai mengalungkan bunga, dengan ramah Ompui mengajak kedua anak remaja itu berjalan memasuki ruang Gereja HKBP Cinere.
Di dalam gedung Gereja HKBP Cinere, Prosesi disambut Koor indah dari HKBP Cinere membawakan nyanyian “Denggan BasaNa”, kemudian Sekretaris Jenderal HKBP membawakan Liturgis.  Khotbah disampaikan oleh Ompui Ephorus, Warta gereja dibacakan oleh Pendeta Ressort HKBP Cinere Pdt. Manaris R.E. Simatupang, MTh dan doa syafaat oleh Praeses VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh.




                                            Foto : Isteri Isteri  Pendeta Yang mau di tahbiskan
                                    Pdt Budianto Sianturi/Ny Pdt B Sianturi Br Banjarnahor
                                                             Menyalami Ompui Ephorus
                                Penahbisn Oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Willlem TP Simarmata MA
                                          Berfose sebentar : Seteleah pembekalan
                            Dengan anak Siakkangan Yosua Sianturi sebelum Penahbisan


Mengawali khotbahnya yang diambil dari Matius 3 : 1 – 12, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan Selamat Adven dan juga selamat hari Ibu yang langsung dijawab serentak Ibu-ibu  sambil tersenyum dengan ucapan : “Selamat hari Ibu”. Ephorus mengatakan “Tibalah kita pada Minggu Advent yang ke-empat, kita diajak untuk melihat jauh menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, kesanalah kita diajak orang-orang percaya menanti-nanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.”
Ada dua hal yang disampaikan oleh Tokoh Reformator Marthin Luther, pertama ia mengatakan : Setiap waktu, setiap hari kita berlari menuju akhir. Sadar atau tidak sadar kita bergerak menuju masa akhir yaitu menyongsong hari kedatangan Tuhan.  Yang kedua, ia katakana : “Meskipun esok akan berakhir dunia ini, aku akan tetap menanam pohon apel. Harus tetap bekerja, harus tetap memakai waktu selagi masih ada waktu.” Artinya, kapan datang hari Tuhan  itu bukan urusan kita, urusan kita adalah bekerja, rajin memakai waktu, meningkatkan mutu, akhlak hidup makin baik, agar hidup makin baik, makin berbuah makin berkualitas. Inilah yang mau disuarakan khotbah ini Laho paradehon dalan ni Tuhan i.
Ephorus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah itu telah hadir (nunga songgop harajaon Banua ginjang i); artinya bahwa kerajaan Allah itu sudah hadir saat ini di tengah-tengah kita, tidak dinanti-nanti lagi, melalui kedatangan Yesus Kristus. Kerajaan Sorga itu menjadikan Kasih karunia,  damai, cinta kasih, kebenaran dan keadilan, perhatian terhadap orang lain itulah yang disiapkan Tuhan Yesus dan itulah kehidupan orang yang percaya. Jelas ini adalah pemberian Tuhan kepada kita sebagai umatNya, saat Kerajaan Sorga itu telah hadir di tengah-tengah kita, sejak itu status kita berubah menjadi warga kerajaan sorga. Tugas kita sebagai warga kerajaan Allah adalah bukan posisi, tetapi fungsi dipakai oleh Tuhan. Siapapun bisa dipakai oleh Tuhan.
Tentu tantangan selalu ada, ucap Ephorus. tetapi gereja dan umat percaya terpanggil menunjukkan berbeda dari orang lain. Memang gereja semakin menghadapi persoalan-persoalan di jaman ini seperti korupsi, kekerasan, mutilasi, kerusakan alam dan lingkungan hidup, ketidakpedulian dengan sesama dan yang intoleran. Di tengah-tengah seperti itulah kita harus mengatakan : “Nunga songgop harajaon ni Debata !”


