Sunday, 29 December 2024

Khotbah Ibadah di Polres Asahan, YESAYA 32:8 Berani Menegakkan Kebenaran dan Berbudi Luhur Dampak Kebenaran

 

Khotbah Ibadah di Polres, YESAYA 32:8

Berani Menegakkan Kebenaran dan Berbudi Luhur

                                                                Dampak Kebenaran


Ketika mendengar kata “kebenaran”, apa hal yang langsung terlintas dalam benak kita? Bagi sebagian orang, kata kebenaran hanyalah suatu kata yang indah maknanya, tetapi sulit untuk dilakukan. Bagi sebagian orang lain, kata kebenaran adalah kata yang terlalu muluk-muluk dan mustahil, yang hampir tidak mungkin ada lagi di dunia modern saat ini. Mungkin ada juga sebagian orang yang berpendapat bahwa kebenaran adalah istilah Kristen yang cukup ada di gereja dan tidak perlu dibahas di lingkungan luar gereja (di masyarakat, di kantor, dan lain sebagainya). Bagi saya, pendapat orang yang menganggap bahwa kebenaran itu sebagai sesuatu yang kuno atau kurang berarti, itu adalah pertanda bahwa mereka belum sungguh-sungguh mengenal apakah kebenaran itu.

32:8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian

Dalam kitab Yesaya 32:1 tertulis ayat: “Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,” Ini adalah gambaran raja yang benar dan pemimpin yang benar.

Prinsip dari seorang raja yang benar adalah ia memerintah menurut kebenaran, dan prinsip seorang pemimpin yang benar adalah memimpin menurut keadilan. Pada hakekatnya, kebenaran dan keadilan berjalan beriringan dan tidak akan saling bertentangan.

Raja disini berbicara soal pemimpin suatu bangsa atau pemerintahan. Dalam masa sekarang hal ini berarti presiden atau perdana menteri. Seorang presiden harus memerintah menurut kebenaran, inilah syarat seorang presiden yang benar di hadapan Tuhan dan rakyat. Kalau presiden memerintah menurut pendapat seseorang, ini sangat tidak benar, apalagi bila menurut kepentingan seseorang atau golongan tertentu.

Pemimpin-pemimpin semua lembaga pemerintahan juga harus memerintah menurut keadilan, bukan menurut perintah seseorang yang tidak benar. Lembaga-lembaga yang ada haruslah menjalankan fungsinya sesuai dengan kebenaran dan keadilan.

Lebih lanjut dalam Yesaya 32:8 tertulis: “Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.” Ini merupakan sumber awal bagaimana sikap dan tindakan seseorang itu akan menjadi benar dan adil atau sebaliknya, salah dan tidak adil.

emua manusia merindukan hidup yang luhur. Luhur artinya tinggi, mulia, sangat baik. Semua ingin menjadi orang luhur, baik dirinya sendiri bahkan dalam diri dan hidup orang-orang yang dikasihinya.

Bahkan orang jahat dan berdosa pun jauh di dalam hatinya selalu ada kerinduan untuk menjadi orang baik sama seperti orang lain. Penjahat yang bertobat berubah arahnya hidupnya ke hal-hal yang luhur sebab ia mengambil tindakan untuk mewujudkan keinginan menjadi orang baik yang ada di dalam hatinya.

Tiga tingkatan menjadi luhur adalah:

1. Bertindak luhur. Bagi orang-orang yang biasa bertindak egois bahkan melawan norma perilaku berdasarkan perikemanusiaan, maka hal ini adalah sangat sulit sebab memang benar bahwa yang paling sulit dari sebuah pekerjaan adalah memulainya tetapi harus dimulai dengan mengambil tindakan seperti orang luhur.

2. Merancang hal-hal luhur. Banyak orang sudah selalu bertindak luhur tetapi itu semacam tindakan yang menjadi kebiasaan saja tetapi ia tidak berpikir untuk membentuk dunia ini menjadi luhur. Baginya cukup ketika menjadi orang yang luhur dalam semua yang dilakukannya. Orang seperti ini adalah luhur tetapi ia belum berbudi luhur.

3. Berbudi luhur. Orang yang selalu memikirkan (merancang) keluhuran dan bertindak berdasarkan keluhuran disebut sebagai orang berbudi luhur.

Orang yang tindakannya baik tetapi pikirannya tidak luhur adalah orang munafik. Orang yang memikirkan keluhuran tapi bertindak fasik tetap disebut orang fasik, penjahat. Nilai hidup ditentukan oleh pikiran (dorongan, niat untuk melakukan segala sesuatu) dan tindakan.

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8). (*)

Seorang pemimpin apakah presiden maupun pemimpin yang lain, haruslah memiliki budi luhur agar yang ia rancangkan hanyalah hal-hal yang luhur, dan selalu bertindak luhur. Bila budi kita sudah tidak luhur, melainkan luntur oleh keinginan berkuasa, motivasi harta, ketakutan akan manusia, takut miskin, takut kehilangan, takut ini dan itu, maka niscaya semua yang dilakukan tidak akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Hari ini kita belajar suatu prinsip kebenaran dari Alkitab tentang bagaimana kita harus memiliki budi luhur dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Prinsip ini bukan hanya untuk pemimpin melainkan untuk kita semua, karena dalam lingkup tertentu dan dalam scope yang lebih kecil, kita adalah seorang pemimpin, yaitu pemimpin bagi keluarga, pemimpin bagi kelompok masyarakat, pemimpin grup, dan terutama pemimpin bagi diri sendiri. Oleh karena itu, sejak awal kita harus punya dan memegang kokoh prinsip kebenaran ini. Sebab sikap seorang pemimpin besar ditentukan dari sikapnya dalam memimpin diri sendiri.

