Saturday, 18 January 2014

APA SEBENARNYA NARSIS ITU

Narsisus

Oh, tentunya semua orang tahu dengan kata “narsis”. Kata ini menjadi gaya atau bahasa yang sering dipakai di setiap kalangan, kecuali orang yang sangat sangat tua. Bisa dikatakan artinya “suka diri”. Tetapi apakah kita tahu tentang asal mula kata ini?

Kata ini berasal dari seorang tokoh fiksi Yunani yang bernama Narsisus. Singkat cerita, ia merupakan tokoh fantasi yang entah karena kutukan atau kenapa, jika setiap memandang wajahnya sendiri di permukaan air, ia kagum. Ia sangat menyukai dengan ketampanan parasnya. Ia jatuh cinta pada dirinya sendiri. Orang lain tidak ia abaikan. Ia sampai ingin wajahnya itu menjadi nyata sehingga ia bisa memandangnya kapanpun itu. Dan tentu, setelah ia tahu bahwa, ia tidak dapat memiliki wajahnya sendiri (karena memang hanya bayangannya saja di air), ia menjadi stress dan mengalami keterpurukan dalam hidupnya. Terakhir ia berkata sambil memandang mesra ke permukaan air, “Selamat tinggal, wajah yang aku cintai dengan sia-sia!” Lalu maut menjemputnya.

Pelajaran yang dapat diambil adalah mencintai diri sendiri itu baik tapi asal jangan sampai berlebihan. Kita tidak dapat meminta wajah kita secantik atau setampan siapa, tubuh kita apakah proporsional atau tidak ataupun kehidupan kita seperti apa kepada Tuhan. Karena hidup kita itu benar-benar ditentukan dan diatur oleh Tuhan sendiri. Kita hidup di Negara apa, jenis kelamin apa, berapa bersaudara, memiliki karakter yang bagaimana, dan lain-lain.

Yang perlu kita lakukan adalah bersyukur dengan segala apa yang ada pada diri kita, mau seperti apapun itu. Lalu mengembangkannya agar serupa dengan panutan hidup kita, Yesus Kristus. Mencari tahu mengapa kita bisa ditempatkan dan hidup di dunia seperti ini.

Kita tahu bahwa manusia memiliki 4 karakter (Sanguinis, Melankolis, Koleris, Phlegmatis) syukurilah itu apabila kita memiliki salah satu karakter, karena masih banyak di luar sana orang yang tidak waras atau gila serta kelainan sejak lahir (contohnya autisme).

Kita tahu bahwa ada orang yang bertubuh tinggi, pendek, gemuk, kurus, pesek, mancung, mata minus/plus, normal. Syukurilah itu, karena orang di luar sana banyak yang tidak punya tangan atau kaki, cebol atau gigantisme, obesitas (kegemukan) atau kekurusan (kurang gizi), buta, lumpuh, dan lain-lain! Kita patut menjaga dan merawat tubuh kita dengan baik apabila diberikan oleh Tuhan tubuh yang normal, sehingga tidak sakit dan menyinyiakannya, kemudian meperhatikan kesehatan dengan makan-makanan yang bergizi, menghindarkan dari segala apapun yang membuat diri kita menjadi rusak.

Nah, bila paras kita cantik / tampan, kita bertubuh normal, memiliki banyak talenta yang orang lain tidak dapat lakukan. Lalu, kita jarang berbuat dosa, banyak melakukan firman Tuhan dengan baik, pokoknya sempurna dah. Kemudian oleh karena ini kita begitu mencintai diri kita, Bukannya bersyukur karena Tuhan yang mengizinkan itu terjadi, malah sombong dan berpikir bahwa itu usaha sendiri. Maka kita itu seperti kaum farisi, mereka berdoa bersyukur karena bisa taat beribadah, tidak seperti pencopet/perampok, pembunuh, atau orang-orang jahat. Apakah yang Tuhan rasakan? Tuhan mengecam orang seperti itu, Tuhan jijik dengan orang yang seperti itu. Dan kita harus sadar diri akan hal itu.

Intinya adalah mari kita bersyukur / tidak usah bersungut-sungut maupun iri dengan keadaan orang lain, tetapi kita juga tidak boleh bangga apabila diri kita lebih baik dari orang lain. Akan tetapi saling membantu, saling mendorong untuk serupa dengan Tuhan kita, Yesus Kristus. Amin

Amsal 31:30a
“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia” tetapi orang yang inner beauty-nya memancar karena sungguh takut akan Tuhan karena perbuatanNya yang luar biasa dan ajaib, dipuji-puji.

