Sunday, 29 December 2013

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE 22 DESEMBER 2013

 

                    Pdt Budianto Sianturi

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE




Cinere, (22/12/2013)
Gereja HKBP Cinere merupakan salah satu dari sekian ribu Gereja HKBP yang terpilih menjadi tempat Penahbisan Pendeta HKBP. Gereja yang baru satu tahun berdiri dan terbangun ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Penahbisan Pendeta kepada 28 orang Calon Pendeta HKBP yang baru. Kegembiraan parhalado dan jemaat HKBP Cinere menjadi tuan rumah patut mendapat pujian. Sambutan yang ramah menambah suasana sukacita di Minggu Adven IV.
Meskipun diguyur hujan gerimis, acara ibadah Penahbisan Pendeta, diawali Prosesi yang dipimpian Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh,  Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM, para Praeses, Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dan 28 orang calon Pendeta yang akan menerima tahbisan (26 orang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Pimpinan hadir beserta Istri.
Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh, Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM





Prosesi disambut 2 orang remaja HKBP Cinere yang dengan tersenyum senang memberikan bunga pangku kepada Ompungboru H.L Br. Purba dan seorang remaja lagi mengalungkan bunga kalung kepada Ompui Ephorus. Usai mengalungkan bunga, dengan ramah Ompui mengajak kedua anak remaja itu berjalan memasuki ruang Gereja HKBP Cinere.
Di dalam gedung Gereja HKBP Cinere, Prosesi disambut Koor indah dari HKBP Cinere membawakan nyanyian “Denggan BasaNa”, kemudian Sekretaris Jenderal HKBP membawakan Liturgis.  Khotbah disampaikan oleh Ompui Ephorus, Warta gereja dibacakan oleh Pendeta Ressort HKBP Cinere Pdt. Manaris R.E. Simatupang, MTh dan doa syafaat oleh Praeses VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh.




                                            Foto : Isteri Isteri  Pendeta Yang mau di tahbiskan
                                    Pdt Budianto Sianturi/Ny Pdt B Sianturi Br Banjarnahor
                                                             Menyalami Ompui Ephorus
                                Penahbisn Oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Willlem TP Simarmata MA
                                          Berfose sebentar : Seteleah pembekalan
                            Dengan anak Siakkangan Yosua Sianturi sebelum Penahbisan


Mengawali khotbahnya yang diambil dari Matius 3 : 1 – 12, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan Selamat Adven dan juga selamat hari Ibu yang langsung dijawab serentak Ibu-ibu  sambil tersenyum dengan ucapan : “Selamat hari Ibu”. Ephorus mengatakan “Tibalah kita pada Minggu Advent yang ke-empat, kita diajak untuk melihat jauh menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, kesanalah kita diajak orang-orang percaya menanti-nanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.”
Ada dua hal yang disampaikan oleh Tokoh Reformator Marthin Luther, pertama ia mengatakan : Setiap waktu, setiap hari kita berlari menuju akhir. Sadar atau tidak sadar kita bergerak menuju masa akhir yaitu menyongsong hari kedatangan Tuhan.  Yang kedua, ia katakana : “Meskipun esok akan berakhir dunia ini, aku akan tetap menanam pohon apel. Harus tetap bekerja, harus tetap memakai waktu selagi masih ada waktu.” Artinya, kapan datang hari Tuhan  itu bukan urusan kita, urusan kita adalah bekerja, rajin memakai waktu, meningkatkan mutu, akhlak hidup makin baik, agar hidup makin baik, makin berbuah makin berkualitas. Inilah yang mau disuarakan khotbah ini Laho paradehon dalan ni Tuhan i.
Ephorus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah itu telah hadir (nunga songgop harajaon Banua ginjang i); artinya bahwa kerajaan Allah itu sudah hadir saat ini di tengah-tengah kita, tidak dinanti-nanti lagi, melalui kedatangan Yesus Kristus. Kerajaan Sorga itu menjadikan Kasih karunia,  damai, cinta kasih, kebenaran dan keadilan, perhatian terhadap orang lain itulah yang disiapkan Tuhan Yesus dan itulah kehidupan orang yang percaya. Jelas ini adalah pemberian Tuhan kepada kita sebagai umatNya, saat Kerajaan Sorga itu telah hadir di tengah-tengah kita, sejak itu status kita berubah menjadi warga kerajaan sorga. Tugas kita sebagai warga kerajaan Allah adalah bukan posisi, tetapi fungsi dipakai oleh Tuhan. Siapapun bisa dipakai oleh Tuhan.
Tentu tantangan selalu ada, ucap Ephorus. tetapi gereja dan umat percaya terpanggil menunjukkan berbeda dari orang lain. Memang gereja semakin menghadapi persoalan-persoalan di jaman ini seperti korupsi, kekerasan, mutilasi, kerusakan alam dan lingkungan hidup, ketidakpedulian dengan sesama dan yang intoleran. Di tengah-tengah seperti itulah kita harus mengatakan : “Nunga songgop harajaon ni Debata !”


Khotbah ini juga menyampaikan bahwa Roh Kudus akan menuntun umatNya menentukan arah dan tujuan, dan Roh Kudus jualah yang akan membawa kita ke akhir yang menjadi arah dan tujuan. Roh Kudus akan memandu perjalanan hidup kita meskipun banyaknya gelombang hidup. Roh Kudus itulah yang memberi kekuatan kepada kita, tidak ada yang lain. Hendaknya ini menjadi pegangan kepada para Pendeta yang akan ditahbiskan, bahwa hendaklah mengandalkan kekuatan Roh Kudus.
Ephorus juga menyampaikan bahwa HKBP akan memasuki tahun 2014 sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP. Ephorus mengajak agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda. Harus kita nasehati dan tegur dalam kasih dan damai. Agar semakin tumbuh orang Batak yang unggul. Agar jangan hilang “tondinya”. Marthin Luther King Junior pernah mengatakan : “Bila aku melihat kejahatan tanpa mengatakan sesuatu tentang itu, anda juga penjahat.” Membiarkan suatu kejahatan itu berarti kita juga penjahat. Maka hendaknya HKBP terus menyuarakan : Nunga songgop harajaon Banua Ginjang.
Usai Khotbah, acara Penahbisan kepada 28 orang Calon Pendeta dilakukan dengan terlebih dahulu kelima Pimpinan HKBP berdiri di Altar dan Ephorus membacakan Agenda penahbisan, selanjutnya ke-empat pimpinan lainnya membacakan nats-nats Alkitab. Lalu enam orang Calon Pendeta berbaris di depan Pimpinan HKBP. Para Pendeta yang turut hadir lalu berbaris di kanan dan kiri Pimpinan HKBP dan membacakan ayat-ayat Alkitab. Kemudian Ephorus menahbiskan satu per satu para Calon Pendeta HKBP tersebut.
Saat kata-kata sambutan, ketua panitia CSt. Adhyaksa Sitompul menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Penahbisan Pendeta di HKBP Cinere meskipun persiapan waktu yang begitu singkat. Panitia merasakan begitu banyaknya dukungan jemaat HKBP Cinere, terutama telah menyiapkan rumah tinggal untuk para calon pendeta. Inilah yang terbaik yang bisa Panitia lakukan ucapnya. Mewakili jemaat HKBP Cinere bapak Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH dalam sambutannya berterimakasih kepada Pimpinan HKBP yang telah mempercayakan HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Rasa bangga juga atas kehadiran yang begitu banyak para Pendeta lengkap dengan Baju Tohonan yang membuat senang dan bangga bagi jemaat HKBP Cinere. Sejak lama gereja ini mengalami kesulitan dalam mendapat izin, bahkan hingga belasan tahun hal ini terjadi. Namun syukur akhirnya mendapat izin, maka terbangunlah HKBP Cinere ini. Bapak Edwin mengajak agar semua jemaat dan warga HKBP hendaknya berperan dan menjadi pelopor di Negara Indonesia. Kepada ke-28 Pendeta yang baru ditahbiskan, bapak Edwin berpesan kiranya dapat melayani dengan baik, hendaknya jangan menganggap dan menjadikan pekerjaan Pendeta itu adalah jabatan profesi. Jemaat HKBP Cinere memiliki semangat yang begitu tinggi, terutama mensukseskan acara penahbisan Pendeta.