Kiranya kita semua selalu berada dalam kasih dan karunia-Nya. Kita doakan bangsa dan negara kita Indonesia agar para pemimpin diberikan hati yang kuat seperti “hati singa”, untuk berjalan dalam kebenaran dan keadilan, dan agar kita sendiri pun hidup dalam kebenaran dan keadilan itu. Tuhan Yesus memberkati.

Alkitab menyelamatkan polisi dari kematian setelah ditembak oleh penjahat

ARGENTINA.- Seorang polisi diselamatkan dari kematian , dilindungi oleh Alkitab yang dibawanya di dada , ketika dia ditembak oleh beberapa orang asing.

Petugas Felipe Rebollo, yang menjaga jalan-jalan sebuah kota dekat lingkungan Belgrano, diserang dari sebuah mobil oleh dua orang yang memanggilnya dengan nama. Saat pria berseragam mendekat, salah satu pria menembaknya dua kali . Peluru pertama tidak mengenai polisi itu, tetapi peluru kedua diarahkan ke dadanya, yang untungnya menabrak Alkitab di saku kemejanya, menurut Infobae .

Selanjutnya, polisi menjawab serangan itu, jadi ada pertukaran tembakan yang berakhir ketika para penjahat melarikan diri.

Rebollo keluar tanpa cedera dari serangan itu dan hidup dengan mukjizat berkat Alkitab yang melindungi peluru . Jika bukan karena buku suci, peluru akan menghantam hati dan mati hari ini.

Para penjahat yang mencoba membunuh polisi masih buron , meskipun mereka mungkin tahu Rebollo, mereka belum dapat diidentifikasi, mereka juga tidak dapat menetapkan alasan yang dapat menyebabkan para penyerang mencoba mengambil hidup merekakepada polisi, meskipun itu berspekulasi bahwa itu bisa menjadi masalah pribadi. Bagaimanapun, polisi menyelidiki fakta.

Presisi merupakan kependekan dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Polri mempunyai moto Rastra Sewakotama yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Polri mengemban tugas-tugas Polisi di seluruh wilayah Indonesia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

3 M MELINDUNGI, MENGAYOMI, DAN MELAYANI

Separuh Napas Kami Adalah Loyalitas

Seluruh Hidup Kami Adalah Pengabdian

Semua Bakti Kami Adalah Amanah

Ciri pemimpin yang dipimpin oleh kebenaran:

1.      Mengambil keputusan bukan karena perasaan senang atau tidak senang; suka atau tidak suka

2.      Mengambil keputusan bukan karena apa kata orang banyak

3.      Mengambil keputusan bukan karena untuk menyelamatkan diri atau mau aman

4.      Tetapi karena kebenaran (nilai-nilai).

Pemimpin yang melakukan pembaruan hidup

Pembaruan hidup seperti apa?

1. mereka akan melihat kebenaran

2. mereka akan mendengar kebenaran

3. mereka dapat menimbang untuk memilih kebenaran

4. mereka akan berbicara kebenaran

I. PRIBADI LUHUR DENGAN INTEGRITAS YANG KUAT

B. Integritas dan Kepribadian yang dapat Dipercaya

II. PRIBADI LUHUR DENGAN RESPEK YANG TINGGI

PRIBADI LUHUR DENGAN PENATALAYANAN YANG MEMBUMI

  1. Memaknai Penatalayanan
  2. B. Kepemimpinan Manajemen dan Penatalayanan

 

AMA SONGON MALIM DI TONGA NI BAGAS BAPA ADALAH IMAM DI TENGAH KELUARGA

 

AMA SONGON MALIM DI TONGA NI BAGAS

BAPA ADALAH IMAM DI TENGAH KELUARGA



BAPAK SEBAGAI IMAM

Pemahaman teologis tentang Imam adalah seorang yang ditugaskan mempersembahkan kurban dihadapan Allah. Dengan kata lain ia dipilih untuk berdiri mewakili umat dihadapan Allah. Dalam dimensi kepemimpinan seorang bapak didalam rumah tangga seperti ungkapan diatas, maka sebagai imam seorang bapak bertanggung jawab untuk menuntun dan memperkenalkan seluruh keluarganya kepada Alllah yang memelihara mereka. Itu berarti bersedia meluangkan waktu untuk berkumpul/mengumpulkan keluarganya untuk bersama sama mendengarkan kehendak Tuhan lewat firmanNYA. Menjadi pemimpin yang membuka dan menutup hari dengan doa. Akrab dengan firman Tuhan, tidak menjauhkan diri dari persekutuan baik dirumah maupun ditengah kehidupan berjemaat.Ia harus berdiri mewakili keluarganya dihadapan Allah, ia bertanggung jawab penuh atas tindak tanduk kehidupan keluarganya, khususnya perkembangan anak anak yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Pada dimensi persekutuan jemaat (keluarga Allah) dimana sang bapak itu berada, hal yang sama juga seharusnya terjadi. Kaum bapak harus berperan lebih aktif lagi ditengah kegiatan persekutuan, pelayanan, kesaksian dan pembianaan warga gereja/jemaat. Ini tidak berarti kita mengesampingkan peran peran kaum ibu, pemuda dan pejabat gereja dalam tugas dan tanggung jawab tersebut. Sebagaimana layaknya seorang laki laki ia harus menjadi pelopor / pionir dalam usaha usaha menyaksikan tanda kasih kemurahan Allah  bagi penyelamatan umat manusia dan dunia.