Valentine Day dan SEJARAHYA

Sejarah Hari Valentine

Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan 'Feast of Lupercalia.'

Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.

Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine

Lembut VS Keras Sebuah Ilustrasi

Kemenangan Si Air (2 Timotius 2:25 ; 1 Petrus 3:4)

Besi dan air bersahabat,tetapi suatu hari mereka sepakat untuk menguji kebiasaan masing-masing.Besi sangat yakin bahwa dia akan mengalahkan air,sedangkan air dengan rendah hati menerima tantangan sahabatnya itu.untuk pertandingan yang pertama,besi menantang air berlomba menembus gua yang tertutup oleh batu yang keras.siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka,maka ia adalah pemenangnya.Besi dan air pun mulai berlomba.besi mulai beraksi menunjukkan kekuatannya,ia menyerang bebatuan dengan membentur-benturkan dirinya,kerasnya benturan si besi membuat bebatuan runtuh sedikit demi sedikit,tetapi si besi mengalami luka-luka.sementara air melakukan tugasnya dengan lembut,ia menetes sedikt demi sedikit untuk melawan kekerasan bebatuan itu.ia mengikis bebatuan dengan kelembutannya sehingga bebatuan tidak menyadari perbuatan si air yang sedang bekerja membuat celah yang kecil supaya ia dapat lewat tanpa merusak.Air pun memenangkan pertandingan karena ia sampai di dalam tanpa terluka sedikit pun.
Pertandingan yang kedua,mereka sepakat untuk melalui berbagai celah sempit supaya bisa tiba di dasar gua. Si besi kembali membanggakan kekuatannya.Ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat.Si besi mulai berputar menembus celah-celah menuju dasar gua,tetapi batu yang ada cukup sulit untuk ditembusnya.semakin keras si besi berputar semakin hancur batu menuju dasar gua itu,tetapi si besi semakin terluka.Namun air dengan santai mengubah bentuknya mengikuti celah-celah yang ada.bentuknya yang bisa berubah memberinya keleluasaan untuk bergerak tanpa terluka.Si air pun tiba lebih awal di dasar gua dan memenangkan pertandingan yang kedua.
Pada pertandingan ketiga mereka harus bisa menyeberangi lembah yang terhampar cukup luas.Besi yang merasa kesulitan untuk mengatasi rintangan ini berkata kepada air,"Skor kita 2:0.Aku akan mengakui kehebatanmu jika kau dapat melalui rintangan yang terakhir ini dengan baik!"Air berpikir bahwa pertandingan ketiga ini juga terasa sangat sulit baginya tetapi kemudian ia membiarkan sang mentari membantunya menguap,kemudian ia menjadi awan.dengan bantuan angin,awan itu terbang ke seberang lembah,kemudian turun sebagai titik-titik hujan di seberang lembah.Kini air mendapat kemenangan secara penuh.
Seharusnya hidup kita menjadi seperti air,mampu menembus kehidupan yang keras dengan kelembutan,kelenturan dan bersedia berubah ketika dituntut untuk berubah.Jangan sampai kita melukai diri sendiri dan orang yang ada di sekitar kita ketika kita ingin mencapai apa yang kita inginkan.Kekerasan bukanlah jalan yang harus ditempuh orang percaya,karena itu malah akan menimbulkan satu masalah baru,hendaklah kita selalu ingat bahwa hati manusia lebih mudah diubah ketika disentuh dengan kasih yang lembut,bukan dengan kekerasan yang otoriter. . . .