Mewakili undangan, Bapak Ir. Tigor Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para Pendeta yang baru menerima tahbisan Pendeta, kiranya dapat menjaga dan menjalankan tugas tohonan hapanditaonnya. Bapak Tigor juga mengajak jemaat tetaplah bersatu dan saling mendukung dalam segala kegiatan-kegiatan gereja HKBP Cinere.  Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh yang mewakili para Pendeta menyampaikan rasa senang atas dipercayainya Distrik Deboskap melalui HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Bagi para Pendeta yang baru ditahbiskan kiranya dapat menjalankan poda tohonannya sebaik-baiknya. Mewakili Pendeta yang menerima tahbisan Pdt. Ridon Siagian menyampaikan ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere yang telah bersedia menjadi tempat Penahbisan Pendeta dan sangat ramah kepada para calon Pendeta selama beberapa hari di Cinere. Terlebih atas kesediaan jemaat memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal bagi Para calon Pendeta, tentunya ini tidak akan terbalaskan dan terlupakan. Rasa terimakasih atas semua yang telah mendukung dan membantu serta mengajari sehingga kami bisa ditahbiskan menjadi Pendeta di HKBP. Sebagai ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere, mewali yang ditahbiskan, Pdt. Ridon membacakan pantun : HKBP Cinere….HKBP Kenangan. Disana dulu tahbisan dilaksanakan…….. HKBP Cinere….Tempat yang takkan terlupakan…. Disana kami 28 orang ditahbiskan menjadi Pendeta….. HKBP Cinere adalah tempat yang indah……..karena disana Tuhan akan memberkati.

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan  bahwa kemana kita pergi kemana kita melangkah Tohonan Hapanditaon itu melekat di dalam diri kita, bukan hanya ketika membabtis atau berkhotbah, tetapi setiap waktu. Selamat kepada para Pendeta yang baru menerima penahbisan. Mewakili Pimpinan HKBP Kadep Marturia HKBP Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dalam kata-kata bimbingannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jemaat yang memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal para calon Pendeta selama beberapa hari, itu sama halnya dengan memberi tempat tinggal kepada Tuhan kita. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan dengan baik. Kita berharap kiranya para Pendeta yang baru ditahbiskan ini menjadi Pendeta yang baik melayani. Kami lihat dari luar, Gereja ini biasa-biasa saja, namun begitu masuk ke dalam ternyata Luarbiasa. Pdt. Marolop memberitahukan Pimpinan HKBP sangat mengetahui bagaimana beratnya mendirikan Gereja HKBP Cinere ini, namun ketahuilah bahwa Tuhan kita itu yang menjaga diseluruh kehidupan, gereja di seluruh dunia menghadapi tantangan namun itu dimenangkan oleh Tuhan. Kami berdoa melalui parhalado, jemaat dan tokoh-tokoh Gereja ini semakin berkembang pelayanannya melalui gereja HKBP Cinere, melalui Parhalado, melalui jemaat, melalui kepanitiaan. Kini semakin bertambahlah para Pendeta HKBP. Tentu ini akan menambah pelayanan HKBP semakin luas. Kiranya juga Para Pendeta yang baru ditahbiskan tidak memilih-milih tempat pelayanan dan bersedia ditempatkan dimana saja. Lakukanlah tugas pelayanan lebih baik lagi dan takut akan Tuhan.
Selesai acara Ibadah, dilanjutkan dengan acara Makan siang bersama dan ramah tamah. Acara berakhir penuh dengan sukacita terselenggaranya penahbisan Pendeta dengan baik. Selamat melayani bagi para Pendeta HKBP yang baru. >>> Biro Informasi HKBP ( Sumber Berita hkbp.or.id)


PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE 22 DESEMBER 2013

 

                    Pdt Budianto Sianturi

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE




Cinere, (22/12/2013)
Gereja HKBP Cinere merupakan salah satu dari sekian ribu Gereja HKBP yang terpilih menjadi tempat Penahbisan Pendeta HKBP. Gereja yang baru satu tahun berdiri dan terbangun ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Penahbisan Pendeta kepada 28 orang Calon Pendeta HKBP yang baru. Kegembiraan parhalado dan jemaat HKBP Cinere menjadi tuan rumah patut mendapat pujian. Sambutan yang ramah menambah suasana sukacita di Minggu Adven IV.
Meskipun diguyur hujan gerimis, acara ibadah Penahbisan Pendeta, diawali Prosesi yang dipimpian Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh,  Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM, para Praeses, Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dan 28 orang calon Pendeta yang akan menerima tahbisan (26 orang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Pimpinan hadir beserta Istri.
Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh, Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM





Prosesi disambut 2 orang remaja HKBP Cinere yang dengan tersenyum senang memberikan bunga pangku kepada Ompungboru H.L Br. Purba dan seorang remaja lagi mengalungkan bunga kalung kepada Ompui Ephorus. Usai mengalungkan bunga, dengan ramah Ompui mengajak kedua anak remaja itu berjalan memasuki ruang Gereja HKBP Cinere.
Di dalam gedung Gereja HKBP Cinere, Prosesi disambut Koor indah dari HKBP Cinere membawakan nyanyian “Denggan BasaNa”, kemudian Sekretaris Jenderal HKBP membawakan Liturgis.  Khotbah disampaikan oleh Ompui Ephorus, Warta gereja dibacakan oleh Pendeta Ressort HKBP Cinere Pdt. Manaris R.E. Simatupang, MTh dan doa syafaat oleh Praeses VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh.




                                            Foto : Isteri Isteri  Pendeta Yang mau di tahbiskan
                                    Pdt Budianto Sianturi/Ny Pdt B Sianturi Br Banjarnahor
                                                             Menyalami Ompui Ephorus
                                Penahbisn Oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Willlem TP Simarmata MA
                                          Berfose sebentar : Seteleah pembekalan
                            Dengan anak Siakkangan Yosua Sianturi sebelum Penahbisan


Mengawali khotbahnya yang diambil dari Matius 3 : 1 – 12, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan Selamat Adven dan juga selamat hari Ibu yang langsung dijawab serentak Ibu-ibu  sambil tersenyum dengan ucapan : “Selamat hari Ibu”. Ephorus mengatakan “Tibalah kita pada Minggu Advent yang ke-empat, kita diajak untuk melihat jauh menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, kesanalah kita diajak orang-orang percaya menanti-nanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.”
Ada dua hal yang disampaikan oleh Tokoh Reformator Marthin Luther, pertama ia mengatakan : Setiap waktu, setiap hari kita berlari menuju akhir. Sadar atau tidak sadar kita bergerak menuju masa akhir yaitu menyongsong hari kedatangan Tuhan.  Yang kedua, ia katakana : “Meskipun esok akan berakhir dunia ini, aku akan tetap menanam pohon apel. Harus tetap bekerja, harus tetap memakai waktu selagi masih ada waktu.” Artinya, kapan datang hari Tuhan  itu bukan urusan kita, urusan kita adalah bekerja, rajin memakai waktu, meningkatkan mutu, akhlak hidup makin baik, agar hidup makin baik, makin berbuah makin berkualitas. Inilah yang mau disuarakan khotbah ini Laho paradehon dalan ni Tuhan i.
Ephorus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah itu telah hadir (nunga songgop harajaon Banua ginjang i); artinya bahwa kerajaan Allah itu sudah hadir saat ini di tengah-tengah kita, tidak dinanti-nanti lagi, melalui kedatangan Yesus Kristus. Kerajaan Sorga itu menjadikan Kasih karunia,  damai, cinta kasih, kebenaran dan keadilan, perhatian terhadap orang lain itulah yang disiapkan Tuhan Yesus dan itulah kehidupan orang yang percaya. Jelas ini adalah pemberian Tuhan kepada kita sebagai umatNya, saat Kerajaan Sorga itu telah hadir di tengah-tengah kita, sejak itu status kita berubah menjadi warga kerajaan sorga. Tugas kita sebagai warga kerajaan Allah adalah bukan posisi, tetapi fungsi dipakai oleh Tuhan. Siapapun bisa dipakai oleh Tuhan.
Tentu tantangan selalu ada, ucap Ephorus. tetapi gereja dan umat percaya terpanggil menunjukkan berbeda dari orang lain. Memang gereja semakin menghadapi persoalan-persoalan di jaman ini seperti korupsi, kekerasan, mutilasi, kerusakan alam dan lingkungan hidup, ketidakpedulian dengan sesama dan yang intoleran. Di tengah-tengah seperti itulah kita harus mengatakan : “Nunga songgop harajaon ni Debata !”