 

PERAN Yang Harus Dimiliki BAPAK

Dalam keberadaanya seperti disebut diatas maka peran Bapak dapatlah kita lihat antara lain sebagai berikut :

§  Pemimpin Keluarga.

            Sebagai pemimpin ia bukan penguasa. Karena penguasa dan kepala rumah tangga itu sebenarnya ialah Yesus Kristus. Sehingga ia tidak berhak menguasai kehidupan keluarganya. Namun dengan arif dan bijaksana ia harus mengemudikan biduk rumah tangganya seperti seorang nahkoda kapal.

Seorang Bapak adalah pemimpin yang tegas tetapi penuh kasih dan terbuka terhadap keluarganya (komonikatif). Ia juga adalah seorang ‘Gembala’ yang menuntun kawanan domba gembalaanya dan menentukan arah perjalanan mereka (domba). Ia mencari dan membawa dombanya untuk mendapatkan makanan dan minuman, menjaga dan mengayomi, merawat dan mengasihi domba-dombanya (Maz 23 ; Yes 40 : 11 ; Yeh 34& Yoh.10 ).

Kepemimpinan seorang Bapak tidak dapat ditumpahkan semuanya kepada istrinya, apalagi pembantu rumah tangganya. Karena dengan demikian ia sebenarnya sedang melakukan proses pembentukan seorang pemimpin masa depan melaui ‘ teladan ‘ yang dinyatakan lewat pikiran, perkataan dan perbuatannya (Ef. 4 : 17-32) kepada anak-anaknya. Disinilah keberadaan bapak sebagai  “ pemberi hidup “.

§  Sebagai sahabat sejati

Kita mengerti bahwa seorang bapak haruslah menyayangi keluarganya. Menyayangi bukan hanya memberikan kecukupan makan, minum, sandang, pangan, papan dan kebutuhan lainnya.tetapi ia haruslah merupakan seorang kekasih yang sejati bagi istrinya ( I Pet 3 : 7 ), yang tak segan berbagi dan mengasihi istrinya (Ef 5 : 25 )

Ia adalah sahabat sejati bagi anaknya, pelindung yang selalu memperhatikan anak-anaknya ( Maz 103 : 13 ). Dengan demikian sebagai pemelihara seorang bapak bertanggung jawab untuk selalu memelihara cinta kasih, memelihara waktu, hubungan, perasaan dan ketertiban serta kebersamaan keluarganya. Hadiah terpenting bagi keluarga kita adalah‘ waktu dan kepedulian ‘ kita terhadap keadaan dan masalah mereka.

§  Sebagai pendidik yang baik

Harta terbaik yang dapat kita wariskan kepada anak-anak kita adalah pendidikan. Oleh karena itu seorang bapak haruslah memperjuangkan agar anak anaknya mendapatkan didikan yang baik dan benar ( Amsal 3 : 12-15 ). Agar dengan demikian ia mendapatkan pengetahuan yang benar dengan berkhidmat kepada Allah Tuhannya. Bapak adalah bapak yang dapat dipegang perkataanya, tidak senang berdusta tetapi senang berkata benar ( Ef 4 : 25 ). Tegas dan penuh disiplin ( Ibr 12 : 10 ) tetapi dengan penuh kasih mendidik anak anaknya ( Ef 6 : 4 )

 

 

PERAN DAN FUNGSI BAPA DALAM KELUARGA

Banyak yang bilang peran seorang ibu lebih penting dibandingkan dengan seorang ayah. Ternyata, faktanya peran ayah juga tidak kalah penting dalam sebuah keluarga. Seperti yang dikatakan oleh psikolog anak dan keluarga, bahwa peran ayah sebenarnya sangat berat. Selain memiliki tanggung jawab yang besar, seorang ayah harus menjadi panutan bagi anak dan istri. Seorang ayah berperan sebagai pengayom, imam, pendidik, dan teladan dalam keluarga. Seorang Ayah memiliki tanggung jawab penuh di sana. Ia juga menambahkan bahwa, seorang ayah harus memiliki andil yang besar dalam memberikan norma-norma keagamaan dan kebaikan di dalam keluarga.

Berbicara tentang fungsi dan peran seorang ayah dalam keluarga Kristen, sesungguhnya mempunyai banyak keterkaitan dan sangat luas untuk dijabarkan. Dari awal Allah sendiri yang berinisiatif untuk menghadirkan seorang ayah ketika Allah menciptakan Manusia (Kej. 1 : 26 – 28). Dan sesungguhnya, seorang ayah itu berasal dari Adam dan Adam merupakan ciptaan Allah (Luk. 3 : 38). Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa seorang ayah itu sesungguhnya berasal dari Allah sendiri. Adapun beberapa fungsi dan peran seorang ayah dalam keluarga, menurut Alkitab, adalah sebagai berikut:

1. Sebagai seorang Imam di tengah-tengah keluarga (Kel. 19 : 6,Hak. 17 : 7,10a)

Tugas dan fungsi keimaman bagi seorang ayah adalah menjadi teladan kebenaran dan kekudusan (iman dan perbuatan, kesetiaan dan ketaatan). Seorang Ayah harus bertanggung jawab mengarahkan, mengajar, mendidik dan membimbing (berjalan bersama) keluarga untuk bertumbuh ke arah Kristus. Seorang Ayah dalam keluarga harus memastikan bahwa keluarga hidup takut akan Allah serta mendoakan dan memimpin keluarga kepada persekutuan dengan Tuhan secara pribadi, keluarga dan jemaat.