Friday, 17 January 2014

Ibadah Syukuran Pelantikan



TATA IBADAH SYUKURAN ATAS DILANTIKNYA BRIPDA : JOHANNES SIMARMATA DAN DOA PEMBERANGKATAN   Bapak : CP NAINGGOLAN SE, MAP SEBAGAI CALEG DPRD KOTA MEDAN 2014-2019
Sabtu 18 Januari 2014
1.       Bernyanyi KJ  3 : 1, 2  “ Kami Puji Dengan Riang “
1)      Kami Puji dengan riang Dikau, Allah yang besar,
Bagai bunga Trima siang, hati kami pun mekar,
Kabut dosa dan derita , kebimbangan tlah lenyap,
Sumber suka yang abadi, bri sinarmu Menyerap
          (Jemaat Berdiri )
2)      Kau Membri dan mengampuni, Kaulimpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, Lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih, kau jadikan milikMu,
Agar kami menyayangi meneladan kasihMu
( L : Liturgis         ; J : Jemaat )
2.       Votum
L              : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan  Yesus Kristus dan Nama Roh      Kudus yang menciptakan Langit dan bumi . Amin. Aku adalah Alfa dan Omega , Firman Tuhan Allah, yang ada dan sudah ada dan akan datang, Yang Mahakuasa
J              :  Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selamalamanya kasih s               etianya
L              : Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada Hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu
J              : Ingatlah aku, ya Tuhan, demi kemurahan terhadap umatMu, Perhatikanlah aku demi keselamatan yang dari pada-Mu
L              : Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turuntemurun, Sebelum gunung-gunung dilahirkan dan bumi dan dunia diperanakkan
J              : Bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah Yang Maha Baik, Mahakuasa dan Mahapenyayang Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana
L              : Kiranya kemurahanmu turun atas kami dan teguhkan kami ya Tuhan. Haleluya Kita Berdoa ; Ya Tuhan Allah Kasih setiaMulah yang menghantarkan kami pada awal tahun 2014 ini , Kami bersyukur kepadaMu , Hendaknya Tahun ini menjadi tahun keselamatan bagi kami, tahun kebahagiaaan dan Tahun penuh rahmat, Hari ini kami mau mengucap syukur kepadaMu atas berkatMu pada hambamu Bripda Johannes Simarmata Yang telah dilantik menjadi Bripda pada Tgl 30 Desember 2013 oleh Kapolda Sumatera Utara di Sekolah Polisi Sampali Medan , biarlah kiranya hambamu menjadi Penegak Hukum dan Pengayom Masyarakat yang Taat dan Takut akan Tuhan, dan juga kami mau bersyukur atas hambamu CP Nainggolan SE, MAP Yang selama ini telah mengabdikan dirinya dengan baik sebagai anggota DPRD Kota Medan , Pakailah hambamu ini meneruskan Pengabdiannya bagi masyarakat Kota Medan Periode Mendatang( 2014-2016) Sebagai  Wakil Rakyat yang benat benar mengabdikan dirinya untuk kemuliaanMu , Sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepadaMu. Tuhan Pakailah kami sebagai alatMu, Di Gereja kami Berbakti di Masyarakat kami mengabdi.  Dengarkanlah doa dan permohonan kami ini dalam Nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus Tuhan Kami
L+J          : Amin
3.       Bernyanyi KJ : 450 : 1+3 “ Hidup Kita Yang Benar “
1)      Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur
Dalam Kristus bergemar; Janganlah Tekebur
Dalam susah dan senang, dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya
3)      Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur,
Karna Kristus, Penebus berkorban bagimu
Dalam susah dan senang; dalam segala hal!
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendak-Nya  
4.       Pembacaan Firman Tuhan  Yosua 1 : 7 -9 & 2 Timoteus 4: 7-8 ( L: Litugis; J: Jemaat; BJS: Bripda Johannes Simarmata; CP : CP Nainggolan SE, MAP )
L                      : Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh,                                                                       bertindaklah  hati-hati sesuai dengan seluruh hokum yang telah diperintahkan                                                             kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke                                                          kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
J                      : Janganlah engkau lupa memperkatakan  kitab Taurat  ini, tetapi renungkanlah                                                                              itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala                                                     yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil                                                      dan engkau akan beruntung
L                      :  Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu?                            Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau,                            ke manapun engkau pergi.
BJS                 : Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku    telah memelihara iman
CP                   : Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya
L                      : Demikian pembacaan Firman  Allah, Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya.
L+J                  : Amin
5.       Doa Syafaat :
6.       Bernyayi  KJ :  363 : 2 “ Bagi Yesus kuserahkan”
2)      Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya
Mataku memandang Yesus yang kupuji Dialah!
Bagi Yesus semuanya! Yang kupuji Dialah!
Bagi Yesus semuanya! Yang kupuji Dialah!
7.       Renungan :  1 Tessalonika 5 : 18
8.       Bernyanyi BE :716 : 1+ 3 “ Dinamamolus sandok ngoluon ( P Persembahan )
1)      Dinamamolus sandok ngoluon, gok do namarsak gale,
Boan sinondang tu na holom i, asa margogo muse
Bahen ma ahu parhiteanMu pasupasuM mabaor ma i,
Ale Tuhanku Patupa ma au, Baen pasu-pasu tu dongan sude.
2)      Ula na denggan tu halak sede, songon binaenNa tu ho,
Ingot urupi luhut na gale, gabe parholong ma ho
Bahen ma ahu parhiteanMu pasupasuM mabaor ma i,
Ale Tuhanku Patupa ma au, Baen pasu-pasu tu dongan sude
( Jemaat Berdiri )
9.       Pengutusan
L                              : Kamu adalah  Garam dunia, jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia           di asinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan di injak orang
J                              : Ya Tuhan Jadikanlah kami menjadi garam dunia , orang orang yang tidak bisa dibeli, yang perkataan perkataannya bisa diandalkan yang lebih menghargai karakter daripada kekayaan
L                              : Kamu adalah Terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin akan tersembunyi
J                              : Ya Tuhan Jadikanlah kami menjadi Terang dunia, orang-orang mempunyai pendapat sendiri dan berkemauan keras, yang lebih besar dari jabatan kami, Yang jujur terhadap soal-soal yang kecil maupun besar, yang tidak mengadakan kompromi dengan kejahatan , yang tidak hanya memikirkan kepentingan kami sendiri , dan yang dapat berkata “Tidak” dengan tegas walaupun dunia berkata “ya”
L                              : Perbuatlah Demikian dan ketahuilah “ Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman “ Amin
L                              : Doa Persembahan / Doa Bapa Kami/ Berkat     
L+J                          : Menyanyikan Amin – Amin-Amin