Khotbah ini juga menyampaikan bahwa Roh Kudus akan menuntun umatNya menentukan arah dan tujuan, dan Roh Kudus jualah yang akan membawa kita ke akhir yang menjadi arah dan tujuan. Roh Kudus akan memandu perjalanan hidup kita meskipun banyaknya gelombang hidup. Roh Kudus itulah yang memberi kekuatan kepada kita, tidak ada yang lain. Hendaknya ini menjadi pegangan kepada para Pendeta yang akan ditahbiskan, bahwa hendaklah mengandalkan kekuatan Roh Kudus.
Ephorus juga menyampaikan bahwa HKBP akan memasuki tahun 2014 sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP. Ephorus mengajak agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda. Harus kita nasehati dan tegur dalam kasih dan damai. Agar semakin tumbuh orang Batak yang unggul. Agar jangan hilang “tondinya”. Marthin Luther King Junior pernah mengatakan : “Bila aku melihat kejahatan tanpa mengatakan sesuatu tentang itu, anda juga penjahat.” Membiarkan suatu kejahatan itu berarti kita juga penjahat. Maka hendaknya HKBP terus menyuarakan : Nunga songgop harajaon Banua Ginjang.
Usai Khotbah, acara Penahbisan kepada 28 orang Calon Pendeta dilakukan dengan terlebih dahulu kelima Pimpinan HKBP berdiri di Altar dan Ephorus membacakan Agenda penahbisan, selanjutnya ke-empat pimpinan lainnya membacakan nats-nats Alkitab. Lalu enam orang Calon Pendeta berbaris di depan Pimpinan HKBP. Para Pendeta yang turut hadir lalu berbaris di kanan dan kiri Pimpinan HKBP dan membacakan ayat-ayat Alkitab. Kemudian Ephorus menahbiskan satu per satu para Calon Pendeta HKBP tersebut.
Saat kata-kata sambutan, ketua panitia CSt. Adhyaksa Sitompul menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Penahbisan Pendeta di HKBP Cinere meskipun persiapan waktu yang begitu singkat. Panitia merasakan begitu banyaknya dukungan jemaat HKBP Cinere, terutama telah menyiapkan rumah tinggal untuk para calon pendeta. Inilah yang terbaik yang bisa Panitia lakukan ucapnya. Mewakili jemaat HKBP Cinere bapak Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH dalam sambutannya berterimakasih kepada Pimpinan HKBP yang telah mempercayakan HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Rasa bangga juga atas kehadiran yang begitu banyak para Pendeta lengkap dengan Baju Tohonan yang membuat senang dan bangga bagi jemaat HKBP Cinere. Sejak lama gereja ini mengalami kesulitan dalam mendapat izin, bahkan hingga belasan tahun hal ini terjadi. Namun syukur akhirnya mendapat izin, maka terbangunlah HKBP Cinere ini. Bapak Edwin mengajak agar semua jemaat dan warga HKBP hendaknya berperan dan menjadi pelopor di Negara Indonesia. Kepada ke-28 Pendeta yang baru ditahbiskan, bapak Edwin berpesan kiranya dapat melayani dengan baik, hendaknya jangan menganggap dan menjadikan pekerjaan Pendeta itu adalah jabatan profesi. Jemaat HKBP Cinere memiliki semangat yang begitu tinggi, terutama mensukseskan acara penahbisan Pendeta.


Mewakili undangan, Bapak Ir. Tigor Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para Pendeta yang baru menerima tahbisan Pendeta, kiranya dapat menjaga dan menjalankan tugas tohonan hapanditaonnya. Bapak Tigor juga mengajak jemaat tetaplah bersatu dan saling mendukung dalam segala kegiatan-kegiatan gereja HKBP Cinere.  Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh yang mewakili para Pendeta menyampaikan rasa senang atas dipercayainya Distrik Deboskap melalui HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Bagi para Pendeta yang baru ditahbiskan kiranya dapat menjalankan poda tohonannya sebaik-baiknya. Mewakili Pendeta yang menerima tahbisan Pdt. Ridon Siagian menyampaikan ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere yang telah bersedia menjadi tempat Penahbisan Pendeta dan sangat ramah kepada para calon Pendeta selama beberapa hari di Cinere. Terlebih atas kesediaan jemaat memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal bagi Para calon Pendeta, tentunya ini tidak akan terbalaskan dan terlupakan. Rasa terimakasih atas semua yang telah mendukung dan membantu serta mengajari sehingga kami bisa ditahbiskan menjadi Pendeta di HKBP. Sebagai ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere, mewali yang ditahbiskan, Pdt. Ridon membacakan pantun : HKBP Cinere….HKBP Kenangan. Disana dulu tahbisan dilaksanakan…….. HKBP Cinere….Tempat yang takkan terlupakan…. Disana kami 28 orang ditahbiskan menjadi Pendeta….. HKBP Cinere adalah tempat yang indah……..karena disana Tuhan akan memberkati.

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan  bahwa kemana kita pergi kemana kita melangkah Tohonan Hapanditaon itu melekat di dalam diri kita, bukan hanya ketika membabtis atau berkhotbah, tetapi setiap waktu. Selamat kepada para Pendeta yang baru menerima penahbisan. Mewakili Pimpinan HKBP Kadep Marturia HKBP Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dalam kata-kata bimbingannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jemaat yang memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal para calon Pendeta selama beberapa hari, itu sama halnya dengan memberi tempat tinggal kepada Tuhan kita. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan dengan baik. Kita berharap kiranya para Pendeta yang baru ditahbiskan ini menjadi Pendeta yang baik melayani. Kami lihat dari luar, Gereja ini biasa-biasa saja, namun begitu masuk ke dalam ternyata Luarbiasa. Pdt. Marolop memberitahukan Pimpinan HKBP sangat mengetahui bagaimana beratnya mendirikan Gereja HKBP Cinere ini, namun ketahuilah bahwa Tuhan kita itu yang menjaga diseluruh kehidupan, gereja di seluruh dunia menghadapi tantangan namun itu dimenangkan oleh Tuhan. Kami berdoa melalui parhalado, jemaat dan tokoh-tokoh Gereja ini semakin berkembang pelayanannya melalui gereja HKBP Cinere, melalui Parhalado, melalui jemaat, melalui kepanitiaan. Kini semakin bertambahlah para Pendeta HKBP. Tentu ini akan menambah pelayanan HKBP semakin luas. Kiranya juga Para Pendeta yang baru ditahbiskan tidak memilih-milih tempat pelayanan dan bersedia ditempatkan dimana saja. Lakukanlah tugas pelayanan lebih baik lagi dan takut akan Tuhan.
Selesai acara Ibadah, dilanjutkan dengan acara Makan siang bersama dan ramah tamah. Acara berakhir penuh dengan sukacita terselenggaranya penahbisan Pendeta dengan baik. Selamat melayani bagi para Pendeta HKBP yang baru. >>> Biro Informasi HKBP ( Sumber Berita hkbp.or.id)


PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE 22 DESEMBER 2013

 

                    Pdt Budianto Sianturi

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE

PENAHBISAN 28 ORANG PENDETA HKBP DI GEREJA HKBP CINERE




Cinere, (22/12/2013)
Gereja HKBP Cinere merupakan salah satu dari sekian ribu Gereja HKBP yang terpilih menjadi tempat Penahbisan Pendeta HKBP. Gereja yang baru satu tahun berdiri dan terbangun ini telah menorehkan sejarah menjadi tuan rumah pelaksanaan acara Penahbisan Pendeta kepada 28 orang Calon Pendeta HKBP yang baru. Kegembiraan parhalado dan jemaat HKBP Cinere menjadi tuan rumah patut mendapat pujian. Sambutan yang ramah menambah suasana sukacita di Minggu Adven IV.
Meskipun diguyur hujan gerimis, acara ibadah Penahbisan Pendeta, diawali Prosesi yang dipimpian Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh,  Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM, para Praeses, Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing dan 28 orang calon Pendeta yang akan menerima tahbisan (26 orang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Pimpinan hadir beserta Istri.
Ompui Ephorus HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh, Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Drs. Bihelman D.F. Sidabutar, STh, MM





Prosesi disambut 2 orang remaja HKBP Cinere yang dengan tersenyum senang memberikan bunga pangku kepada Ompungboru H.L Br. Purba dan seorang remaja lagi mengalungkan bunga kalung kepada Ompui Ephorus. Usai mengalungkan bunga, dengan ramah Ompui mengajak kedua anak remaja itu berjalan memasuki ruang Gereja HKBP Cinere.
Di dalam gedung Gereja HKBP Cinere, Prosesi disambut Koor indah dari HKBP Cinere membawakan nyanyian “Denggan BasaNa”, kemudian Sekretaris Jenderal HKBP membawakan Liturgis.  Khotbah disampaikan oleh Ompui Ephorus, Warta gereja dibacakan oleh Pendeta Ressort HKBP Cinere Pdt. Manaris R.E. Simatupang, MTh dan doa syafaat oleh Praeses VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh.