 

2. Sebagai seorang Pemimpin bagi keluarga (1 Tim. 3 : 4-5; Ef. 5 : 23a)

Tugas ayah Kristen sebagai pemimpin antara lain menetapkan, mengarahkan, menuntun keluarga kepada visi dan misi berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, dengan berakar pada kehendak Allah. Sebagai pemimpin bagi keluarga ayah bertanggung jawab mengawasi, menjaga dan melindungi keluarga serta memberikan rasa aman dan nyaman. Seorang ayah juga harus dapat mengenali karunia yang dimiliki setiap anggota keluarga, mengarahkan dan berupaya memfasilitasi guna pemberdayaannya. Tidak kalah pentingnya sebagai seorang pemimpin , seorang ayah harus dapat mempersatukan keluarga, menjadi teladan bagi keluarga dan bertanggung jawab atas seluruh aspek kehidupan keluarga

 

3. Seorang Pencari Nafkah bagi Keluarga (Kej. 2 : 15, 3 : 19)

Setelah kejatuhan Adam ke dalam dosa, Allah memperbaharui hukum kerja yang telah diberikan kepadanya di Taman Eden. Alkitab mengatakan: “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu….” Hukum yang baru inilah yang diwariskan oleh Adam kepada semua ayah yang ada di dunia ini yaitu kerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tetapi harus disadari sebagai ayah tidak hanya bekerja untuk mencari nafkah tetapi sekaligus memberi teladan kepada anak-anak bahwa demikianlah tanggung-jawab seorang ayah. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seorang ayah untuk malas bekerja mencari nafkah. Karena kalau kita malas berarti kita telah menempa generasi penerus kita untuk malas (Ams. 20:13; 6:6; 10:21 b). Seorang Ayah memiliki tanggung-jawab penuh bagi keluarganya. Itulah sebabnya seorang seorang ayah disebut kepala keluarga dan juga sebagai pemimpin. Karena ayah memiliki peran penting dalam keluarga menjadi nakhoda bahtera keluarga, yang sedang berlayar mengarungi lautan luas dengan gelombang besar dan kecil, untuk menuju pelabuhan abadi yaitu surga yang kekal (Why. 21:11-21). Dalam memasuki tahun baru 2016 yang dicanangkan menjadi tahun keluarga, kiranya keluarga kita menjadi cermin keluarga Kristen yang benar, rukun dan sejahtera serta selalu memuliakan Tuhan dalam keluarga.

Status Ama dan Ina dalam Keluarga

Posisi dan peranan suami dan isteri dalam keluarga masih dominan dipengaruhi adat budaya Batak yang sifatnya patriarchat dan sangat androsentrik – sifat yang selalu mengutamakan laki-laki. Dengan demikian sikap diskriminatif masih mewarnai prilaku masyarakat Batak terhadap laki-laki dan perempuan. Sikap diskriminatif itu sangat jelas kelihatan dalam masyarakat Batak. Misalnya, kematian suami secara Adat Batak disebut sebagai peristiwa maponggol ulupatah dan terputus kepala dari tubuh. Kalau hal itu terjadi tentu tidak dapat diganti lagi. Sedangkan bila isteri yang meninggal cukup disebut matompas tataring – dipan, tempat tungku memasak roboh, runtuh, yang dapat diganti kapan saja, bahkan mungkin penggantinya dapat yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Pemahaman tentang status suami dan isteri di sini jelas dibedakan. Dalam pola pikir adat Batak, ada prapaham bahwa isteri tidak diperbolehkan mencari pengganti suami yang telah meninggal dunia. Sedangkan suami diperbolehkan bahkan sering dianjurkan untuk mencari pengganti isteri yang sudah meninggal dunia. Implikasi pemahaman ini melahirkan penghargaan yang lebih rendah terhadap isteri dan perempuan dari pada kepada suami dan laki-laki. Oleh karena itu, pemahaman terhadap status dan posisi suami dan laki-laki, demikian juga terhadap isteri dan perempuan perlu direstorasi, direvisi, diperbaharui dan diluruskan sesuai dengan harkat, martabat dan kodrat kemanusiaan.    

Ama Na Marsahala, Ina Soripada, Anak Sioloi Poda

Salah satu pokok dari tujuan restorasi kehidupan keluarga adalah pembentukan ama na marsahala–bapak yang berwibawa, ina soripada­–isteri teladan dan anak sioloi poda – anak yang patuh pada nasihat orangtua. Melihat keadaan dan kondisi keluarga masa kini, sudah sangat jauh dari pola hidup dan karakter sebagai ama na marsahala, ina soripada dan anak sioloi poda. Berbagai hal yang menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah ekses negatif dari era globalisasi, yang melahirkan industrialisasi, kemajuan teknologi dan kecanggihan perangkat-perangkat teknologi informasi.

