Tuesday, 9 September 2014

SALING MENERIMA Roma 14:1-12

Roma 14:1-12 | Membuka Diri Untuk Saling Menerima

Ada persoalan nyata terjadi pada jemaat di Roma antara jemaat yang dikatakan disini “lemah imannya” yang hanya memakan sayur-sayuran dan menganggap hari yang satu lebih penting dari hari yang lain dengan jemaat yang memakan segala jenis makanan dan menganggap semua hari sama saja (ay. 2,6).

Kondisi ini terjadi karena memang jemaat di Roma ada orang Yahudi dan yang Non-Yahudi. Ada dari kalangan Yahudi yang percaya kepada Yesus, namun dalam pola kehidupan mereka sudah sangat melekat hukum Taurat yang tidak begitu saja meninggalkannya. Namun yang pasti bahwa persoalan yang terjadi bukanlah mengenai prinsip dasar iman Kristen bahwa keselamatan satu-satunya hanya melalui Yesus Kristus, tetapi lebih kepada masalah pemahaman praktis. Jika Paulus mengatakan yang “lemah imannya” lebih menitikberatkan pada kehidupan orang yang belum sepenuhnya mampu memahami pembenaran karena iman (Rm.10:4), sehingga mereka terusik ketika ada saudaranya dari Non-Yahudi melakukan apa yang tidak mereka lakukan
Maka persoalan yang terjadi:
Yang makan segala jenis makanan menghina yang tidak makan
Yang tidak makan menghakimi yang makan segala jenis makanan
Maka Paulus memberikan reaksi atas persoalan ini untuk tidak saling menghina dan menghakimi, karena pada dasarnya mau makan sesuatu ataupun tidak kita melakukannya adalah untuk Tuhan. Pada ayat-ayat selanjutnya juga (ay. 15-23) Paulus dengan tegas menyatakan supaya jangan seorang menjadi batu sandungan bagi saudaranya, sebab Kerajaan Sorga bukanlah masalah makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Sehingga celakalah orang yang karena makanannya orang lain tersandung.
Dalam konteks kita di Indonesia bukan hendak menyatakan bahwa ada yang “imannya lemah” dan ada “imannya kuat” sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasul Paulus. Namun tidak dapat kita pungkiri perjumpaan kita sesama Kristen yang berbeda denominasi dan juga perjumpaan iman Kristen dengan kekayaan adat dan budaya dapat memicu hilangnya semangat kesatuan jemaat Kristen. Nasehat Paulus ini dapat menjadi renungan bagi kita bersama untuk tetap menjaga kesatuan orang Kristen di Indonesia untuk tidak saling menghina dan menghakimi ditengah-tengah perbedaan.
Kata kunci yang perlu kita perhatikan bahwa bagaimana pun cara yang kita lakukan kita melakukannya untuk Tuhan. Terlebih jika iman Kristen bersinggungan dengan budaya dan adat, kita memang mesti berhati-hati untuk tidak terjun kepada sikap dualisme. Kita tidak menolak adat dan budaya bahkan harus dikembangkan, namun kita harus benar-benar bertanya apakah memang adat yang dilakukan memang benar-benar untuk memuliakan Tuhan, atau justru sebaliknya ada alasan dan tujuan tertentu dibaliknya.
Sikap menghina dan menghakimi menjadi bahaya dalam kehidupan berjemaat yang harus dihindari. Karena hal tersebut dapat merusak keutuhan jemaat. Seorang motivator Mike George mengatakan: “Ketika menghakimi dan menghina, kita berhenti untuk mencoba memahami orang lain, dan hubungan pun secara efektif terlumpuhkan”. Bahwa ketika kita menciptakan label yang negatif kepada seseorang kita sedang menciptakan penghalang dalam hubungan kita.
Ketika kita berhadapan dengan perbedaan baik sikap maupun pendapat, bagaimana kita untuk menyikapi dengan arif dan bijaksana. Tuhan tidak menjadikan kita hakim bagi sesama kita justru kita menjadi “penjaga” sesama kita sebagaimana khotbah minggu yang lalu (Yehezkiel 33: 7-11). Jika terjadi perselisihan bagaimana kita menjauhkan sikap anti, benci apalagi dendam terhadap sesama kita.
Sebagaimana yang Paulus sampaikan juga pada ayat-ayat sebelumnya (Roma 13:8-14) untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, bahwa dengan mengasihi sesamanya manusia sudah memenuhi hukum taurat. Sikap menghakimi dan menghina bukanlah sikap yang dilandasi sikap mengasihi sesama. Kasih itu bukan untuk menghakimi dan menghina tetapi adalah untuk menerima terlepas dia memiliki perbedaan sikap dan pendapat dari kita (14:1; 15:7).
Paulus menjelaskan, bagaimana karya keselamatan Kristus dalam kematian dan kebangkitanNya adalah wujud penerimaan Tuhan akan terhadap manusia yang berdosa. Tuhan tidak memandang kehinaan manusia itu, Dia mau menerima kita untuk memasuki kehidupan yang kudus. Hal ini ditegaskan supaya setiap orang percaya juga dapat saling menerima satu dengan yang lain yang walaupun dalam ukuran manusia tidak dapat diterima.
Penerimaan yang tulus bukan hanya sekedar menerima seseorang karena memang layak diterima, namun penerimaan itu lebih jauh lagi tidak sekedar “say hello” “horas” atau apapun itu yang hanya pada ucapan saja. Namun penerimaan yang tulus itu tanpa mempersoalkan apapun pandangan dan sikapnya namun kita tetap terbuka untuk mengasihinya sebagai saudara.
Kita tidak di tuntut untuk berubah langsung secara radikal, namun bagaimana kita mulai mau membuka diri untuk menerima kasih Allah bekerja dalam kehidupan kita.  
Kasih adalah penyembuh dalam hubungan yang kurang baik dan kasih akan memperbaiki perbuatan dan sikap yang kurang baik. 
Ketika kita saling mengasihi maka kita akan saling memperbaiki diri satu dengan yang lain. Yang dituntut untuk kita lakukan hanyalah mulai membuka diri untuk mengasihi dan menerima kasih orang lain. Sehingga persekutuan jemaat tetap terjalin dengan baik tanpa menghina dan menghakimi, tetapi untuk saling memahami, memaafkan dan saling memperbaiki diri.( Sumber.sukacitamu.blogspot.com)