Khotbah ini juga menyampaikan bahwa Roh Kudus akan menuntun umatNya menentukan arah dan tujuan, dan Roh Kudus jualah yang akan membawa kita ke akhir yang menjadi arah dan tujuan. Roh Kudus akan memandu perjalanan hidup kita meskipun banyaknya gelombang hidup. Roh Kudus itulah yang memberi kekuatan kepada kita, tidak ada yang lain. Hendaknya ini menjadi pegangan kepada para Pendeta yang akan ditahbiskan, bahwa hendaklah mengandalkan kekuatan Roh Kudus.
Ephorus juga menyampaikan bahwa HKBP akan memasuki tahun 2014 sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP. Ephorus mengajak agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda. Harus kita nasehati dan tegur dalam kasih dan damai. Agar semakin tumbuh orang Batak yang unggul. Agar jangan hilang “tondinya”. Marthin Luther King Junior pernah mengatakan : “Bila aku melihat kejahatan tanpa mengatakan sesuatu tentang itu, anda juga penjahat.” Membiarkan suatu kejahatan itu berarti kita juga penjahat. Maka hendaknya HKBP terus menyuarakan : Nunga songgop harajaon Banua Ginjang.
Usai Khotbah, acara Penahbisan kepada 28 orang Calon Pendeta dilakukan dengan terlebih dahulu kelima Pimpinan HKBP berdiri di Altar dan Ephorus membacakan Agenda penahbisan, selanjutnya ke-empat pimpinan lainnya membacakan nats-nats Alkitab. Lalu enam orang Calon Pendeta berbaris di depan Pimpinan HKBP. Para Pendeta yang turut hadir lalu berbaris di kanan dan kiri Pimpinan HKBP dan membacakan ayat-ayat Alkitab. Kemudian Ephorus menahbiskan satu per satu para Calon Pendeta HKBP tersebut.
Saat kata-kata sambutan, ketua panitia CSt. Adhyaksa Sitompul menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Penahbisan Pendeta di HKBP Cinere meskipun persiapan waktu yang begitu singkat. Panitia merasakan begitu banyaknya dukungan jemaat HKBP Cinere, terutama telah menyiapkan rumah tinggal untuk para calon pendeta. Inilah yang terbaik yang bisa Panitia lakukan ucapnya. Mewakili jemaat HKBP Cinere bapak Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH dalam sambutannya berterimakasih kepada Pimpinan HKBP yang telah mempercayakan HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Rasa bangga juga atas kehadiran yang begitu banyak para Pendeta lengkap dengan Baju Tohonan yang membuat senang dan bangga bagi jemaat HKBP Cinere. Sejak lama gereja ini mengalami kesulitan dalam mendapat izin, bahkan hingga belasan tahun hal ini terjadi. Namun syukur akhirnya mendapat izin, maka terbangunlah HKBP Cinere ini. Bapak Edwin mengajak agar semua jemaat dan warga HKBP hendaknya berperan dan menjadi pelopor di Negara Indonesia. Kepada ke-28 Pendeta yang baru ditahbiskan, bapak Edwin berpesan kiranya dapat melayani dengan baik, hendaknya jangan menganggap dan menjadikan pekerjaan Pendeta itu adalah jabatan profesi. Jemaat HKBP Cinere memiliki semangat yang begitu tinggi, terutama mensukseskan acara penahbisan Pendeta.


Mewakili undangan, Bapak Ir. Tigor Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para Pendeta yang baru menerima tahbisan Pendeta, kiranya dapat menjaga dan menjalankan tugas tohonan hapanditaonnya. Bapak Tigor juga mengajak jemaat tetaplah bersatu dan saling mendukung dalam segala kegiatan-kegiatan gereja HKBP Cinere.  Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh yang mewakili para Pendeta menyampaikan rasa senang atas dipercayainya Distrik Deboskap melalui HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Bagi para Pendeta yang baru ditahbiskan kiranya dapat menjalankan poda tohonannya sebaik-baiknya. Mewakili Pendeta yang menerima tahbisan Pdt. Ridon Siagian menyampaikan ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere yang telah bersedia menjadi tempat Penahbisan Pendeta dan sangat ramah kepada para calon Pendeta selama beberapa hari di Cinere. Terlebih atas kesediaan jemaat memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal bagi Para calon Pendeta, tentunya ini tidak akan terbalaskan dan terlupakan. Rasa terimakasih atas semua yang telah mendukung dan membantu serta mengajari sehingga kami bisa ditahbiskan menjadi Pendeta di HKBP. Sebagai ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere, mewali yang ditahbiskan, Pdt. Ridon membacakan pantun : HKBP Cinere….HKBP Kenangan. Disana dulu tahbisan dilaksanakan…….. HKBP Cinere….Tempat yang takkan terlupakan…. Disana kami 28 orang ditahbiskan menjadi Pendeta….. HKBP Cinere adalah tempat yang indah……..karena disana Tuhan akan memberkati.

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan  bahwa kemana kita pergi kemana kita melangkah Tohonan Hapanditaon itu melekat di dalam diri kita, bukan hanya ketika membabtis atau berkhotbah, tetapi setiap waktu. Selamat kepada para Pendeta yang baru menerima penahbisan. Mewakili Pimpinan HKBP Kadep Marturia HKBP Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dalam kata-kata bimbingannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jemaat yang memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal para calon Pendeta selama beberapa hari, itu sama halnya dengan memberi tempat tinggal kepada Tuhan kita. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan dengan baik. Kita berharap kiranya para Pendeta yang baru ditahbiskan ini menjadi Pendeta yang baik melayani. Kami lihat dari luar, Gereja ini biasa-biasa saja, namun begitu masuk ke dalam ternyata Luarbiasa. Pdt. Marolop memberitahukan Pimpinan HKBP sangat mengetahui bagaimana beratnya mendirikan Gereja HKBP Cinere ini, namun ketahuilah bahwa Tuhan kita itu yang menjaga diseluruh kehidupan, gereja di seluruh dunia menghadapi tantangan namun itu dimenangkan oleh Tuhan. Kami berdoa melalui parhalado, jemaat dan tokoh-tokoh Gereja ini semakin berkembang pelayanannya melalui gereja HKBP Cinere, melalui Parhalado, melalui jemaat, melalui kepanitiaan. Kini semakin bertambahlah para Pendeta HKBP. Tentu ini akan menambah pelayanan HKBP semakin luas. Kiranya juga Para Pendeta yang baru ditahbiskan tidak memilih-milih tempat pelayanan dan bersedia ditempatkan dimana saja. Lakukanlah tugas pelayanan lebih baik lagi dan takut akan Tuhan.
Selesai acara Ibadah, dilanjutkan dengan acara Makan siang bersama dan ramah tamah. Acara berakhir penuh dengan sukacita terselenggaranya penahbisan Pendeta dengan baik. Selamat melayani bagi para Pendeta HKBP yang baru. >>> Biro Informasi HKBP ( Sumber Berita hkbp.or.id)


PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE 22 DESEMBER 2013

 

                    Pdt Budianto Sianturi

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE




Cinere, (22/12/2013)
Gereja HKBP Cinere merupakan salah satu dari sekian ribu Gereja HKBP yang terpilih menjadi tempat Penahbisan Pendeta HKBP. Gereja yang baru satu tahun berdiri dan terbangun ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Penahbisan Pendeta kepada 28 orang Calon Pendeta HKBP yang baru. Kegembiraan parhalado dan jemaat HKBP Cinere menjadi tuan rumah patut mendapat pujian. Sambutan yang ramah menambah suasana sukacita di Minggu Adven IV.
Meskipun diguyur hujan gerimis, acara ibadah Penahbisan Pendeta, diawali Prosesi yang dipimpian Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh,  Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM, para Praeses, Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dan 28 orang calon Pendeta yang akan menerima tahbisan (26 orang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Pimpinan hadir beserta Istri.
Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh, Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM





Prosesi disambut 2 orang remaja HKBP Cinere yang dengan tersenyum senang memberikan bunga pangku kepada Ompungboru H.L Br. Purba dan seorang remaja lagi mengalungkan bunga kalung kepada Ompui Ephorus. Usai mengalungkan bunga, dengan ramah Ompui mengajak kedua anak remaja itu berjalan memasuki ruang Gereja HKBP Cinere.
Di dalam gedung Gereja HKBP Cinere, Prosesi disambut Koor indah dari HKBP Cinere membawakan nyanyian “Denggan BasaNa”, kemudian Sekretaris Jenderal HKBP membawakan Liturgis.  Khotbah disampaikan oleh Ompui Ephorus, Warta gereja dibacakan oleh Pendeta Ressort HKBP Cinere Pdt. Manaris R.E. Simatupang, MTh dan doa syafaat oleh Praeses VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh.




                                            Foto : Isteri Isteri  Pendeta Yang mau di tahbiskan
                                    Pdt Budianto Sianturi/Ny Pdt B Sianturi Br Banjarnahor
                                                             Menyalami Ompui Ephorus
                                Penahbisn Oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Willlem TP Simarmata MA
                                          Berfose sebentar : Seteleah pembekalan
                            Dengan anak Siakkangan Yosua Sianturi sebelum Penahbisan


Mengawali khotbahnya yang diambil dari Matius 3 : 1 – 12, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan Selamat Adven dan juga selamat hari Ibu yang langsung dijawab serentak Ibu-ibu  sambil tersenyum dengan ucapan : “Selamat hari Ibu”. Ephorus mengatakan “Tibalah kita pada Minggu Advent yang ke-empat, kita diajak untuk melihat jauh menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, kesanalah kita diajak orang-orang percaya menanti-nanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.”
Ada dua hal yang disampaikan oleh Tokoh Reformator Marthin Luther, pertama ia mengatakan : Setiap waktu, setiap hari kita berlari menuju akhir. Sadar atau tidak sadar kita bergerak menuju masa akhir yaitu menyongsong hari kedatangan Tuhan.  Yang kedua, ia katakana : “Meskipun esok akan berakhir dunia ini, aku akan tetap menanam pohon apel. Harus tetap bekerja, harus tetap memakai waktu selagi masih ada waktu.” Artinya, kapan datang hari Tuhan  itu bukan urusan kita, urusan kita adalah bekerja, rajin memakai waktu, meningkatkan mutu, akhlak hidup makin baik, agar hidup makin baik, makin berbuah makin berkualitas. Inilah yang mau disuarakan khotbah ini Laho paradehon dalan ni Tuhan i.
Ephorus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah itu telah hadir (nunga songgop harajaon Banua ginjang i); artinya bahwa kerajaan Allah itu sudah hadir saat ini di tengah-tengah kita, tidak dinanti-nanti lagi, melalui kedatangan Yesus Kristus. Kerajaan Sorga itu menjadikan Kasih karunia,  damai, cinta kasih, kebenaran dan keadilan, perhatian terhadap orang lain itulah yang disiapkan Tuhan Yesus dan itulah kehidupan orang yang percaya. Jelas ini adalah pemberian Tuhan kepada kita sebagai umatNya, saat Kerajaan Sorga itu telah hadir di tengah-tengah kita, sejak itu status kita berubah menjadi warga kerajaan sorga. Tugas kita sebagai warga kerajaan Allah adalah bukan posisi, tetapi fungsi dipakai oleh Tuhan. Siapapun bisa dipakai oleh Tuhan.
Tentu tantangan selalu ada, ucap Ephorus. tetapi gereja dan umat percaya terpanggil menunjukkan berbeda dari orang lain. Memang gereja semakin menghadapi persoalan-persoalan di jaman ini seperti korupsi, kekerasan, mutilasi, kerusakan alam dan lingkungan hidup, ketidakpedulian dengan sesama dan yang intoleran. Di tengah-tengah seperti itulah kita harus mengatakan : “Nunga songgop harajaon ni Debata !”