Kini sudah menjadi kenyataan dan dapat dilihat secara kasat mata, bahwa so many fathers and mothers, but so few parents – sungguh banyak yang menjadi bapak dan ibu, tetapi sangat sedikit yang menjadi orangtua. Menjadi seorang bapak itu mudah, cukup menjalankan fungsinya sebagai suami, yaitu menjadi ama parsinuan. Menjadi seorang ibu itu mudah, cukup dengan menjalankan fungsinya sebagai ina pangintubu. Akan tetapi menjadi ama parsinuan dan menjadi ina pangintubu belum tentu dapat berfungsi sebagai orangtua bagi anak-anaknya. Makanya, restorasi kehidupan suami isteri perlu diadakan agar mereka kembali sebagai pendidik, pembimbing, pengayom dan figur teladan kepada anak-anaknya. ( Pdt Dr Darwin Lumbantobing)

 

TOROP DO AMA NA BOI GABE AMA –AMA, ALAI OTIK DO NA BOI GABE AMA NA BURJU

TUA NI NAMARAMPANG , ALA MARPANGARUGARUAN, TUA NI NAMARAMA ALA ADONG PANGALUALUAN

MAKNA “SUAMI” BAPAK DALAM BUDAYA BATAK TOBA

Makna Suami" dalam budaya Batak yaitu:

1.          Sirongkap ni Tondi: suami, belahan jiwa/sukma, yang tercinta, yang sehati sepikiran. Ak rongkap:  jodoh, sehati, serasi dan tondi: daya hidup, sukma, jiwa.

2.          Tunggane Doli, suami, laki-laki /pasangan yang sepadan/ serasi. Ak. gana: rupa, bentuk dan Doli: laki-laki, 

3.          Siraja Nialuna: suami, tempat curahan hati, menyampaikan keluhan, bertukar pikiran, pengayom, tempat perlindungan. Ak. Alu: mengadu, menyampaikan sesuatu, menyampaikan keluh kesah.

4.          Parhalang Ulu, Halang Ulu: suami, pelindung keluarga, memberi rasa aman dan nyaman di keluarga. Ak.halang: ganjal; dan ulu: kepala. Halang ulu: bantal kepala, tempat terbaik di rumah Batak di sebelah dinding.

5.          Dongan Saripe: suami; pendamping/pasangan hidup berkeluarga. Asal kata ripe:  keluarga, family. Dongan:  temandan saripe: sekeluarga.

6.           Amang Raja: suami; kepala keluarga, pemimpin rumah tangga, yang harus dihormati.

7.          Tuan Doli: suami, laki-laki yang dihormati/dituakan dalam keluarga inti. Ak. tuan yang dihormati, dituakan; doli: laki-laki.

8.           Anak ni Raja: suami, putra raja, laki-laki terhormat. Asal kata anak ni Raja:  putra seorang Raja. Seorang suami idealnya mempunyai sifat dan perilaku yang santun, anggun, serta senantiasa dapat menjaga dan membela kehormatan keluarga dan orangtuanya.

9.          Siadopan, Amang Siadopan: suami, laki-laki yang selalu dihadapi, yang selalu berhadap-hadapan.  Ak. adop: berhadapan; amang: bapak.  Seorang suami adalah teman bertukar pikiran, tempat curahan hati dan kasih sayang, laki-laki yang selalu diperhatikan, dan laki-laki yang selalu siap berbuat terbaik kepada istri, bagai seorang bapak kepada anak.

10.      Sinonduk, sinonduk mangan: suami, Ak.sonduk: sendok; mangan: makan. Pencari nafkah keluarga.

11.      Hamulian: suami, yang menikahi, yang menerima perempuan, memberikan nafkah lahir batin. Ak. muli: menikah. 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Dari sajian di atas dapat disimpulkan bawha Bapak sangat memiliki peran penting dalam Gereja dan tanggung jawab atas pertumbuhan Iman anak. Sebagai seroang bapak juga harus bisa menjalani tanggung jawabnya dan menjadi Imam serta teladan di tengah-tengah keluarga dan gereja. Karena apabila seorang bapak tidak bisa menjadi Imam yang baik di tengah-tengah kelurga, maka anak akan menjadi factor penghambat dalam pertumbuhan Iman anak.

Dengan aktifnya bapak didalam persekutuan yang ada di Gereja, secara tidak langsung bapak telah mengajarka kepada anak bahwa pentingnya bersekutu dengan Tuhan Allah bersama warga Gereja. Sehingga dapat menambah motivasi seorang anak akan pertumbuhan Iman mereka.

Dalam hal ini juga gereja harus memiliki peran penting dalam membina persekutuan yanga da didalam gereja. Karena gereja adalah sebagai wadah/ tempat berkumpulnya orang-orang percaya kepada Tuhan Allah.

Oleh Karena itu Gereja Harus memikirkan bagaimana untuk membangun persekutuan kaum bapa di dalam gereja  pelayan gereja dan berbagai metode dan bentuk pelayanan yang tepat bagi kaum bapak. Jika ada paduan suara kaum bapak di dalam suatu gereja hal ini telah menjadi basis membina persekutuan kaum bapak, maka harus ditambahkan pula dengan melakukan pendalaman alkitab bagi kaum bapak didalam gereja.

Dan Gereja juga harus segera mengambil sikap untuk Membangun persekutuan kaum bapak, karena pada dasarnya bertujuan untuk membantu dan menolong kaum bapa agar mampu menjadi kepala keluarga yang baik sebagaimana pesan Alkitab. Tentu sebagai bapa, mereka memiliki tanggung jawab yang besar seperti; memenuhi kebutuhan keluarga, memberikan perlindungan bagi keluarganya dan menciptakan komunikasi yang harmonis di dalam rumah tangga mereka masing-masing. Dalam menjalankan tanggungjawab yang besar ini kaum bapa harus memiliki iman yang kokoh.