ADAT BATAK

PANGHATAION DI ULAON PAMULI BORU/PANGOLIHON ANAK


Ulaon pamuli boru manang pangolihon anak nunga jot-jot taadopi manang taulahon. Adong do ruhut-ruhut, tahapan, proses ni angka ulaon di si. Molo nasomal adong dua istilah di ulaon i ima: Alap Jual dohot Taruhon Jual. Alap jual namarlapatan ulaon pesta (unjuk) di pihak parboru. Pihak parboru ma na manghobasi sude na hombar tu ulaon pesta. Taruhon jual lapatanna ulaon pesta di pihak paranak jala namanghobasi angka na hombar tu ulaon i.
Ulaon alap jual manang taruhon jual saguru tu dos ni roha (kese-pakatan) ni pihak parboru dohot pihak paranak do i. Nian adong do deba parboru na so bersedia pamulihon boruna molo so dialap jual. Hape sasin-tongna ulaon alap jual manang taruhon jual sarupa manghorhon tu na denggan do i molo dipatupa sian do ni roha.

Rumang dohot tahapan ni ulaon pamuli boru manang pangoli anak na somal diulahon di tano parserahan on, tarlumobi di Jabotabek, hira songon on ma:
1.      Hori-hori dinding,
2.      Patua hata dohot Marhusip (Mangarangrangi),
3.      Partumpolon,
4.      Martonggo raja/Marria raja,
5.      Sibuha-buhai,
6.      Pamasu-masuon,
7.      Marhata sinamot dohot ulaon unjuk,
8.      Paulak une/maningkir tangga.
I ma nasomal taida diulahon di Jakarta sekitarna on. Taringot tu pangatusion di tahapan ni ulaon pinatorang do di tulisan on. Alai songon naung taboto tangkas, ulaon adat-paradaton ni hita Batak Toba, sifatna dinamis mangihut-ihut perkembangan di zaman. Molo tung pe adong hata ni natua-tua na mandok:
Ompu raja di jolo martungkot sialagundi.
Adat napinungka ni ompunta naparjolo,
diihuthon angka na di pudi,
alai gabe adong do niida sian angka dongan na mandok songon on:
Ompu raja di jolo martungkot sialagundi,
Adat napinungka ni ompunta na parjolo,
dipaune-une na di pudi.
Nuaeng sahat ma hita tu lapatan dohot pangantusion taringot tu rumang ni ulaon i.

A.      MARHORI-HORI DINDING
Molo dung masitandaan jala masihaholongan si baoa dohot si boru, dipaboa ma i tu angka natua-tuana. Disuru natua-natua ni par-anak ma manang na piga halak boruna manopot boru ni parboru songon na masitandaan, huhut manghata-hatai taringot tu angka sangkap nasida. Di tingki on, olo na ma gabe langsung pihak paranak rap dohot pamoruonna mandapothon pihak parboru.
Di ulaon marhori-hori dinding ndang mardalan do pe adat-paradaton. Alai somalna diboan paranak do songon buah tangan nasida, i ma berupa lampet, kue manang buah-buahan. Prinsipna hira masipasahatan pangidoan do paranak dohot parboru, i ma taringot tu rumang ni ulaon, godang ni sinamot, godang ni ulos, godang ni undangan, dohot angka na asing. Hira sian panghataion na marhori-hori dingding on do dasar ni panghataion di ulaon na mangihut. Lapatanna, angka dos ni roha ni hasuhuton do tarida di son. Jala molo dung adong dos roha nasida, ditontuhon ma sada ari (tingki) asa ro paranak laho patua hata dohot marhusip (mangarang-rangi).