Khotbah ini juga menyampaikan bahwa Roh Kudus akan menuntun umatNya menentukan arah dan tujuan, dan Roh Kudus jualah yang akan membawa kita ke akhir yang menjadi arah dan tujuan. Roh Kudus akan memandu perjalanan hidup kita meskipun banyaknya gelombang hidup. Roh Kudus itulah yang memberi kekuatan kepada kita, tidak ada yang lain. Hendaknya ini menjadi pegangan kepada para Pendeta yang akan ditahbiskan, bahwa hendaklah mengandalkan kekuatan Roh Kudus.
Ephorus juga menyampaikan bahwa HKBP akan memasuki tahun 2014 sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP. Ephorus mengajak agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda. Harus kita nasehati dan tegur dalam kasih dan damai. Agar semakin tumbuh orang Batak yang unggul. Agar jangan hilang “tondinya”. Marthin Luther King Junior pernah mengatakan : “Bila aku melihat kejahatan tanpa mengatakan sesuatu tentang itu, anda juga penjahat.” Membiarkan suatu kejahatan itu berarti kita juga penjahat. Maka hendaknya HKBP terus menyuarakan : Nunga songgop harajaon Banua Ginjang.
Usai Khotbah, acara Penahbisan kepada 28 orang Calon Pendeta dilakukan dengan terlebih dahulu kelima Pimpinan HKBP berdiri di Altar dan Ephorus membacakan Agenda penahbisan, selanjutnya ke-empat pimpinan lainnya membacakan nats-nats Alkitab. Lalu enam orang Calon Pendeta berbaris di depan Pimpinan HKBP. Para Pendeta yang turut hadir lalu berbaris di kanan dan kiri Pimpinan HKBP dan membacakan ayat-ayat Alkitab. Kemudian Ephorus menahbiskan satu per satu para Calon Pendeta HKBP tersebut.
Saat kata-kata sambutan, ketua panitia CSt. Adhyaksa Sitompul menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Penahbisan Pendeta di HKBP Cinere meskipun persiapan waktu yang begitu singkat. Panitia merasakan begitu banyaknya dukungan jemaat HKBP Cinere, terutama telah menyiapkan rumah tinggal untuk para calon pendeta. Inilah yang terbaik yang bisa Panitia lakukan ucapnya. Mewakili jemaat HKBP Cinere bapak Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH dalam sambutannya berterimakasih kepada Pimpinan HKBP yang telah mempercayakan HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Rasa bangga juga atas kehadiran yang begitu banyak para Pendeta lengkap dengan Baju Tohonan yang membuat senang dan bangga bagi jemaat HKBP Cinere. Sejak lama gereja ini mengalami kesulitan dalam mendapat izin, bahkan hingga belasan tahun hal ini terjadi. Namun syukur akhirnya mendapat izin, maka terbangunlah HKBP Cinere ini. Bapak Edwin mengajak agar semua jemaat dan warga HKBP hendaknya berperan dan menjadi pelopor di Negara Indonesia. Kepada ke-28 Pendeta yang baru ditahbiskan, bapak Edwin berpesan kiranya dapat melayani dengan baik, hendaknya jangan menganggap dan menjadikan pekerjaan Pendeta itu adalah jabatan profesi. Jemaat HKBP Cinere memiliki semangat yang begitu tinggi, terutama mensukseskan acara penahbisan Pendeta.


Mewakili undangan, Bapak Ir. Tigor Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para Pendeta yang baru menerima tahbisan Pendeta, kiranya dapat menjaga dan menjalankan tugas tohonan hapanditaonnya. Bapak Tigor juga mengajak jemaat tetaplah bersatu dan saling mendukung dalam segala kegiatan-kegiatan gereja HKBP Cinere.  Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh yang mewakili para Pendeta menyampaikan rasa senang atas dipercayainya Distrik Deboskap melalui HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Bagi para Pendeta yang baru ditahbiskan kiranya dapat menjalankan poda tohonannya sebaik-baiknya. Mewakili Pendeta yang menerima tahbisan Pdt. Ridon Siagian menyampaikan ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere yang telah bersedia menjadi tempat Penahbisan Pendeta dan sangat ramah kepada para calon Pendeta selama beberapa hari di Cinere. Terlebih atas kesediaan jemaat memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal bagi Para calon Pendeta, tentunya ini tidak akan terbalaskan dan terlupakan. Rasa terimakasih atas semua yang telah mendukung dan membantu serta mengajari sehingga kami bisa ditahbiskan menjadi Pendeta di HKBP. Sebagai ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere, mewali yang ditahbiskan, Pdt. Ridon membacakan pantun : HKBP Cinere….HKBP Kenangan. Disana dulu tahbisan dilaksanakan…….. HKBP Cinere….Tempat yang takkan terlupakan…. Disana kami 28 orang ditahbiskan menjadi Pendeta….. HKBP Cinere adalah tempat yang indah……..karena disana Tuhan akan memberkati.