                                            Foto : Isteri Isteri  Pendeta Yang mau di tahbiskan
                                    Pdt Budianto Sianturi/Ny Pdt B Sianturi Br Banjarnahor
                                                             Menyalami Ompui Ephorus
                                Penahbisn Oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Willlem TP Simarmata MA
                                          Berfose sebentar : Seteleah pembekalan
                            Dengan anak Siakkangan Yosua Sianturi sebelum Penahbisan


Mengawali khotbahnya yang diambil dari Matius 3 : 1 – 12, Ompui Ephorus menyampaikan ucapan Selamat Adven dan juga selamat hari Ibu yang langsung dijawab serentak Ibu-ibu  sambil tersenyum dengan ucapan : “Selamat hari Ibu”. Ephorus mengatakan “Tibalah kita pada Minggu Advent yang ke-empat, kita diajak untuk melihat jauh menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, kesanalah kita diajak orang-orang percaya menanti-nanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.”
Ada dua hal yang disampaikan oleh Tokoh Reformator Marthin Luther, pertama ia mengatakan : Setiap waktu, setiap hari kita berlari menuju akhir. Sadar atau tidak sadar kita bergerak menuju masa akhir yaitu menyongsong hari kedatangan Tuhan.  Yang kedua, ia katakana : “Meskipun esok akan berakhir dunia ini, aku akan tetap menanam pohon apel. Harus tetap bekerja, harus tetap memakai waktu selagi masih ada waktu.” Artinya, kapan datang hari Tuhan  itu bukan urusan kita, urusan kita adalah bekerja, rajin memakai waktu, meningkatkan mutu, akhlak hidup makin baik, agar hidup makin baik, makin berbuah makin berkualitas. Inilah yang mau disuarakan khotbah ini Laho paradehon dalan ni Tuhan i.
Ephorus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah itu telah hadir (nunga songgop harajaon Banua ginjang i); artinya bahwa kerajaan Allah itu sudah hadir saat ini di tengah-tengah kita, tidak dinanti-nanti lagi, melalui kedatangan Yesus Kristus. Kerajaan Sorga itu menjadikan Kasih karunia,  damai, cinta kasih, kebenaran dan keadilan, perhatian terhadap orang lain itulah yang disiapkan Tuhan Yesus dan itulah kehidupan orang yang percaya. Jelas ini adalah pemberian Tuhan kepada kita sebagai umatNya, saat Kerajaan Sorga itu telah hadir di tengah-tengah kita, sejak itu status kita berubah menjadi warga kerajaan sorga. Tugas kita sebagai warga kerajaan Allah adalah bukan posisi, tetapi fungsi dipakai oleh Tuhan. Siapapun bisa dipakai oleh Tuhan.
Tentu tantangan selalu ada, ucap Ephorus. tetapi gereja dan umat percaya terpanggil menunjukkan berbeda dari orang lain. Memang gereja semakin menghadapi persoalan-persoalan di jaman ini seperti korupsi, kekerasan, mutilasi, kerusakan alam dan lingkungan hidup, ketidakpedulian dengan sesama dan yang intoleran. Di tengah-tengah seperti itulah kita harus mengatakan : “Nunga songgop harajaon ni Debata !”


Khotbah ini juga menyampaikan bahwa Roh Kudus akan menuntun umatNya menentukan arah dan tujuan, dan Roh Kudus jualah yang akan membawa kita ke akhir yang menjadi arah dan tujuan. Roh Kudus akan memandu perjalanan hidup kita meskipun banyaknya gelombang hidup. Roh Kudus itulah yang memberi kekuatan kepada kita, tidak ada yang lain. Hendaknya ini menjadi pegangan kepada para Pendeta yang akan ditahbiskan, bahwa hendaklah mengandalkan kekuatan Roh Kudus.
Ephorus juga menyampaikan bahwa HKBP akan memasuki tahun 2014 sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP. Ephorus mengajak agar bersama-sama menyelamatkan generasi muda. Harus kita nasehati dan tegur dalam kasih dan damai. Agar semakin tumbuh orang Batak yang unggul. Agar jangan hilang “tondinya”. Marthin Luther King Junior pernah mengatakan : “Bila aku melihat kejahatan tanpa mengatakan sesuatu tentang itu, anda juga penjahat.” Membiarkan suatu kejahatan itu berarti kita juga penjahat. Maka hendaknya HKBP terus menyuarakan : Nunga songgop harajaon Banua Ginjang.
Usai Khotbah, acara Penahbisan kepada 28 orang Calon Pendeta dilakukan dengan terlebih dahulu kelima Pimpinan HKBP berdiri di Altar dan Ephorus membacakan Agenda penahbisan, selanjutnya ke-empat pimpinan lainnya membacakan nats-nats Alkitab. Lalu enam orang Calon Pendeta berbaris di depan Pimpinan HKBP. Para Pendeta yang turut hadir lalu berbaris di kanan dan kiri Pimpinan HKBP dan membacakan ayat-ayat Alkitab. Kemudian Ephorus menahbiskan satu per satu para Calon Pendeta HKBP tersebut.
Saat kata-kata sambutan, ketua panitia CSt. Adhyaksa Sitompul menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Penahbisan Pendeta di HKBP Cinere meskipun persiapan waktu yang begitu singkat. Panitia merasakan begitu banyaknya dukungan jemaat HKBP Cinere, terutama telah menyiapkan rumah tinggal untuk para calon pendeta. Inilah yang terbaik yang bisa Panitia lakukan ucapnya. Mewakili jemaat HKBP Cinere bapak Edwin Pamimpin Situmorang, SH, MH dalam sambutannya berterimakasih kepada Pimpinan HKBP yang telah mempercayakan HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Rasa bangga juga atas kehadiran yang begitu banyak para Pendeta lengkap dengan Baju Tohonan yang membuat senang dan bangga bagi jemaat HKBP Cinere. Sejak lama gereja ini mengalami kesulitan dalam mendapat izin, bahkan hingga belasan tahun hal ini terjadi. Namun syukur akhirnya mendapat izin, maka terbangunlah HKBP Cinere ini. Bapak Edwin mengajak agar semua jemaat dan warga HKBP hendaknya berperan dan menjadi pelopor di Negara Indonesia. Kepada ke-28 Pendeta yang baru ditahbiskan, bapak Edwin berpesan kiranya dapat melayani dengan baik, hendaknya jangan menganggap dan menjadikan pekerjaan Pendeta itu adalah jabatan profesi. Jemaat HKBP Cinere memiliki semangat yang begitu tinggi, terutama mensukseskan acara penahbisan Pendeta.


Mewakili undangan, Bapak Ir. Tigor Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para Pendeta yang baru menerima tahbisan Pendeta, kiranya dapat menjaga dan menjalankan tugas tohonan hapanditaonnya. Bapak Tigor juga mengajak jemaat tetaplah bersatu dan saling mendukung dalam segala kegiatan-kegiatan gereja HKBP Cinere.  Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh yang mewakili para Pendeta menyampaikan rasa senang atas dipercayainya Distrik Deboskap melalui HKBP Cinere menjadi tuan rumah Penahbisan Pendeta. Bagi para Pendeta yang baru ditahbiskan kiranya dapat menjalankan poda tohonannya sebaik-baiknya. Mewakili Pendeta yang menerima tahbisan Pdt. Ridon Siagian menyampaikan ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere yang telah bersedia menjadi tempat Penahbisan Pendeta dan sangat ramah kepada para calon Pendeta selama beberapa hari di Cinere. Terlebih atas kesediaan jemaat memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal bagi Para calon Pendeta, tentunya ini tidak akan terbalaskan dan terlupakan. Rasa terimakasih atas semua yang telah mendukung dan membantu serta mengajari sehingga kami bisa ditahbiskan menjadi Pendeta di HKBP. Sebagai ucapan terimakasih kepada HKBP Cinere, mewali yang ditahbiskan, Pdt. Ridon membacakan pantun : HKBP Cinere….HKBP Kenangan. Disana dulu tahbisan dilaksanakan…….. HKBP Cinere….Tempat yang takkan terlupakan…. Disana kami 28 orang ditahbiskan menjadi Pendeta….. HKBP Cinere adalah tempat yang indah……..karena disana Tuhan akan memberkati.