 

Ev. 1 Timoteus 1:12-17 Topik: Mandok mauliate siapa asi ni roha ni Debata (Mengucap syukur atas kasih karunia Allah)

 

Jamita Minggu dung Natal, 29 Desember 2024

Ev. 1 Timoteus 1:12-17

Topik: Mandok mauliate siapa asi ni roha ni Debata (Mengucap syukur atas kasih karunia Allah)



1. mandok mauliate ma Hita tu Debata di bagasan Jesus Kristus molo boi Hita sahat tu ujung ni taon 2024 on. Tarajumi Ndang ala ni hadirionta i, hamaloonta, tung holan asi ni rohaNa do. Molo tatailihon tu pudi satongkin pardalanan ni ngolu na tabolus, Godang do hagaleon dohot hahuranganta. Gariada jotjot Ndang Porsea Hita dipandonganion dohot pangaramotion ni Debata di ngolunta. Sai tarimpu do ala ni gogonta sude na i umbahen boi Hita mangolu Dope sahat tu tingkion. Taingot ma tung Tuhanta i do "na margogoihon" hita marhite asi ni rohaNa (ay. 12. Pat. BE no 183:2 ipe holan asi ni roha  sipangasahononhon i....)

2. Molo dilehon Debata Dope kesempatan tu Hita, na pasti adong do na naeng diigil Debata sian ngolunta, songon Paulus pangalele, panginsahi dohot siulahon gogo do ibana na jolo, dilehon Debata kesempatan tu ibana di bagasan asi ni roha ni Debata. Sasintongna ala hajahaton do diula Paulus, na pasti uhum ni Debata ma jambarna. Hape justru sian na songon i do dijou, dipillit, diuba Debata Ibana Gabe parhaladoNa.

3. Haporseaonta i do manuturi dohot mengajari Hita asa taboto ulaon na patut sipatupaonta. Ai tung so taboto do na sala na taula manang na Ndang anggo so Porsea do Hita tu tiruanta na denggan i Ima Kristus Jesus Tuhanta i ay 13, Pat. Joh. 13:15 ai sitiruon do Hulehon tu hamu, asa dibaen Hamu songon na Hubahen tu Hamu).

4. Halak naung manjalo asi ni roha ni Tuhanta, pasti ingkon mangolu di bagasan haporseaon dohot mangulahon holong ni roha(ay. 14 pat. 1 Joh. 4:20, pargabus do halak mandok holong rohaNa tu Debata Anggo dihosomi do donganna jolma).

5. Barita nauli, barita las ni roha tu Hita (ay. 15 Haposan jala sandok tau jaloon do hata on: Nunga ro Kristus Jesus tu portibi on, paluahon angka pardosa; sian angka i do ahu na parjolo. Mauliate ma di Tuhan, naung ro Saor tu Hita tu portibion na di pardangolan on ala dosa i, asa Unang hamatean ujung ni ngolu ni jolma i alai asa sahat tu hangoluan salelenglelengna.

6. Taingot ma molo diasii Jesus Hita, asa Gabe ulaulaNa do Hita laho pasahathon dohot pabotohon lambas rohaNa i asa sude Gabe Taruli di hamubaonnni roha (ay.16, Alai ala ni on do, umbahen na diasii ahu: Naeng jumolo marhite sian ahu patuduhonon ni Kristus Jesus sandok lambas ni rohana i, bahen tiruan di angka na naeng porsea di Ibana tu hangoluan salelenglelengna. Alani halak naung taruli asi ni roha ingkon Gabe tiruan na denggan di angka na naeng dohot naung Porsea asa sahat tu hangoluan salelenglelengna.

7. Sapala na diasii Tuhanta i Dope Hita, talehon ma ngolunta Gabe hamuliaon dohot hasangapon di Tuhanta sisalelenglelengna. Ibana do Raja na marmula i; i ma Debata na manongtong, na so dapot idaon, na mamunjung i! (17).

8. Aha ma naeng dohonon ni turpuk on tu Hita?

A. Gabe parroha mauliate ma Hita ala ni asi ni roha ni Tuhanta i naung tajalo di pardalanan ni ngolunta (1 Tes. 5:18, Mandok mauliate ma hamu siala saluhutna! Ai i do dipangido Debata sian hamu marhitehite Kristus Jesus)

B. Mauliate ma molo diparar Tuhan i Dope ngolunta tung pe godang hagaleon dohot keterbatasanta. Tapake ma kesempatan na pinasahatNa on laho manghobasi dohot patuduhon asi ni rohaNa i tu ganup halak (songon syair ni Ende rohani i: Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b'ri, hidup ini hanya sementara. Reff. Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat, bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi. Hidup ini sudah jadi berkat)

C. Hehe ma haporseaon dohot holong ni rohata di tingki Parasian na pinasahat ni Tuhan on tu Hita. Nunga ditogu Hita tu halang ulu, sai Unang be Lao tu talaga. Unang mulak tu pudi be pangalaho ni ngolu alai Gabe marhaimbaruon ma di parange, nang haporseaon, songon apostel Paulus i . Ai arga do hita ditobus, Unang be taoloi dosa dohot sibolis i, ai nunga ro Kristus tu portibi on Paluahon pardosa, jala sahali do i dipatupa. HaroroNa paduahalihon laho manguhum na ma di habangsa paruhuman i.

D. Gabe pasupasu ma ngolunta tu na humaliang. Tau tiruan ma Hita di parange, holong nang haporseaon songon Kristus tiruan na denggan i asa marmulia jala marsangap Debata Bona na dohot ujung na i. Amen.

Dienet sian Pdt Ronni Silitonga MTh 



Tuesday, 22 October 2024

UNANG HOLAN HATANA SIBEGEON ( SITAU BEGEON )

 

                                                             Pdt Budianto Sianturi, S.PAK

UNANG HOLAN HATANA SIBEGEON ( SITAU BEGEON )

Jakobus 1:19 Ingot hamu ma, angka donganku na hinaholongan: Ganup jolma, girgir ma ibana mananginangi, bangkol ma ibana mangkatai, bangkol ma tarrimas!