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan  bahwa kemana kita pergi kemana kita melangkah Tohonan Hapanditaon itu melekat di dalam diri kita, bukan hanya ketika membabtis atau berkhotbah, tetapi setiap waktu. Selamat kepada para Pendeta yang baru menerima penahbisan. Mewakili Pimpinan HKBP Kadep Marturia HKBP Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dalam kata-kata bimbingannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jemaat yang memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal para calon Pendeta selama beberapa hari, itu sama halnya dengan memberi tempat tinggal kepada Tuhan kita. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan dengan baik. Kita berharap kiranya para Pendeta yang baru ditahbiskan ini menjadi Pendeta yang baik melayani. Kami lihat dari luar, Gereja ini biasa-biasa saja, namun begitu masuk ke dalam ternyata Luarbiasa. Pdt. Marolop memberitahukan Pimpinan HKBP sangat mengetahui bagaimana beratnya mendirikan Gereja HKBP Cinere ini, namun ketahuilah bahwa Tuhan kita itu yang menjaga diseluruh kehidupan, gereja di seluruh dunia menghadapi tantangan namun itu dimenangkan oleh Tuhan. Kami berdoa melalui parhalado, jemaat dan tokoh-tokoh Gereja ini semakin berkembang pelayanannya melalui gereja HKBP Cinere, melalui Parhalado, melalui jemaat, melalui kepanitiaan. Kini semakin bertambahlah para Pendeta HKBP. Tentu ini akan menambah pelayanan HKBP semakin luas. Kiranya juga Para Pendeta yang baru ditahbiskan tidak memilih-milih tempat pelayanan dan bersedia ditempatkan dimana saja. Lakukanlah tugas pelayanan lebih baik lagi dan takut akan Tuhan.
Selesai acara Ibadah, dilanjutkan dengan acara Makan siang bersama dan ramah tamah. Acara berakhir penuh dengan sukacita terselenggaranya penahbisan Pendeta dengan baik. Selamat melayani bagi para Pendeta HKBP yang baru. >>> Biro Informasi HKBP ( Sumber Berita hkbp.or.id)


Saturday, 28 December 2013

Jamita Minggu 29 Desember 2013 ( Kolose 3:15-17)