Ketua Rapat Pendeta HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan  bahwa kemana kita pergi kemana kita melangkah Tohonan Hapanditaon itu melekat di dalam diri kita, bukan hanya ketika membabtis atau berkhotbah, tetapi setiap waktu. Selamat kepada para Pendeta yang baru menerima penahbisan. Mewakili Pimpinan HKBP Kadep Marturia HKBP Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh dalam kata-kata bimbingannya menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jemaat yang memberikan rumahnya sebagai tempat tinggal para calon Pendeta selama beberapa hari, itu sama halnya dengan memberi tempat tinggal kepada Tuhan kita. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras hingga acara ini berjalan dengan baik. Kita berharap kiranya para Pendeta yang baru ditahbiskan ini menjadi Pendeta yang baik melayani. Kami lihat dari luar, Gereja ini biasa-biasa saja, namun begitu masuk ke dalam ternyata Luarbiasa. Pdt. Marolop memberitahukan Pimpinan HKBP sangat mengetahui bagaimana beratnya mendirikan Gereja HKBP Cinere ini, namun ketahuilah bahwa Tuhan kita itu yang menjaga diseluruh kehidupan, gereja di seluruh dunia menghadapi tantangan namun itu dimenangkan oleh Tuhan. Kami berdoa melalui parhalado, jemaat dan tokoh-tokoh Gereja ini semakin berkembang pelayanannya melalui gereja HKBP Cinere, melalui Parhalado, melalui jemaat, melalui kepanitiaan. Kini semakin bertambahlah para Pendeta HKBP. Tentu ini akan menambah pelayanan HKBP semakin luas. Kiranya juga Para Pendeta yang baru ditahbiskan tidak memilih-milih tempat pelayanan dan bersedia ditempatkan dimana saja. Lakukanlah tugas pelayanan lebih baik lagi dan takut akan Tuhan.
Selesai acara Ibadah, dilanjutkan dengan acara Makan siang bersama dan ramah tamah. Acara berakhir penuh dengan sukacita terselenggaranya penahbisan Pendeta dengan baik. Selamat melayani bagi para Pendeta HKBP yang baru. >>> Biro Informasi HKBP ( Sumber Berita hkbp.or.id)


Saturday, 28 December 2013

Jamita Minggu 29 Desember 2013 ( Kolose 3:15-17)

Bahan Jamita Minggu Dung Natal, 29 Desember 2013

Pasangap Ma Debata Dingolum
Kolose 3 : 15-17
Ginurithon ni : Pdt Ebenezer Munthe 
      A.      Patujolo
Disurathon Apostel Paulus do surat on hatiha dibagasan hurungan ibana ala ni pamaritahonon di barita na uli (Kol.4:3, 10, 18). Marhite barita sian si Epapras dibege Ap.Paulus taringot tu haporseaon nasida di Kristus Jesus suang songon i nang holong ni roha nasida mida angka nabadia. Dibege si Paulus do taringot tu haporseaon nasida di Kristus Jesus, suang songon i nang holong  ni roha nasida mida angka na badia. Barita las ni roha do on. Alai di sisi na asing, dihilala si Paulus do adong siparungkilhononna marpardomuan tu halak Kolose i ma: haroro ni angka parbarita na asing (Pat. 2 : 4 “Umbahen hudok songon i, asa unang dihatahatai deba hamu marhitehite malomalo ni panghuling”). Hombar tu si ma disurathon Apostel Paulus surat on, dohot maksud laho margogoihon haporseaon ni halakKristen na di Kolose mangadopi angka pangajarion sian guru-guru palsu. Marhite Kolose 2: 4- 3:4, boi tangkasanta pangajarion ni Apostel Paulus mangadopi angka ajaran sesat i, i ma na pahehehon muse angka tuntutan ni ugamo hajahudion.
Deba sian pangajarion i, i ma: na patoruhon (meremehkan) hamonangan ni Kristus maradophon angka tradisi-tradisi naung leleng. Isarana taringot tu pantang-pantang di sipanganon manang siinumon, manang siala ni pesta manang poltak bulan, manang ala ni ari Sabat pe (Kol.2:16, 20-23). Jadi hombar tuson, dipatuduhon si Paulus do ulaon dohot hamonangan ni Kristus maradophon hasiangan on. Ibana naung monang i, i do na patut sisombaon, sioloan, jala ganup halak na porsea ingkon mangolu dibagasan ngolu na imbaru naung pinaimbaru ni Kristus. Ra hombar tu latarbelakang na songon on ma naeng antusanta surat na tu halak Kolosse on. Ihut tu na patuduhon hasurungan ni Kristus, dipatuduhon si Paulus do muse dibagasan surat on pangajarion taringot tu ngolu hakristenon.
Angka sipaingotna na tarida di bindu 3 dohot 4, i ma dalan laho pahinsathon ngolu hakristenon ni halak Kolosse uju i. Tumangkas dibagasan turpuk Epistel on, boi idaonta pangajarion/ nasehat-nasehat na bersifat umum sian si Paulus taringot tu pola hidup na imbaru dibagasan hamonangan ni Kristus i.
      B.      Hatorangan
1.    Ayat 15, dipatuduhon si Paulus do dasar ni sude sipaingotna on i ma: Dame ni Kristus. Dame ni Kristus i ma silehonlehon na balga na pinasahatNa tu siseanNa na parjolo i, naung tu sude angka siihuthon Ibana. Dame on do manjou angka na porsea gabe sada daging, gabe marhahaanggi. Marhite dame i do dimungkinkan p[arsaoran/ persekutuan di angka na porsea. Hombar tu si ma, molo maringan jala mangarajai dame on dibagasan roha ni jolma, di si ma talup jala margogo jolma i laho manghangoluhon ngolu na imbaru ma sian Kristus i. Di si do boi jolma patuduhon parasinirohaon, habasaron, haserepon, dohot sandok pangalaho na hinalomohon ni Debata. Manghalashon silehonlehon na balga on, disosohon si Paulus do marhhite na mandok “gabe parroha mauliate ma hamu”, asa saluhut halak naung dapotan asi ni roha dohot sibasabasa sian Debata umboto paSAHATHON HAMAULIATEONNA.
2.    Ayat 16-17: sikap ni roha na mandok mauliate tarida do i dibagasan panangihononhon jala pangulahonon di hata ni Kristus. Na  naeng dohonon ni si Paulus marhite on i ma asa marhite na manangihon hata ni Kristus jala paianhon hata i ditongatonga ni ngolu, naeng margogo ganup halak masiajaran jala masipaingotan. Hata masiajaran marlapatan: mangurupi dongan mardalan di dalan na sintong. Masipaingotan marlapatan paholanghon dongan sian dalan  na sala. Suang songon i tarida do marroha hamauliateon nang marhitehite ende pujipujian pasangaphon Debata ditonga ni punguan. Marlapatan; disosohon Apostel Paulus do hinaringkot ni angka ende-ende ditonga ni parpunguan songon bagian tetap di angka kebaktian i. Di pangujungi ni turpuk on, disosohon si Paulus muse asa, molo tung diulahon angka na porsea i angka ruhutruhut ni ngolu na imbaru, naeng saluhutna marhitehite Goar ni Tuhan Jesus huhut dibagasan roha mauliate. Ra naeng dohononna marhite on, asa unang adong jolma i na patengahon diri, mangarajumi angka pambahenanna na denggan maradophon donganna jolma.
3.       Sipahusorhusoron
  Ø  Mangolu dibagasan holong: Angka naung pinillit ni Debata dibagasan haluaon naeng  ma mangolu dibagasan haholongon. Ala haholongon i sian Debata do tu angka na pinillitNa asa dapotan haluaon. Jala haholongon i do hataridaan ni ngolu na imbaru. Dibagasan na manghaholongi dongan jolma ma tarida holong tu Debata, sabalikna ndang manghaholongi dongan jolma marlapatan ndang  manghaholongi Debata (pat. 1 Joh.4:20). Naeng ma angka naung dihaholongi Debata saor tu angka dongan jolma asa marhite parsaoran i dihilala nasida holong ni Debata; adong kepedulian, na rup manghilala di sitaonon nang las ni roha dongan jolma. Jala ima hadirion ni jolma naung ditompa Debata asa mar-sosialisasi (masitumpahan) dipardalana ni  ngoluna. Ndang didok asa mamulik diri halak Kristen, manang padaohon diri, alai gabe panondang, hatiuron nang pasupasu ma. Tung pe didok Hata ni Debata “unang ma hamu sarombang dohot portibi on”, na marlapatan ndang hita na gabe terpengaruh na sian portibi on, alai sabalikna hita angka na porsea i do na mempengaruhi dunia. Holong ni roha i na marguru tu Kristus Jesus, ido na mangihoti hita dohot halak na asing, na mambahen hita gabe marhahaanggi (bersaudara). Martahan do hangoluan di sandok portibi on molo adong HOLONG.
  Ø  Rade mangajari. Angka naung mangolu dibagasan Jesus Kristus, dipatuduhon do semangat haimbaruon ni ngolu, jala ndnag holan dirina na dibangun, manang dipauliuli. Alai adong do rohana laho pauliulihon donganna jolma nang humaliangna. Dipatuduhon ma i marhite na olo mangajari manang paingothon, ndang olo dipasombu dongan nang humaliangna dibagasan haotoon nang hapogoson. Alai boha do hita nagka na porsea i laho pamajuhon pandaraman, manang ngolungolu ni donganna jolma. Asa marhite i ma dijou angka na porsea i gabe pasupasu tu humaliangna. Adong aksi nyata parbue na nihaporseaonna sian Kristus Jesus naung paluahon hita sian dosa nang  hamatean i. Ganup ruas ni Tuhanta ingkon mangajari donganna na so umboto jala paingothon donganna na lilu (ptds. Hes.33:7)
  Ø  Girgir Mandok Mauliate tu Debata. Angka naung manghilalahon denggan basa ni Debata dohot asi ni rohaNa marhitehite Jesus Kristus, naeng ma patujolohon Debata disandok pargulmiton ni ngoluna. Songon sikap na pinatuduhon ni Apostel Paulus, na marlapatan ; ndang dirinta be naeng tapatujolo manang tapasangap marhitehite pambahenanta, ndang dirinta naeng pujion ni halak ala ni pangalahonta, alai Debata ma naeng marsangap. Nasa na taulahon di ngolunta ingkon rajumanta do songon hamauliaton ni rohanta tu Debata, ai saluhutna na adong di hita marharoroan sian Ibana. Ndada holan sinamot, manang ngolu portibi on na nilehon ni Debata tu hita, alai lumobi ma ngolu na imbaru marhitehite Jesus Kristus; na gok hasonangan; ima hangoluan na salelengnilelengna i, naung tahangoluhon di pardalanan ni ngolunta marhitehite panogunoguon ni Tondi Parbadia i.  Sadalan ma na tarsurat di Johannes 15:4Sai mian di bagasan Ahu ma hamu, songon Ahu di bagasan hamu! Songon ranting i, na so tarbahen marparbue anggo sian dirina, anggo so mian di hau anggur i; laos songon i hamu, anggo so mian di bagasan Ahu hamu”. I do na tama di ngolu ni na porsea, ai marhite Ibana do adong gogo di hita laho mangulahon angka siulaonta ganup marsadasada.Ala ni i naeng rohanta nang ngolunta girgir mandok mauliate tu Debata. Amen.