Natumabo diportibion ima molo boi do tangihonon ni dongan kita uju manghatai. Jala nuaeng nungga sahira sahit bei. Dengan manang so denggan pe hatantai ingkon begeon ni halaki, jala memang adong do pangkilalaan pandapot dohot ulaonta ma nIan na sintong.

Adong do piga dongan angka pangula naung pensiun, hea do deba sian nasida sanga hundul di angka uluan dohot angka kepala ni angka . Binoto do tangkas prestasi nasida tingki aktif memang mansai salut do angka sundut naumposo. Gabe songon guru do tahe nasida dipatupa angka donganna pangula. Disada rapot Huria dung gabe ruas nasida jala dohot anggota rapot , dipangido pandita ma pandapot nasida didok ma ” songonondo pandita nami, anggo hami najolo ,........... dipatorang ma angka naung hea niulana, dohot prestasina. Sampe 3 jom.. alani ingkon songonido patupaon muna.

Mulai ma marhusipi angka deba sian dongan na marrapoti, tingki reses rapot nisungkunma anggota parrapoti ai beasa songon na marhusipi hamu, ima da amang ninna ai hea do nasida dison mangula, alai di boto amang do, molo marjamita amantai mansai lambok ma sahat tu pusupusu, alai dung sun marjamita sai holan hepeng do disungkuni,gariada tahe dohot inantai holan naribut do ganup ari, masilelelelean hira film india, laos bereng amang ma annon simpul mangan sian rapoton manigor mulak mai, dohononna ma tole torushon hamu majo rapoton ate ai holan pingkiran do sian natuatua ba gogo sian naposo, alai laos nasida do annon manghatai di lingkungan ndang adong haputusan ni rapoti, dohot do au marrapot.

Toho ma tutu dung adong hata masuk ma hita asa tauduti parrapoton, mintor parmisi ma nasida muli, tolu bulan nai binoto ma muse sude hasil rapot huria didok ah ndang songoni hasil ni rapot, songonondo dipatorangma mansai lambok begeon, alai holan sahalak pe mandok ndang songoni amang ninna migor mulak do ibana

Lam leleng lambinotoma memang naung sahit do hape sian najolo, holan sitau begeon do nasida, asal adong hape manghatai ndang porlu tangihonon, jala sude naniula ni donganna sala sude holan ibana do nasintong , boha tutu songonido nuaeng ahu holan sitangihonon do ala soboi interupsi jamita songon sidang na di DPR an molo boi nian ate molo boi hita manangihon suara ni dongan ido nanaeng si parsiajaran ate anggo laho sitangihonon do naung somal doi songonnanidokna di Jakobus 1:19 Ingot hamu ma, angka donganku na hinaholongan: Ganup jolma, girgir ma ibana mananginangi, bangkol ma ibana mangkatai, bangkol ma tarrimas!

ACARA MEMASUKI RUMAH

 

  1. BERNYANYI BN HKBP No. 11 :1-2 “Apa kidung Pujianku”

Apa kidung pujianku, memuliakan nama-Mu

Ya Tuhanku, Ya Allahku, b’rilah hikmat bagiku

S’ribu syair tiada cukup menjelaskan anug’rah-Mu

Kau ‘ku puji Tuhanku, sampai akhir hidupku

2    Kobarkanlah roh, jiwaku, menyanyikan kuasa-Mu

Juga kasih setia-Mu, juga kebaikan-Mu

Harta milik dan hidupku, hanyalah anugerah-Mu

Kau ‘ku puji Rajaku, sampai akhir hidupku

Aha ma endehonongku, asa pujionku Ho

2.      PENGGUNTINGAN PITA

REHMALEMNA BR SEMBIRING

Di dalam Anugrah dan Kasih Tuhan , kami memulai dan menyelesaikan pembangunan rumah ini , Puji syukur kepada Tuhan , Tuhan kiranya memberkati kami yang bernaung di rumah ini

      P : Rumah  doa, rumah berkat, rumah persekutuan lah  rumah ini bagi keluarga  , dan semua yang keluar masuk dalam rumah ini , Tuhan Memberkati

 ( Pengguntingan pita Oleh REHMALEMNA BR SEMIBIRING

 )

3.      Penyerahan Kunci kepada Pendeta 

Kami menyerahkan Kunci rumah ini kepada Pendeta. Tuhan telah memberkati kami selama proses pembangunan sampai selesai, Buka lah bagi kami pintu rumah ini supaya keluarga dan seluruh undangan masuk, semoga Tuhan menaungi dan memberkati Rumah ini

4.      Membuka Pintu   ( Pendeta/Pimpinan)

P : Didalalam Nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus saya membuka Pintu Rumah ini Tuhan Menyertai UmatNya di rumah ini, Damai Sejahtera dan Kasih Tuhan berdiam di rumah ini Amin hamu. (Keluarga dan undangan memasuki rumah untuk beribadah)

  1. PANGGILAN BERIBADAH :

L :   “Pujilah Tuhan hai jiwaku (Mazmur 103:2)”, adalah merupakan suatu panggilan agar setiap insan memuji dan memuliakan Tuhan dan jangan melupakan segala kebaikanNya. Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah (Pengkhotbah 3:11+13). Termasuk rumah baru yang hendak ditempati ini yang kita masuki dalam nama Tuhan, semoga keluarga yang menempatinya merasa bahagia, penuh rasa sukacita. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya (Mazmur 121:8).