Bahan Jamita Minggu Dung Natal, 29 Desember 2013

Pasangap Ma Debata Dingolum
Kolose 3 : 15-17
Ginurithon ni : Pdt Ebenezer Munthe 
      A.      Patujolo
Disurathon Apostel Paulus do surat on hatiha dibagasan hurungan ibana ala ni pamaritahonon di barita na uli (Kol.4:3, 10, 18). Marhite barita sian si Epapras dibege Ap.Paulus taringot tu haporseaon nasida di Kristus Jesus suang songon i nang holong ni roha nasida mida angka nabadia. Dibege si Paulus do taringot tu haporseaon nasida di Kristus Jesus, suang songon i nang holong  ni roha nasida mida angka na badia. Barita las ni roha do on. Alai di sisi na asing, dihilala si Paulus do adong siparungkilhononna marpardomuan tu halak Kolose i ma: haroro ni angka parbarita na asing (Pat. 2 : 4 “Umbahen hudok songon i, asa unang dihatahatai deba hamu marhitehite malomalo ni panghuling”). Hombar tu si ma disurathon Apostel Paulus surat on, dohot maksud laho margogoihon haporseaon ni halakKristen na di Kolose mangadopi angka pangajarion sian guru-guru palsu. Marhite Kolose 2: 4- 3:4, boi tangkasanta pangajarion ni Apostel Paulus mangadopi angka ajaran sesat i, i ma na pahehehon muse angka tuntutan ni ugamo hajahudion.
Deba sian pangajarion i, i ma: na patoruhon (meremehkan) hamonangan ni Kristus maradophon angka tradisi-tradisi naung leleng. Isarana taringot tu pantang-pantang di sipanganon manang siinumon, manang siala ni pesta manang poltak bulan, manang ala ni ari Sabat pe (Kol.2:16, 20-23). Jadi hombar tuson, dipatuduhon si Paulus do ulaon dohot hamonangan ni Kristus maradophon hasiangan on. Ibana naung monang i, i do na patut sisombaon, sioloan, jala ganup halak na porsea ingkon mangolu dibagasan ngolu na imbaru naung pinaimbaru ni Kristus. Ra hombar tu latarbelakang na songon on ma naeng antusanta surat na tu halak Kolosse on. Ihut tu na patuduhon hasurungan ni Kristus, dipatuduhon si Paulus do muse dibagasan surat on pangajarion taringot tu ngolu hakristenon.
Angka sipaingotna na tarida di bindu 3 dohot 4, i ma dalan laho pahinsathon ngolu hakristenon ni halak Kolosse uju i. Tumangkas dibagasan turpuk Epistel on, boi idaonta pangajarion/ nasehat-nasehat na bersifat umum sian si Paulus taringot tu pola hidup na imbaru dibagasan hamonangan ni Kristus i.
      B.      Hatorangan
1.    Ayat 15, dipatuduhon si Paulus do dasar ni sude sipaingotna on i ma: Dame ni Kristus. Dame ni Kristus i ma silehonlehon na balga na pinasahatNa tu siseanNa na parjolo i, naung tu sude angka siihuthon Ibana. Dame on do manjou angka na porsea gabe sada daging, gabe marhahaanggi. Marhite dame i do dimungkinkan p[arsaoran/ persekutuan di angka na porsea. Hombar tu si ma, molo maringan jala mangarajai dame on dibagasan roha ni jolma, di si ma talup jala margogo jolma i laho manghangoluhon ngolu na imbaru ma sian Kristus i. Di si do boi jolma patuduhon parasinirohaon, habasaron, haserepon, dohot sandok pangalaho na hinalomohon ni Debata. Manghalashon silehonlehon na balga on, disosohon si Paulus do marhhite na mandok “gabe parroha mauliate ma hamu”, asa saluhut halak naung dapotan asi ni roha dohot sibasabasa sian Debata umboto paSAHATHON HAMAULIATEONNA.
2.    Ayat 16-17: sikap ni roha na mandok mauliate tarida do i dibagasan panangihononhon jala pangulahonon di hata ni Kristus. Na  naeng dohonon ni si Paulus marhite on i ma asa marhite na manangihon hata ni Kristus jala paianhon hata i ditongatonga ni ngolu, naeng margogo ganup halak masiajaran jala masipaingotan. Hata masiajaran marlapatan: mangurupi dongan mardalan di dalan na sintong. Masipaingotan marlapatan paholanghon dongan sian dalan  na sala. Suang songon i tarida do marroha hamauliateon nang marhitehite ende pujipujian pasangaphon Debata ditonga ni punguan. Marlapatan; disosohon Apostel Paulus do hinaringkot ni angka ende-ende ditonga ni parpunguan songon bagian tetap di angka kebaktian i. Di pangujungi ni turpuk on, disosohon si Paulus muse asa, molo tung diulahon angka na porsea i angka ruhutruhut ni ngolu na imbaru, naeng saluhutna marhitehite Goar ni Tuhan Jesus huhut dibagasan roha mauliate. Ra naeng dohononna marhite on, asa unang adong jolma i na patengahon diri, mangarajumi angka pambahenanna na denggan maradophon donganna jolma.
3.       Sipahusorhusoron
  Ø  Mangolu dibagasan holong: Angka naung pinillit ni Debata dibagasan haluaon naeng  ma mangolu dibagasan haholongon. Ala haholongon i sian Debata do tu angka na pinillitNa asa dapotan haluaon. Jala haholongon i do hataridaan ni ngolu na imbaru. Dibagasan na manghaholongi dongan jolma ma tarida holong tu Debata, sabalikna ndang manghaholongi dongan jolma marlapatan ndang  manghaholongi Debata (pat. 1 Joh.4:20). Naeng ma angka naung dihaholongi Debata saor tu angka dongan jolma asa marhite parsaoran i dihilala nasida holong ni Debata; adong kepedulian, na rup manghilala di sitaonon nang las ni roha dongan jolma. Jala ima hadirion ni jolma naung ditompa Debata asa mar-sosialisasi (masitumpahan) dipardalana ni  ngoluna. Ndang didok asa mamulik diri halak Kristen, manang padaohon diri, alai gabe panondang, hatiuron nang pasupasu ma. Tung pe didok Hata ni Debata “unang ma hamu sarombang dohot portibi on”, na marlapatan ndang hita na gabe terpengaruh na sian portibi on, alai sabalikna hita angka na porsea i do na mempengaruhi dunia. Holong ni roha i na marguru tu Kristus Jesus, ido na mangihoti hita dohot halak na asing, na mambahen hita gabe marhahaanggi (bersaudara). Martahan do hangoluan di sandok portibi on molo adong HOLONG.
  Ø  Rade mangajari. Angka naung mangolu dibagasan Jesus Kristus, dipatuduhon do semangat haimbaruon ni ngolu, jala ndnag holan dirina na dibangun, manang dipauliuli. Alai adong do rohana laho pauliulihon donganna jolma nang humaliangna. Dipatuduhon ma i marhite na olo mangajari manang paingothon, ndang olo dipasombu dongan nang humaliangna dibagasan haotoon nang hapogoson. Alai boha do hita nagka na porsea i laho pamajuhon pandaraman, manang ngolungolu ni donganna jolma. Asa marhite i ma dijou angka na porsea i gabe pasupasu tu humaliangna. Adong aksi nyata parbue na nihaporseaonna sian Kristus Jesus naung paluahon hita sian dosa nang  hamatean i. Ganup ruas ni Tuhanta ingkon mangajari donganna na so umboto jala paingothon donganna na lilu (ptds. Hes.33:7)
  Ø  Girgir Mandok Mauliate tu Debata. Angka naung manghilalahon denggan basa ni Debata dohot asi ni rohaNa marhitehite Jesus Kristus, naeng ma patujolohon Debata disandok pargulmiton ni ngoluna. Songon sikap na pinatuduhon ni Apostel Paulus, na marlapatan ; ndang dirinta be naeng tapatujolo manang tapasangap marhitehite pambahenanta, ndang dirinta naeng pujion ni halak ala ni pangalahonta, alai Debata ma naeng marsangap. Nasa na taulahon di ngolunta ingkon rajumanta do songon hamauliaton ni rohanta tu Debata, ai saluhutna na adong di hita marharoroan sian Ibana. Ndada holan sinamot, manang ngolu portibi on na nilehon ni Debata tu hita, alai lumobi ma ngolu na imbaru marhitehite Jesus Kristus; na gok hasonangan; ima hangoluan na salelengnilelengna i, naung tahangoluhon di pardalanan ni ngolunta marhitehite panogunoguon ni Tondi Parbadia i.  Sadalan ma na tarsurat di Johannes 15:4Sai mian di bagasan Ahu ma hamu, songon Ahu di bagasan hamu! Songon ranting i, na so tarbahen marparbue anggo sian dirina, anggo so mian di hau anggur i; laos songon i hamu, anggo so mian di bagasan Ahu hamu”. I do na tama di ngolu ni na porsea, ai marhite Ibana do adong gogo di hita laho mangulahon angka siulaonta ganup marsadasada.Ala ni i naeng rohanta nang ngolunta girgir mandok mauliate tu Debata. Amen.