Sunday, 22 December 2013

Penahbisan Pendeta HKBP Cinere 22 Desember 2013



Penahbisan Pendeta HKBP 28 Orang di HKBP Cinere Minggu 22 Desember 2013
Penahbisan Pendeta HKBP Dilaksanakan Oleh HKBP Kepada 28 orang  Pendeta dari Guru Huria
Pdt Amir Siregar
Pdt Amran Marpaung
Pdt Anggiat Serasi Gultom
Pdt Budianto Sianturi
Pdt Diaman Simanjuntak
Pdt Giat M Simangunsong
Pdt Goklas Simanungkalit
Pdt Harapan Lumban Gaol
Pdt Joni Panjaitan
Pdt Marudut Simanjuntak
Pdt Hotman Aritonang
Pdt Budiman Bakara
Pdt Parlan Marpaung
Pdt Sahat Sibuea
Pdt Sahat Siagian
Pdt Manganar Sitorus
Pdt Wandi Purba
Pdt Onna Jonal Silaban
Pdt Ridon Siagian
Pdt Ricardo MP Lumbantobing
Pdt Robinson Tumanggor
Pdt Robinson Marpaung
Pdt Osban Silitonga
Pdt Tongam Siahaan
Pdt Lukber Simatupang
Pdt Pendi Marbun
Pdt Sariaman Nainggolan
Pdt Tunggul Hutahaean


Pembekalan Kepada 28 Orang Calon Pendeta HKBP

PEMBEKALAN KEPADA 28 ORANG PARA CALON PENDETA HKBP

Cinere, (21/12/20013)  
Sehari menjelang acara Tahbisan Pendeta HKBP (22/12), Pimpinan HKBP memberikan pembekalan kepada 28 orang calon Pendeta HKBP di HKBP Cinere (26 Oang dari Sekolah Pendeta dan 2 orang dari M.Div). Acara pembekalan diikuti dengan ibadah Penyerahan Baju Tohonan Pendeta. Kapala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Welman P. Tampubolon memimpin Liturgis dan Khotbah, dalam khotbahnya Kadep. Koinonia menekankan pentingnya untuk mempersiapkan diri dalam pelayanan, terlebih saat ini para calon Pendeta esok akan menerima Tohonan Hapanditaon, tugas itu tidak gampang, dibutuhkan kerja keras dan spritualitas yang tinggi. Tidak mencari-cari tempat pelayanan yang enak, melainkan siap ditempatkan dimana saja. Banyak jemaat yang membutuhkan pelayanan saudara, maka mulailah melayani umat Tuhan penuh dengan semangat yang tinggi, ucap Pdt. Welman.
Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA sedang menyampaikan pembekalan kepada 28 0rang Calon Pendeta HKBP
28 orang calon Pendeta yang akan menerima Tahbisan Pendeta mengikuti pembekalan dengan baik
Ephorus HKBP Pdt. W.T.P Simarmata, MA dalam pembekalannya menyebutkan bahwa Baju Tohonan itulah yang akan dipakai untuk menyampaikan penghiburan, meneguhkan, menyampaikan pos ni roha, dan juga Firman Allah. Ephorus menekankan bahwa hidupmu itulah yang menjadi khotbahmu, hidupmu itulah yang paling banyak dilihat jemaat. Perlu di jaman ini pendeta yang creative, pendeta yang kreative dia sabar di tempat pelayanannya. Teruslah merenungkan poda tohonannya agar semakin bias memahami betapa besarnya tanggungjawab dalam pelayanan kita. Jangan sampai minggu-minggu berlalu tanpa memimpin sermon guru-guru Sekolah Minggu. Maka pakailah waktu dan kesempatan untuk guru-guru Sekolah Minggu.
 
HKBP Cinere memberikan bantuan tas kepada 28 calon Pendeta sebagai bentuk rasa bangga menjadi tuan rumah pentahbisan Pendeta
Kadep Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon sedang menyampaikan khotbah pada acara pembekalan kepada 28 orang calon Pendeta
 