J :  Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga (Mazmur 127:1)

L :   Apabila kita bertempat tinggal di suatu tempat, kita akan membangun rumah dan kita tempati agar di rumah tersebut kita dapat berteduh dan menerima berkat Tuhan. Tuhan berfirman : “Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya.” (Yeremia 29:5)

J   :  Tuhanlah kiranya menyertai dan memberkati keluarga yang mendiami rumah ini.

L  :  Tetapi bukan hanya membangun rumah dan membuat kebun, tetapi juga menjalin hubungan dengan sesama dan masyarakat. Sebab beginilah firman Tuhan : “Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan.

 J    :  Sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 27:7).

L     :    Marilah sujud di hadapan Tuhan dan berseru memuji namaNya.

  1. Bernyanyi BN HKBP. No. 4 “Sekarang Bri Syukur

Sekarang b’ri syukur, kepada Tuhan Allah.

Raja dan Khalikmu, seluruh jagad raya.

Roh, tubuh, jiwamu, muliakan nama-Nya.

Berkat-Nya bagimu kekal selamanya

  1. Votum – Introitus – Doa!

L  :       Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin! TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

J :         Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

L :        Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Marilah kita berdoa! Ya Tuhan Allah kami, pujian dan syukur kami ucapkan kepadaMu. Engkau Maha Baik, berkatmu melimpah setiap saat. Terimakasih atas rumah yang baru untuk ditempati saudari kami REHMALEMNA BR SEMBIRING. Jadikanlah rumah ini menjadi rumah doa, rumah penuh damai dan sejahtera. Berkatilah keluarga ini Tuhanlah yang menyertai mereka siang dan malam. Dalam Kristus Yesus kami berdoa! Amin.           

  1. BERNYANYI dari BN NO.12:1-2 “ Hatiku MemuliakanMu “

1.      Hatiku memuliakan-Mu, ya Tuhan Rajaku

Dan ‘ku b’ritakan karya-Mu, kuat kuasa-Mu

2    Tuhanlah sumber yang kekal, dari semua yang baik

      Berkat melimpah Kau beri, dan hidup yang baka

  1.  LITANI FIRMAN TUHAN

L :        Kita telah menerima banyak berkat dari Tuhan, membuat hati kita senang dalam tuntunanNya. Sebab itu biarlah firman Tuhan menyinari hidup kita dengan mendengar yang dipesankanNya sehingga kita mengerti apa yang diminta oleh firman Tuhan kepada kita. Pemazmur berkata : “Peringatan-peringatanMu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya” (Mazmur 119:129) “Ketahuilah, bahwa Tuhan telah memilih bagiNya seorang yang dikasihiNya; Tuhan mendengarkan, apabila aku berseru kepadaNya” (Mazmur 4:4). Berpeganglah kepada firman dan berseru kepadaNya maka engkau akan mendapat berkat.

  J      :       (Bernyanyi) dari BN No.15:4       “ Andai kupunya suara indah ”

                       Andai ‘ku punya suara indah, seribu kali suaraku

Aku bermazmur sangat indah dari seluruh jiwaku

Hatiku sangat bergemar, memuji karya cipta-Mu

L :        Takutlah akan Tuhan sebab “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepadaNya tetap untuk selamanya” (Mazmur 111:10). Di dalam kitab Amsal juga dikatakan : “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal yang Maha kudus adalah pengertian” (Amsal 9:10). Kuatlah di dalam Tuhan, sebab itulah yang diminta oleh firman Tuhan : “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya” (Efesus 6:10).

J        :     (Bernyanyi) dari BN No.720:1  “ Yesus Inginkan hidupku ”

 Yesus inginkan hidupku bersinar bagiNya

 Di mana kapanpun aku, ‘kumerenungkanNya

        Refrein:

        Bersinar selalu, itulah kehendak Yesus

        Bersinar selalu, aku bersinar terus

L :        “Dan barang siapa yang haus hendaklah ia datang, dan mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma” (Wahyu 22:17). Dengan demikian kita akan merasa lega. Dan untuk menimbang segala perkara mintalah hati yang paham. Katakanlah : “Maka berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat” (1 Raja 3:9).

  1. DOA SYAFAAT  (Tangiang Pangondianon) :
  2. BERNYANYI dari BN. 730: 1 “Berdayakan dirimu”

             Berdayakan diriku ya Tuhanku

Memancarkan keindahan kasihMu

Bagi sesamaku oleh Roh KudusMu

Dari hatiku terpancar kasihMu

 

  1. RENUNGAN oleh :
  2. BERNYANYI dari BN No. 706: 1…. “Betapa banyak berkatMu”

                                       ~~~ Persembahan~~~

  Betapa banyak berkatMu, Kau b’rikan padaku

Teristimewa rahmatMu di dalam anakMu

            Refrein:

            T’rima kasih Allahku atas kes’lamatanku

            Aku masuk ke rumahMu melihat kemuliaanMu

2     Saudara dan sahabatku saluran berkatMu

      Sungguh bahagia hatiku, ‘ku jadi anakMu

           Refrein:

            T’rima kasih Allahku atas kes’lamatanku

            Aku masuk ke rumahMu melihat kemuliaanMu

3      Berkat rahmatMu tak henti selama hidupku

      Pujianku pun tak henti muliakan namaMu

 

           Refrein:

            T’rima kasih Allahku atas kes’lamatanku

            Aku masuk ke rumahMu melihat kemuliaanMu

 

  1. DOA PENUTUP – DOA BAPA KAMI – BERKAT – AMIN (3X)