Sunday, 22 December 2013

Penahbisan Pendeta HKBP Cinere 22 Desember 2013



Penahbisan Pendeta HKBP 28 Orang di HKBP Cinere Minggu 22 Desember 2013
Penahbisan Pendeta HKBP Dilaksanakan Oleh HKBP Kepada 28 orang  Pendeta dari Guru Huria
Pdt Amir Siregar
Pdt Amran Marpaung
Pdt Anggiat Serasi Gultom
Pdt Budianto Sianturi
Pdt Diaman Simanjuntak
Pdt Giat M Simangunsong
Pdt Goklas Simanungkalit
Pdt Harapan Lumban Gaol
Pdt Joni Panjaitan
Pdt Marudut Simanjuntak
Pdt Hotman Aritonang
Pdt Budiman Bakara
Pdt Parlan Marpaung
Pdt Sahat Sibuea
Pdt Sahat Siagian
Pdt Manganar Sitorus
Pdt Wandi Purba
Pdt Onna Jonal Silaban
Pdt Ridon Siagian
Pdt Ricardo MP Lumbantobing
Pdt Robinson Tumanggor
Pdt Robinson Marpaung
Pdt Osban Silitonga
Pdt Tongam Siahaan
Pdt Lukber Simatupang
Pdt Pendi Marbun
Pdt Sariaman Nainggolan
Pdt Tunggul Hutahaean


Pembekalan Kepada 28 Orang Calon Pendeta HKBP

PEMBEKALAN KEPADA 28 ORANG PARA CALON PENDETA HKBP

Cinere, (21/12/20013)  
Sehari menjelang acara Tahbisan Pendeta HKBP (22/12), Pimpinan HKBP memberikan pembekalan kepada 28 orang calon Pendeta HKBP di HKBP Cinere (26 Oang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Acara pembekalan diikuti dengan ibadah Penyerahan Baju Tohonan Pendeta. Kapala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Welman P. Tampubolon memimpin Liturgis dan Khotbah, dalam khotbahnya Kadep. Koinonia menekankan pentingnya untuk mempersiapkan diri dalam pelayanan, terlebih saat ini para calon Pendeta esok akan menerima Tohonan Hapanditaon, tugas itu tidak gampang, dibutuhkan kerja keras dan spritualitas yang tinggi. Tidak mencari-cari tempat pelayanan yang enak, melainkan siap ditempatkan dimana saja. Banyak jemaat yang membutuhkan pelayanan saudara, maka mulailah melayani umat Tuhan penuh dengan semangat yang tinggi, ucap Pdt. Welman.
Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA sedang menyampaikan pembekalan kepada 28 0rang Calon Pendeta HKBP
28 orang calon Pendeta yang akan menerima Tahbisan Pendeta mengikuti pembekalan dengan baik
Ephorus HKBP Pdt. W.T.P Simarmata, MA dalam pembekalannya menyebutkan bahwa Baju Tohonan itulah yang akan dipakai untuk menyampaikan penghiburan, meneguhkan, menyampaikan pos ni roha, dan juga Firman Allah. Ephorus menekankan bahwa hidupmu itulah yang menjadi khotbahmu, hidupmu itulah yang paling banyak dilihat jemaat. Perlu di jaman ini pendeta yang creative, pendeta yang kreative dia sabar di tempat pelayanannya. Teruslah merenungkan poda tohonannya agar semakin bias memahami betapa besarnya tanggungjawab dalam pelayanan kita. Jangan sampai minggu-minggu berlalu tanpa memimpin sermon guru-guru Sekolah Minggu. Maka pakailah waktu dan kesempatan untuk guru-guru Sekolah Minggu.
 