Wednesday, 30 July 2014

Camp Remaja & Pemuda HKBP Wahidin Baru 26- 27 Juli 2014

Foto bawah : Suasana Camp Remaja HKBP Wahidin Baru
Dalam Rangka Tahun Remaja dan Pemuda HKBP 2014 , Remaja dan Pemuda HKBP Wahidin Baru, Resort Wahidin Baru mengadakan Camp Remaja dan Pemuda Selama 2 Hari bertempat di Halaman Gereja HKBP Wahidin Baru. Yang mengambil Thema  Amsal 19 : 20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. Dengan Sub Thema : Masa depan ku ada di tanganku ( MASBULO: Masalah Buat Lo ). Acara ini Bertujuan supaya Para Remaja Memanai masa depannya dengan mendengarkan nasihat dan menerima didian dari orang tua, Guru dan Gereja. Remaja adalah Generesi Gereja HKBP Berikutnya.  Dalam Foto di atas nampak para Remaja di latar belakangi Tenda sedang serius mendengarkan arahan dari Pdt A Aritonang Sm.Th yang membuka kegiatan ini secara Resmi. Mereka Tinggal di Tenda tenda yang sudah didirikan itu selama 2 Hari. Dalam acara pembukaan diadakan kebaktian singkat dan diiringi lagu lagu Rohani Populer, Kidung Jemaaat dan Buku Ende HKBP . 
Dalam Kegiatan ini disugughi beberapa agenda acara yang dapat menumbuh kembangkan persaudaraan diantara sesama mereka,  Acara Pembukaan di pandu oleh Nanci Yosephin Simbolon SH, MH. Doa Pembuka Oleh Pdt B Sianturi, hadir juga dalam kegiatan ini St Drs H Siregar, Ketua Parartaon HKBP Wahidin Baru , St Ir JF Sidabariba, Seksi Remaja dan Pemuda . 
Kegiatan ini Disponsori Oleh ; NHKBP Wahidin Baru Resort Wahidin Baru. dan Beberapa pemerhati Remaja dan Pemuda al. Ny Sinurat Br Manihuruk ( Tinar Manihuruk ) Ny Nadeak Br Silaban ( Magda Lusiana Silaban ) Doris Manik. NHKBP Megambil Peranan penting dalam penyelenggaraan event ini, dengan mencari dana dengan Bazar makanan dan minuman setiap hari minggunya.
Dala Foto : Namapk NHKBP Mengadakan Bazar Makanan dan Minuman untuk menggalang dana Cam Remaja dan Pemuda HKBP Wahidin Baru . Dari Kiri ke kanan : Elsha Yolanda Aritonang, Lisa Rumina Siregar S.Pd, Tinar Manihuruk, Doris Silalahi, Meliana Saragi, Echi Yolinda Aritonang, Corry Sitohang, Hendra Siahaan, Dorus Manik, Stephanie Rebecca Rajagukguk, Agnes Simarmata, Herman Rumapea SE, dan Jonar Indra Sitohang SH. 
Para Remaja dan Pemuda di bekali dengan Berbagai Acara, Games yang meningkatkan persaudaraan, MEDITASI, Tinar Manihuruk memandu acara dengan Piawai di selingi dengan kelakar kelakar yang meyejukkan . Para Remaja di ajari oleh para mentor dengan berbagai macam ragam kegiatan, Tentang kedisiplinan, Mental, Kesetiakawanan, dan Pertumbuhan iman.
Ada 27 Peserta Remaja yang tingkat pendidikannya Mulai dari Tingkat SLTP Kls 1 s/d SLTA Kls 2 Mereka dibagi atas 4 Kelmpok , yang mereka namai : Kelompok Yunus, Kelompok Daud , Kelompok Yehezkiel dan kelompok Yosua , Ke depan mereka akan dibina untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan Gereja, mengikuti Kegiatan Koor Remaja di HKBP Wahidin Baru . Mereka kelihatan ceria walaupun latih dan capek namun keceriaan nampak di wajah mereka, dengan berbagai kegiatan yang mencerahkan mereka,  Dalam kesempatan itu juga merka disuguhi  dengan Filim Filim yang bersifat membangun semangat dan mental yang kuat dalam mengarungi kehidupan sebagai Remaja supaya jauh dari Kenakalan Remaja dan Pemuda sekarang ini . Narkoba, Tawuran dan Game on line yang tidak membangun