Ephorus menyebutkan bahwa investasi terbesar di jaman ini adalah pendidikan anak-anak. Adalah sukacita yang besar jika anak-anak kita sukses. Janganlah sermon kita setiap minggu sia-sia, hindarilah sermon dengan menggunakan Impola. Ingatlah 7 poda tohonan itu dan terjemahkanlah itu menjadi pelayanan yang lebih baik. Pesan untuk para istri pendeta, hendaklah terus mendukung pelayanan suami. Jangan lagi ada para isteri Pendeta yang ber sms kepada Pimpinan yang menanyakan tentang mutasi. Biarlah itu urusan si Pendeta. Para isteri hendaklah mengingatkan para suami untuk selalu melayani di jalan Tuhan. Kesusksesan pelayanan suami itu tidak terlepas dari peran isteri dan sebaliknya kegagalan pelayanan suami itu juga adalah karena factor isteri. Maka melayanilah penuh kesungguhan, jangan coba-coba mempermain-mainkan Tohonan.
Penyerahan Baju Parhobas Guru Huria kepada Pimpinan HKBP
Penandatanganan Surat Perjanjian bersedia ditempatkan dimana saja
Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA memberikan Baju Tohonan dan Agenda HKBP kepada Calon Pendeta
Oleh Sekretaris Jenderal menyampaikan bahwa dalam pelayanan perlu memiliki komitmen. Setiap pelayan hendaknya memiliki kemampuan intelektual, kecerdasan emosional dan juga spiritual. Sekjen mengajak agar para pendeta bisa memanfaatkan IT dalam meningkatkan pelayanannya untuk lebih baik lagi. Sekjend menekankan, bahwa di HKBP Cuma ada satu Baju Tohonan, yaitu Baju Tohonan Pendita, sedangkan Guru Huria, Bibelvrouw dan Diakones adalah Baju Parhobas. Maka hargailah Baju Tohonan tersebut.
Saat setelah menerima Baju Tohonan dan Agenda HKBP
Pimpinan HKBP berfoto bersama dengan Panitia Lokal HKBP Cinere
Sebelum acara Ibadah dimulai, Gereja HKBP Cinere dengan penuh rasa simpati menyerahkan bantuan tas kepada masing-masing para Calon Pendeta yang diserahkan oleh Praeses Distrik VIII Deboskap, Pendeta Ressort HKBP Cinere dan Panitia Lokal. Akhirnya dalam acara khusus, ke-28 orang calon Pendeta HKBP dengan berbaris lalu berjalan pelan ke arah Pimpinan HKBP Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA, Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon, STh dan Kepala Departemen Marturia Pdt. Marolop P. Sinaga, MTh langsung menyerahkan Baju Parhobas Guru Huria yang selama ini mereka kenakan selama menjadi Guru Huria di HKBP. Setelah diterima Pimpinan, baju parhobas Guru Huria tersebut disimpan. InI merupakan baru pertama kali berlangsung, sebab memang haruslah menyerahkan Baju Parhobas dan selanjutnya akan menerima Baju Tohonan. Usai menyerahkan Baju Parhobas, Calon pendeta tersebut menandatangani Surat Perjanjian bersedia ditempatkan dimana saja. Usai menandatangani Surat Perjanjian secara bergilir Ompui Ephorus menyerahkan Baju Tohonan dan juga Agenda HKBP. Sambil menyerahkan Baju Tohonan dan Agenda HKBP Ompui Ephorus menyebutkan kata-kata peneguhan untuk melayani dengan sungguh dengan menggunakan Baju Tohonan dan Agenda yang mengandalkan Kekuatan Tuhan saja. Usai menyerahkan Baju Tohonan dan Agenda HKBP, ke-empat Pimpinan HKBP langsung memimpin Perjamuan Kudus bagi para calon Pendeta bersama dengan keluarga.
Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh sedang menjelaskan tentang ID Card yang akan diberikan kepada para Calon Pendeta
Suasana saat memberikan penjelasan kepada para calon penerima tahbisan Pendeta di halaman luar HKBP Cinere
Foto bersama para Calon Pendeta sebelum menerima Tahbisan Pendeta di HKBP Cinere
Selesai acara Ibadah, ke-28 Calon Pendeta berfoto bersama dengan Pimpinan dan selanjutnya makan bersama dengan menikmati menu khas Bali yang non Kolesterol berbungkus daun dan alas keranjang anyaman. Usai makan malam, ID Card para calon Pendeta tersebut dibagikan oleh Biro Personalia. Turut hadir pada acara tersebut Praeses Distrik VIII Deboskap Pdt. Nasser Silalahi, STh, Praeses Distrik XXI Banten Pdt. Patar S. Napitupulu, M.Min, Praeses Distrik XVII Indonesia Bagian Timur Pdt. Danner Siregar, STh, MM, Praeses Distrik XXVII Kaltimsel Pdt. Banner Siburian, MTh, Praeses Distrik IV Toba Pdt. Robert Silaban, STh, Pdt. Ir. Thomson Sinaga, STh, MM, Pdt. Parinsan Simanungkalit, STh, Pdt. Ramli Hutagaol, STh, Pdt. Sarlen Lumbantobing, STh, MA, Pdt. Nekson Simanjuntak, MTh, Pdt. Bintahan Harianja, STh, MSi, Pdt. Manaris Simatupang, STh dan Panitia lokal. Selamat mempersiapkan diri untuk menerima Tohonan Hapanditaon. >>> Biro Informasi HKBP

Wednesday, 18 December 2013

Parturena Pasahathon Tohonan Hapanditaon

Parturena Pasahathon Tohonan Hapanditaon

XVI. Pasahathon tohonan hapanditaon

Marende         :

         Ale Tuhan Debata ! Amanami, Parasiroha na sumurung, Didokhon AnakMu do hami mangido panabi angka na burju tu Ho, sisuruonMu tu sisabion I, mamaritahon HataM tu jolma. Ala ni I umbahen na ro hami nuaeng tu joloM mangasahon Tuhan Jesus Kristus Tuhannami mangido tu Ho : Sai topot ma hami  na pungu dison laho pasahathon ulaon hapanditaon tu angka dongannami on. Lehon ma Tondi Parbadia tu nasida angka naung pinabangkitMu asa malo nasida manjamitahon HataM, asa marhiras ni roha nasida mamboan Barita na Uli bahen hamuliaon di Anak haholongan ni rohaM. Ungkap jala patiur ma rohanasida tongtong maniop HataM dohot mangharingkothon ulaon na pinasahatMu tu nasida. Sai tumpahi ma ulaonnasida, asa maruli upa nasida rap dohot angka a pinarmahanna di hangoluan sogot marhitehite Tuhan Jesus Kristus Tuhannami. Amen.
         Hamu ale dongan ! Disuru Amanta na di banua ginjang I do AnakNa Tuhan Jesus Kristus tu tano on gab jolma, asa tarbahen jolama manisia mananda holong ni roha ni Debata di nasida, asa marpos ni roha nasida di Ibana jala sumuang nasida ti harajaonNa, gabe masuk nasida tumean hangoluan na saleleng ni lelengna. Jadi dung sun ulaon ni Anak ni Debata di tano on, dipasahat ma tohonan tu angka anak siseran I, asa nasida paboahon  dohot pashathon naung hinamonangkonNa I tu donganna jolma. Angkup ni I didok  Apostel Paulus do : Dipabangkit Tuhanta do deba gabe Apostel, deba gabe panurirang deba gabe parbarita, deba gabe parmahan, deba gabe pangajari, asa sun denggan angka na badia I tu ulaon i. Sian I ma tangkas taboto : Tuhan Jesus do mamajokhon tohonan hapanditaon.
         Mangihuthon hata ondeng, sai dipabangkit Debata di tongatonga ni HuriaNa angka Pandita, mulai intap ni dung ojak Huria I di tano on ro di tingki nuaeng.
         Dung I jahaon ni Ephorus dohot donganna : Bege hamu nuaeng pandok ni Debata taringot tun tohonan ni hapanditaon. Mat 28 : 18 – 20, Joh 21 : 15 – 17, Ulaon ni Apostel 20 : 17 – 35, 1 Tim 3 : 1 – 7, 2 Tim 1 : 5b.

Marende         :

         Antong ale dongan ! Tohonan na badia do sijaloonmuna nueng, ai sian Tuhan Jesus do tohonan na songon i. Ala ni I hupasingothon jala hupaboa ma tu hamu parture ni pangaradotion di tohonan hapanditaon, asa tangkas diboto hamu dokdok ni tohonan i.
  