HKBP Cinere memberikan bantuan tas kepada 28 calon Pendeta sebagai bentuk rasa bangga menjadi tuan rumah pentahbisan Pendeta
Kadep Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon sedang menyampaikan khotbah pada acara pembekalan kepada 28 orang calon Pendeta
 
Ephorus menyebutkan bahwa investasi terbesar di jaman ini adalah pendidikan anak-anak. Adalah sukacita yang besar jika anak-anak kita sukses. Janganlah sermon kita setiap minggu sia-sia, hindarilah sermon dengan menggunakan Impola. Ingatlah 7 poda tohonan itu dan terjemahkanlah itu menjadi pelayanan yang lebih baik. Pesan untuk para istri pendeta, hendaklah terus mendukung pelayanan suami. Jangan lagi ada para isteri Pendeta yang ber sms kepada Pimpinan yang menanyakan tentang mutasi. Biarlah itu urusan si Pendeta. Para isteri hendaklah mengingatkan para suami untuk selalu melayani di jalan Tuhan. Kesusksesan pelayanan suami itu tidak terlepas dari peran isteri dan sebaliknya kegagalan pelayanan suami itu juga adalah karena factor isteri. Maka melayanilah penuh kesungguhan, jangan coba-coba mempermain-mainkan Tohonan.
Penyerahan Baju Parhobas Guru Huria kepada Pimpinan HKBP
Penandatanganan Surat Perjanjian bersedia ditempatkan dimana saja
Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA memberikan Baju Tohonan dan Agenda HKBP kepada Calon Pendeta
Oleh Sekretaris Jenderal menyampaikan bahwa dalam pelayanan perlu memiliki komitmen. Setiap pelayan hendaknya memiliki kemampuan intelektual, kecerdasan emosional dan juga spiritual. Sekjen mengajak agar para pendeta bisa memanfaatkan IT dalam meningkatkan pelayanannya untuk lebih baik lagi. Sekjend menekankan, bahwa di HKBP Cuma ada satu Baju Tohonan, yaitu Baju Tohonan Pendita, sedangkan Guru Huria, Bibelvrouw dan Diakones adalah Baju Parhobas. Maka hargailah Baju Tohonan tersebut.
Saat setelah menerima Baju Tohonan dan Agenda HKBP
Pimpinan HKBP berfoto bersama dengan Panitia Lokal HKBP Cinere
Sebelum acara Ibadah dimulai, Gereja HKBP Cinere dengan penuh rasa simpati menyerahkan bantuan tas kepada masing-masing para Calon Pendeta yang diserahkan oleh Praeses Distrik VIII Deboskap, Pendeta Ressort HKBP Cinere dan Panitia Lokal. Akhirnya dalam acara khusus, ke-28 orang calon Pendeta HKBP dengan berbaris lalu berjalan pelan ke arah Pimpinan HKBP Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA, Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh dan Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh langsung menyerahkan Baju Parhobas Guru Huria yang selama ini mereka kenakan selama menjadi Guru Huria di HKBP. Setelah diterima Pimpinan, baju parhobas Guru Huria tersebut disimpan. InI merupakan baru pertama kali berlangsung, sebab memang haruslah menyerahkan Baju Parhobas dan selanjutnya akan menerima Baju Tohonan. Usai menyerahkan Baju Parhobas, Calon pendeta tersebut menandatangani Surat Perjanjian bersedia ditempatkan dimana saja. Usai menandatangani Surat Perjanjian secara bergilir Ompui Ephorus menyerahkan Baju Tohonan dan juga Agenda HKBP. Sambil menyerahkan Baju Tohonan dan Agenda HKBP Ompui Ephorus menyebutkan kata-kata peneguhan untuk melayani dengan sungguh dengan menggunakan Baju Tohonan dan Agenda yang mengandalkan Kekuatan Tuhan saja. Usai menyerahkan Baju Tohonan dan Agenda HKBP, ke-empat Pimpinan HKBP langsung memimpin Perjamuan Kudus bagi para calon Pendeta bersama dengan keluarga.
Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh sedang menjelaskan tentang ID Card yang akan diberikan kepada para Calon Pendeta
Suasana saat memberikan penjelasan kepada para calon penerima tahbisan Pendeta di halaman luar HKBP Cinere
Foto bersama para Calon Pendeta sebelum menerima Tahbisan Pendeta di HKBP Cinere
Selesai acara Ibadah, ke-28 Calon Pendeta berfoto bersama dengan Pimpinan dan selanjutnya makan bersama dengan menikmati menu khas Bali yang non Kolesterol berbungkus daun dan alas keranjang anyaman. Usai makan malam, ID Card para calon Pendeta tersebut dibagikan oleh Biro Personalia. Turut hadir pada acara tersebut Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh, Praeses Distrik XXI Banten Pdt. Patar S. Napitupulu, M.Min, Praeses Distrik XVII Indonesia Bagian Timur Pdt. Danner Siregar, STh, MM, Praeses Distrik XXVII Kaltimsel Pdt. Banner Siburian, MTh, Praeses Distrik IV Toba Pdt. Robert Silaban, STh, Pdt. Ir. Thomson Sinaga, STh, MM, Pdt. Parinsan Simanungkalit, STh, Pdt. Ramli Hutagaol, STh, Pdt. Sarlen Lumbantobing, STh, MA, Pdt. Nekson Simanjuntak, MTh, Pdt. Bintahan Harianja, STh, MSi, Pdt. Manaris Simatupang, STh dan Panitia lokal. Selamat mempersiapkan diri untuk menerima Tohonan Hapanditaon. >>> Biro Informasi HKBP