Terimakasih Kepadan NHKBP Wahidin Baru Yang Telah Sukses Menyelenggarakan Camp Remaja Ini


Friday, 18 July 2014

Ulang Tahun Pernikahan Yang Ke 13 Budianto Sianturi & Trina Melati Banjarnahor, 14 Juli 2001-14 Juli 2014

Genap Usia Pernikahan Kami 13 Tahun pada Hari Senin 14 Juli 2014, Budianto Sianturi & Trina Melati Banjarnahor, Kami menerima Pemberkatan Pada Hari Sabtu 14 Juli 2001 Tepatnya 13 Tahun silam, di HKBP Untemungkur Resort Untemungkur ( Dulu Resort Muara ) Distrik XVI Humbang Habinsaran . Ketika itu 3 Dari keluarga Kami menerima Pemberkatan Nikah yaitu Ibotoku, Donni Marulak Parasian Sianturi Dengan Joslan Simbolon Pada Hari Senin 16 Juli 2014, Di Gereja Katolik Simbolon , dan ito Hot Demak Richa  Natal Sianturi dengan Thomson Sihombing, Pada 22 Juli 2014 di HKBP Simatupang Resort Muara . Kami 6 Bersaudara sekarang sudah 5 Yang Berumah Tangga ( Nikah ) ito Kami Ria Sianturi Menikah dengan Maringan Satria Darma Pasaribu pada sabtu 21 Juni 2014 di HKBP Bukit Lima Tanah Jawa, dan Adek Kami Ondong Sianturi Menikah dengan Desi Hutahaean Pada Sabtu 12 Juli 2014 di HKBP Untemungkur Muara , Tinggal Satu lagi yang belum Menikah yaitu : Renofa Betharia Sianturi.

( Foto : Pdt Budianto Sianturi & Trina Melati Banjarnahor Am.k)




( Foto : Pernikahan : Lae/ Ito : Joslan Simbolon & Donni Marulak Parasian Sianturi/ Floria  Senin 16 Juli 2001 di Samosir )



( Foto : Pernikahan Lae/ Ito : Maringan Satria Darma Pasaribu & Ria Sianturi  Menerima Pemberkatan Nikah di HKBP Bukit Lima Resort Raja Maligas Tanah Jawa Sabtu 21 Juni 2014 )

( Foto Pernikahan Adek kami : Ondong Sianturi & Desi Hutahaean  Sabtu 12 Juli 2014 di HKBP Untemungkur )



Ulang Tahun Pernikahan - Dihikmati atau Diperingati?