I.    Ramotanmuna ma arta sian Tuhan Jesus, songon na bin ahen ni  parmahan mangaramoti na di ibana, asa unang mago. Ai peakhononmuna do sogot rujiruji taringot tu angka pinarmahanmuna di jolo ni Tuhan i. Na gabe sitiruon do hamu di jolo nia angka na pinasahat tu hamu. Dibahen I tangkas ma hatahon hamu tu nasida Hata ni Debata, na tarsurat di angka surat na di Padan na Robi dohot di angka surat na di padan na Imbaru. Buat hamu ma sian Hata I poda, apoapo, sipaingot, apulapul dohot hata paminsangon, hombar tu angka na masa. Songon I do dibahen angka Apostel, songon na nidok ni Apostel Petrus: Molo adong na marjamita, dihatahon ma hatana songon Hata ni Debata; molo adong manang ise na marhobas hombar ma I tu gogo na nilehon ni Debata, asa dapotan hasangapon Debata marhitehite Tuhan Jesus Kristus di na saluhutna. Sialoonmuna jala sitaluhononmuna ma nasa hatahata, na marsalisi tu Hata ni Debata. Marlambok ni roha ma hamu maminsangi angka na mangalo, anggiat dilehon Debata ni roha, asa diboto nasida hasintongan. Antong diramoti hamu ma dirimuna dohot na sapunguan I, manang tu dia hamu dipaojak Tondi Parbadia asa diparmahani hamu Huria ni Debata, na hinophopNa I marhitehite Tuhan Jesus Kristus. Ingkon baritahononmuna do hata sihaporseaan I, I ma na nilehon ni Debata padengganhon jolma tu Ibana, ai I do dalan tu hangoluan, dalan tu hamubaon ni roha dohot dalan pardamean tu angka na pinasahat tu hamu. Antong singkat ni Kristus I do hamu mangelekelek jala dohononmuna ma tu jolma I : Sai olo ma hamu padengganhon tu Debata.
II.     Songon tangkas ni pamodaionmuna di angka na olo tu hadaulaton tu Debata, ingkon songon I ma tangkas paminsagonmuna di angka na so olo tu hangoluan, asa unang adong na mago, ala so ada sipaingot, jala unang marsapata nasida tu hamu. Ingot hamu ma na tarsurat i. Ia ho ale anak ni jolma ! Nunga hupabangkit ho gabe siparmahan ni halak Israel, ingkon tangihononmu Hata na ruar sian pamanganHu. SingkatHu ma ho, palumbahon nasida. Molo hudok tu angka pardosa na tu hamatean nama ho, gabe so dipalumba ho ibana, ndang diapuli ho ibana, asa dipauba rohana, asa mangolu, na mate do tutu pardosa I ala ni dosana, alai sian tanganmu do tunguonHu mudarna. Alai molo dipalumba ho pardosa I, hape ndang dipauba rohana dohot pambahenanna, mate ma ibana tutu di bagasan dosana, alai malua do ianggo tondim.
III.   Alai ndada holan ulaon ondeng na pinasahat tu Pandita. Ai di na laho manadingkon tano on Tuhan Jesus, jumolo do dipadiri ulaon na badia na dua ragam i. Na mangan parpadanan na badia do na saragam. Na saragam  nari, I ma pandidion na badia, na tinonahonNa I di na laho manaek           Ibana tu banua ginjang. Asa radotanmuna ma ulaon na badia na dua ragam I; songon parhobas di bagas ni Debata ma hamu mangulahonsa. Tangkas ma pamanat hamu angka dongan I, asa holan angka na tau, angka na tumanada dosana, angka na mangarsakhon pambahenanna jala na olo paubahon rohana manjonohi panganon na badia i. Ambatonmuna do angka na jungkat, anka na lomo roha di dosa, asa unang dijonohi na badia i. Ingot hamu ma : Dipasahat Tuhan Jesus do anakhinsu ni banua  ni banua ginjang tu HuriaNa I, asa dipabali angka na so olo paubahon rohana, ai ninna do : Hulehon pe tu anakhinsu ni harajaon na di angka banua ginjang i. Nasa na niihotanmi di tano on, harhar do I nang  di angka banua ginjang. Didok Tuhan Jesus dope : Jalo hamu ma Tondi Parbadia ! Molo disesa hamu dosa ni manang ise, naung sesa ma I, molo dipahot hamu dosa ni manang ise naung hot do i.
IV.  Angkup ni radot ma hamu patureturehon angka dakdanak, maniru pambahen ni Tuhan Jesus. Ai didok Tuhan Jesus sahali : Loas hamu ma angka dakdanak I ro tu Ahu, unang orai hamu nasida, ai di angka sisongon I do harajaon ni Debata. Dibahen I ajarhon hamu ma pamusatan ni Hata ni Debata (Katechismus) dohot jamita tu angka dakdanak. Podai hamu ma nasida, asa diboto hadaulaton tu Debata dohot hapantunon tu jolma. Ambat hamu ma nasa na tau mangago dakdanak, ai parmahan do hamu, songon naung nidok ni Tuhan Jesus : Parmahani ma angka anak ni birubirungku.
V.     Ramoti hamu ma saluhut pangisi ni Huria I, angka na mabalu, angka ama, ina dolidoli dohot  anakboru, maniru pambahen ni Apostel Paulus. Ai ninna do tu halak Epesus : Dibahen I jaga ma hamu, ingot hamu ma nasa na so mansohot ahu saleleng ni tolu taon arian dohot borngin, paingothon ganup hamu huhut mariluilu. Tangiangkon hamu ma saluhut na pinasahat tu hamu, asa diramoti Tuhan Jesus nasida jala dipasupasu marhitehite Tondi Parbadia.
VI.  Angkup ni I sai ture ma parangemuna, asa tau tiruan hamu di angka na pinarmahanmuna I, tiruan di hata, di pangalaho, di haporseaon dohot di holong ni roha. Ingot hamu ma na nidok ni Hata ni Debata : Ingkon unang marhaurahon Sintua I, harajaan ni sada boruboru, unang parmabuk, na marroha na ture marparange, na las roha di tamue, pangajari, unang sisobur tuak, unang panglinsingi, unang parpangomoan na so tama, alai ingkon partalup ni roha do, na so parbada, na so impolan di perak,  na denggan mangarajai donganna sabagas, parianakhon sioloi ajar di bagasan nasa hatomanon. Ai molo adong manang ise, na so malo manggomgomi isi ni bagasna tung beha ma tarpatursa Huria ni Debata.
VII. Ingkon ture bahenonmuna saluhut aturan ni ulaonmuna I mangihuthon patik ni indukmuna. Sahata ma hamu dohot angka dongan Pandita : Di  pangalaho ni pangoloion tu Debata, unang pulikpulik marpingkiran, unang marsalisi hata dohot roha, unang masigasipan, asa saut di hamu na pinagido ni Tuhan Jesus sian AmaNa di na nidokNa I : Sai tongtong ma di GoarMu nasida na nilehonMi tu Ahu, asa sada nasida songon Hita.

Marende         :

         Antong nunga dibege hamu hatorangan taringot tu tohonan hapanditaon songon na pinatorang ni Hata ni Debata.

Na manungkun ma ahu nuaeng di hamu :
1.      Diaprhatutu roham do : Angka surat na di Padan na Robi dohot angka surat na di Padan na Imbaru, I do Hata ni Debata na patuduhon dalan tu hangoluan na so ra suda, jala na olo do ho mambolongkon saluhut poda na asing jala mangalo na marsalisi tu Hata na tarsurat disi ?
      Alus :……
2.      Na olo do ho mangulahon tohonan I hombar tu na hujaha nangkin, I ma taringot tu poda  dohot pangalaho, jala na olo do ho marateatehon hata paminsangon na sian indukmu di tingkina ?
      Alus :……

         Antong na jongjong do hamu di jolo ni Debata dohot di jolo ni Huria on. Molo naung sada situtu rohamuna manjalo tohonan hapanditaon jala molo na olo do hamu mangulahonsa sian nasa rohamuna, dok hamu ma :
      “Na olo do ahu; Sai didongani asi ni roha ni Debata ma ahu patupahon saluhutna I !”

Marende               :
Ephorus mandok : Hupabangkit jala huurasi ho gabe Pandita di Huria Kristen Batak Protestant marhitehite Goar ni Debata Ama, Anak dohot Tondi Parbadia. Dipatiur, dipargogoi jala ditogutogu Tuhanta I ma ho marhitehite Tondi Parbadia.  Mangulahon tohonan hapanditaon, asa gabe pangula na burju ho, na marpabuehon parbue na denggan ro di saleleng ni lelengna. Dipatau Debata ma ho tu angka ulaon I, mangulahon na hombar tu HataNa marhitehite Tuhan Jesus Kristus, sipasangapon I ro di saleleng ni lelengna ! Amen.

Sada Pandita mandok hata          :
Mandok hata Parhalado Pusat    :
Marende               :

Martangiang        :
         Ale Tuhan Debata, Amanami na di banua ginjang ! Sasada Ho do na patauhon angka naposoM, an sinuruM tu angka Huria i. Ho do mangalehon huaso dohot hamaloon, asa tarida jala lam timbul ulaonMu. Ala ni I umbahen na ro hami marhitehite Tuhan Jesus Kristus Tuhannami, mangido tu Ho : Patiur ma roha ni roha ni angka naposoM on. Iringiring ma nasida marhitehite tanganMu na badia i. sai pamalo nasida mangulahon tohonanna na pinasahatMu tu asida sadari on, asa ture ualaonnasida dibagasan HuriaM, jala lam rarat harajaonMu tu liat portibi on. Sai lehon TondiM na badia I mangajari dohot manogunogu nasida, asa tartogihon nasida angka donganna jolma na hinophop ni AnakMu marhitehite mudarNa na badia I, gabe mulak tu Ho asa rap hami di hasonangan pasangaphon Ho di bagasan Tuhan Jesus Kristus Tuhannami. Amen.

         Ale Amanami na di banua ginjang ! Sai pinarbadia ma GoarMu ! Sai ro ma harajaonMu ! Sai saut ma lomo ni rohaM di banua tonga on songon na di banua ginjang ! Lehon ma tu hami sadari on hangoluan siapari ! Sesa ma dosanami songon panesanami di dosa ni dongan na mardosa tu hami ! Unang hami togihon tu pangunjunan ! palua ma hami sian pangago ! Ai Ho do nampuna harajaon dohot hagogoon ro di hasangapon saleleng ni lelengna ! Amen.

Pasupasu              :

Marende               :          
( Sumber Agenda HKBP/Adven Leonar Nababan )