13924290191135247612
Sumber : http://www.pinterest.com/pin/94716398387386118/
Pernikahan adalah sebuah momen yang bernilai kesejarahan bagi banyak pasangan hidup di muka bumi ini.  Maka, ulang tahun pernikahan banyak dianggap sebagai tonggak sejarah dalam memasuki hidup baru. Hidup yang pada mulanya mungkin dianggap rumit, atau dianggap seindah impian. Tergantung setiap kepala membangun persepsinya.
Pun setiap pasangan memiliki beragam cara dan sikap menyambut hari ulang tahun pernikahan mereka. Sebagian melewatkan begitu saja, atau bahkan sama sekali  terlupa :)
Sebagian lainnya memilih membangun kesyukuran seperlunya. Sekadar kembali mengingat lintasan peristiwa yang telah menghimpun apa yang terserak. Mengapungkan kenangan bersama untuk mencipta bahagia dan kesyukuran yang nyata. Yaitu mempererat jalinan cinta yang telah terbina, merekatkan ikatan hati, dan memperkuat tekad untuk saling berbagi dan menjaga hingga nanti.
Sebagiannya menyambut dengan lebih spesial. Yaitu dengan aneka syukuran hingga pesta meriah yang menghadirkan banyak undangan. Bila perlu, pesta yang diatur sedemikian rupa sehingga diperlukan jasa penyelenggaraan acara.
Peringatan perayaan hari ulang tahun pernikahan tentu tidak lahir begitu saja.  Budaya tersebut berasal dari dunia barat.
Pada tahun 1659, John Evelyn menulis buku mengenai pesta ulang tahun pernikahan yang diberi judul “Diary”.  Kemudian Samuel Pepys juga menuliskan buku yang serupa, namun fokusnya lebih kepada pesta kawin perak untuk usia pernikahan 25 tahun. Tulisan tersebut lalu dipublikasikan di tahun 1806 oleh Anna Letina Barbauld yang juga menulis tentang pernikahan perak.
Tahun 1860 di Inggris dipublikasikan mengenai kawin emas untuk peringatan usia 50 tahun pernikahan. Tahun 1872 pesta kawin intan menyusul bagi pasangan yang telah menikah selama 60 tahun. Sejak itulah ulang tahun pernikahan diperingati oleh segenap masyarakat.
Belakangan muncul istilah-istilah yang mengikuti terkait ulang tahun pernikahan mulai dari yang pertama.
1 = kawin kertas
2 = kawin kapas/mori
3 = kawin kulit
4 = kawin buah/buahan/bunga/buku
5 = kawin kayu/balok
6 = kawin besi
7 = kawin tembaga/kuningan
8 = kawin karet
9 = kawin gerabah
10 = kawin aluminium
11 = kawin baja
12 = kawin sutera / linen/nilon
13 = kawin renda
14 = kawin gading
20 = kawin cina
25 = kawin perak
30 = kawin mutiara
35 = kawin jade/karang/jade
40 = kawin rubi
50 = kawin emas
55 = kawin zamrud
60 = kawin intan
Mengingat ulang tahun pernikahan meski tanpa harus membuat pesta perayaan menurut hemat saya adalah hal yang cukup berguna. Manusia kadang membutuhkan tonggak-tonggak sejarah untuk menghikmati kesyukuran yang sampai di tangannya.
Namun alangkah lebih baik jika tanpa harus menunggu ulang tahun pernikahan tiba, setiap kepala mampu membangun keindahan persepsi atas pasangan masing-masing. Ketika hari ini rambut perak mungkin bertebaran di sana sini di kepala, kenangkan bahwa ketika rambut indah berkilau itu telah menemani perjalanan hingga puluhan tahun berikutnya.
Ketika rasa kesal dan jengkel sempat singgah karena hal-hal kecil dan perbedaan sudut pandang, bahwa dulu kala begitu engkau mendambakan melewati jalan terjal bersamanya dengan segala kemungkinan yang terjadi.
Ketika tangan yang lembut kini telah keriput, kenangkan bahwa waktu yang dipinjamkanNya tak kan merubah persepsi kehangatan kasih yang mengaliri kedua telapaknya. Meski fisik dan rupa beranjak menua, namun rasa dan cinta yang terjaga di tempatnya tak kan mengurangi  kemampuan diri untuk terus memuliakannya.
Ya, ulang tahun pernikahan adalah sekadar sarana atau media dan seremonial semata. Ia tidak sekadar perlu diperingati, tetapi lebih urgent untuk dihikmati. Karena jauh di lubuk hati terdalam, diperlukan kesungguhan untuk merawat anugerah dan berkah yang dilimpahkanNya yaitu pasangan hidup yang telah dipersandingkanNya untuk kita. Cinta adalah kalori bagi kekuatan hati  yang tak pernah habis tercerna melintasi waktu, untuk siapa pun mereka yang mampu menghargai anugerah terindah Sang Maha Cinta itu sendiri.

Thursday, 10 July 2014

Manghatindang Haporseaon

Manghatindanghon Haporseaonna Parguru Malua HKBP Wahidin Baru
Minggu 29 Juni 2014 
Dari kiri ke kanan : Nadya Imerelda Tambunan, Dwi Julika Nababan, Jean Jeane Ralin Nababan, Widya Saputri Sihaloho, Pretty Silitonga, Siska Noviyanti Siregar, Teresia Siagian, Sri Nonawati Siadari, Sugita Br Pasaribu, Dicky Jeremia Oktavian Panjaitan, David Simarmata, David Siagian

Pdt Amos Aritonang, Sm.Th & Pdt Budianto Sianturi Berfoto Bersama dengan Peserta Naik Sidi

Dalam Kesempatan itu Gereja Menyerahkan  Hadiah kepada Juara
Juara  I   : Jean Jeane Ralin Nababan
Juara II  :  Dicky Jeremia Octavian Panjaitan
Juara III: Widya Saputri Sihaloho


SELAMAT  : Parangehon ma hata na ginuruhon mi ai ido hangoluan mu
                      Sai Burjuma ho rasirasa mate dungi lehononNa ma tu ho tumpal Hangoluan


Medan , Minggu 29 Juni 2014

Friday, 6 June 2014

SELAMAT ULANG TAHUN YOSEPHA CINTYA BELLA SIANTURI Yang Ke 8, 26 Mei 2014

 YOSEPHA CINTYA BELLA SIANTURI


Tak terasa sudah 8  tahun kau hadir menemani kami, Tepatnya 26 Mei 2014
Kau hadir KAMI SANGAT BAHAGIA .  Kau bh cinta kami..kau penyejuk di jiwa ini
Kau memang kami damba, kami nanti dengan sengenap jiwa
Boruku Tersayang..
Kau harapan kami tuk masa depan
Kau bisa membuat sedih jadi bahagia
Boruku sayang.. Boru Hasian
Kau kekuatan cinta yang tak ada tandingannya
Kala kau bahagia kami sangat bahagia
Kala kau sedih hati ini ikut bersedih bahkan lebih sedih dari yang kau rasa
Dikala kau sakit semua tubuh ini juga terasa sakit
Segenap jiwa kami berikan untukmu  Boruku  Sepenuh hati kami berjuang untukmu
Harapan kami padamu jadilah anak Baik, Pintar, Takut akan Tuhan dan Patuh pada orangtua.  Anak yang berbakti pada semua
  Borukami  Tersayang doa dan restu  kami selalu menyertaimu  Selalu dan selalu …
Hanya untuk kebahagianmu
Abang. adek kakak , mama dan papa mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN YANG ke 8 Untukmu : Yosepha Cintya Bella Sianturi 26 Mei 2006- 26 Mei 2014. Teruslah belajar dan Berprestasi

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 12 YOSUA ALEXANDO SIANTURI ( 06 JUNI 2014 )


 YOSUA ALEXANDO SIANTURI
Datang sudah hari ini,  Jumat 06 Juni 2014
Hari dimana dulu aku dilahirkan, 06 Juni 2002
Hari dimana orang tertawa sekaligus haru
Menjelang perkenalanku dengan dunia ini

Hari ini aku mengenang kembali
Kerikil-kerikil tajam yang memperkaya arti hidupku
Manisnya madu cerita hidup yang membuat senyumku lepas…
Tapi apa yang telah aku berikan
Untuk orang – orang yang tertawa sekaligus haru
Menjelang kelahiranku

hari ini genap sudah umurku 12 thn
Apa yang telah kuberikan untuk
Agamaku untuk tuhanku untuk kedua orang tuaku
Untuk sahabatku yang rela berkorban untukku

Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru…

Apa yang yang harus ku persiapkan untuk
masa depanku, untuk akhirat ku, untuk
kedua orang yang mencintaiku dan untuk tuhanku
Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang, akau masih banyak bermain main dan tidak belajar keras

Ya, berhutang pada diriku…karena aku belum menunjukkan prestasi yang baik
Karena ibadahku masih pas-pasan…perjuanganku masih belum maksimal.
aku berjanji semoga di hari hari depan aku dapat lebih baik lagi

Friday, 30 May 2014

PENAHBISAN 3 SINTUA Dan Pelepasan Sintua Pensiun di HKBP Wahidin Baru, Medan

Pada Hari Kamis Tepatnya pada hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus 29 Mei 2014, 3 Sintua Baru di Jangkon ( Ditahbiskan menjadi Sintua ) di HKBP Wahidin Baru, Yakni St Manusun Manullang AMd, St Jones Siahaan S.Pd , dan St Kamudin Butar-butar . Yang telah menjalani masa Learning selama 2 Tahun dan telah menjalani Intensif pembinaan Calon Sintua  selama 2 Bulan Penuh. Acara ini berlangsung dengan Hikmat diterangi Tema Kristus do Ulu na mangatasi saluhutna . yang disampaikan oleh Pdt Amos Aritonang Sm.Th . Dan Panjanghonon dipimpin Pdt HKBP Resort Wahidin Baru Pdt Amos Aritonang Sm.Th . Pemberian Agenda dan Pembacaan SK Pengangkatan Sintua Oleh : Pdt Budianto Sianturi. ( Pelakasna Guru Huria HKBP Wahidin Baru ). ke 3 Sintua yang Baru di Tahbiskan didampingi oleh Isteri masing masing sebagai wujud nyata mereka juga ikut menjadi parhalado  ( molo sintua amantai ikkon dohot do tong inantai sintua ). dalam foto : Terlihat Pendeta Sedang memberkati Tahbisan baru 
Suasana Pesta hari Kenaikan Tuhan Yesus, di HKBP Wahidin Baru, Seluruh Parhalado Memakai Jubah.dan dalam foto ini Pendeta Menyampaikan Selamat Hari kenaikan kepada seluruh Warga Jemaat yang hadir .
Dan Pada Hari itu Juga HKBP Wahidin Baru Melepaskan St Drs  Jisman Siburian Memasuki Masa Pensiun karena Umurnya suda mencapai 65 Tahun.nampak dalam Gambar St Drs Jisman Siburian dan Ibu Br Siagian menyampaikan Kata perpisahan kepada seluruh jemaat. Sebelum Pelepasan yang dipimpin Pdt Resort ( Pdt Amos Aritonang Sm.Th ) Pembacaan Berita Pelayanan St Drs J Siburian di bacakan oleh Pdt Budianto Sianturi. 
St Drs J Siburian di Tahbiskan 7 September 2003. Jabatan yang pernah di embannya 
1. Anggota Dewan Diakonia 2003- 2008
2. 2008 - 20012 Ketua Parartaon HKBP Wahidin Baru
3. 2011- 2013 Bandahara Seksi Pembangunan HKBP Wahidin Baru 
4. 2012-2014 Paniroi ( Seksi Sekolah Minggu ) HKBP Wahidin Baru
Dan Selama 11 Tahun St Drs Jisman Siburian Taat dan Tekun Melaksanakan Pelayanan sebagai Sintua sebagaimana Paulua Mengatakan dalam 2 Timoteus 4 :5  Sahat Ula Tohonan mi . 
Dan Pada kesempatan itu Kata sambutan untuk Yang di Tahbiskan disampaikan Oleh St Drs P Tampubolon . Dan Menyatakan Selamat Bergabung bagi Sintua Baru dalam Pelayanan di HKBP Wahidin Baru. Yang Mewakili Parhalado memberikan kata sambutan Pada sintua Pensiun adalah St A Siahaan, beliau mengatakan, Terimakasih Pada St Drs J Siburian atas pengabdian dan pelayanannya Selama ini : Selamat Memasuki Pensiun. Utusan dari ruas Ny Rumapea Br Sagala/Rusmida Sagala S.Pd Menyampaikan Rasa terimakasaih yang sangat besar kepada Tuhan dan St Siburian yang telah mengabdikan dirinya dengan baik selama menjadi sintua, khususnya di Sektor III. Dan Juga kepada Tahbisan Sintua Yang Baru Br Sagala menyatakan SELAMAT Melayani .