B.     PATUA HATA DOHOT MARHUSIP
Ala
naung dos roha ni paranak dohot parboru, di ari naung ditontuhon, ro ma paranak dohot manang piga uduranna (dongan tubuna, boru, bere) mandapothon parboru. Diboan do di si sipanganon na marsaudara jala tangkas do i dipasahat dohot dihatahon lapatanna tu parboru. Parboru pe dipatupa do dekke laho sipasahatonna tu paranak. Di ulaon i, dijou parboru do manang piga dongan tubuna, boru dohot berena, songon i dongan sahuta.

Dung sidung marsipanganon dipungka ma panghataion. Na parjolo, di sungkun parboru ma taringot tu tudu-tudu ni sipanganon naung pinasahat ni paranak tu nasida. Dialusi paranak ma, jala tangkas ma didok surung-surung ni parboru ma i. Ditorushon ma muse panghataion, ima na masitariparan hata, lumobi di pangidoan ni paranak di naro nasida patua hata. Molo dioloi jala digabehon parboru di napatua hata i, pintor mangido jala mangelek ma muse paranak asa ditingkathon nian panghataion tu marhusip mangarangrangi.
Molo dung dioloi jala digabehon parboru tu ulaon namarhusip, dilehon ma tingki dohot kesempatan tu paranak laho patolhashon, manariashon angka sangkap pangidoan nasida.

Parjolo, dipangido paranak ma bentuk ni ulaon (alap jual manang taruhon jual) dohot ulaon sadari. Paduahon, ima taringot tu somba ni uhum, somba ni adat, sinamot ni boru: Misalna, didok sahali mangelekhon, sahali manombahon, dalam bentuk sinamot sitombol rambu pinudun dohot angka pangidoan na asing dope. Molo dung singkop jala dapot dos ni roha di angka rumang ni ulaon i, digabehon parboru ma i.
Dung i muse dilehon parboru do kesempatan tu paranak laho pasahathon pangidoan nasida, i ma taringot ulos herbang si jaloon nasida sian parboru muse di ulaon unjuk. Taringot tu bilanganna, unang ma lobi nian sian 17 bulung.

Jadi molo dung denggan mardalan sude na i, mardalan ma muse ingot-ingot, ima berupa hepeng sian paranak dohot parboru laho dibagi-bagihon tu angka tuturna na ro di ulaon patua hata dohot marhusip i. Lapatanna, asa ingot nasida saluhutna di angka rencana ni ulaon naung ditolopi nasida. Jala laos mangihut ma dipangido asa ditanda nasida kedua calon penantin. Calon pengantin baoa manjalangi pihak parboru, calon pengantin boru manjalangi pihak paranak.

Hira-hira songon i ma rumangna dohot pangantusion tusi. Taringot tu ruhut ni panghataion pinatupa do di buku on asa ummura muse ulahononta.

C.     PARTUMPOLON/MARTUMPOL
Partumpolon (parpadanan) ulaon parhuriaon do on. Ndang apala pinatorang be on, ala tangkas do taantusi hira-hira lapatan dohot tujuan ni partumpolon i. Naporlu sipingkiranta ima taringot tu angka ise do na laho sigokhononta tu ulaon partumpolon i.

Molo nasomal taida, sahat do tu horong ni angka hula-hula dohot tulang. Hape somalna muse taulahon di Jabotabek sekitarna, dung sidung acara partumpolon di gareja pintor diuduti do tu ulaon martonggo raja manang marria raja. Adong na deba laos di aula manang di gedung dipatupa ulaon martongo raja manang marria raja, alai adong do na mangulahonsa di bagas ni parboru manang paranak, saguru tu situasi dohot kondisi ni hasuhuton do i.
Sungkun-sungkun tu hita, beha molo dung sidung partumpolon langsung dipatupa ulaon marhata sinamot manang didok pudun saut. Alana di tingki i, nunga hira lengkap undangan sian angka tutur, songoni sian horong ni hula-hula dohot tulang. Alai margeser (berubah) ma muse ari (tingki) na martonggo raja manang marria raja.

Nunga adong di Jakarta dohot nahumaliangna on mangulahon ulaon marhata sinamot (pudun saut) dung sidung acara partumpolon, alai saguru ma i tu dos ni roha ni hasuhuton paranak dohot parboru.

D.     MARTONGGO RAJA – MARRIA RAJA
Molo didok martonggo raja manang marria raja, na marlapatan do i mangido pangurupion, panuturion di angka na mardongan tubu, boru, bere, dongan sahuta, molo marulaon pamulihon boru manang pangolihon anak. Disubut jala dibuat suhut do roha ni angka tutur asa rade jala dohot nasida berpartisipasi di ulaon I hombar tu ruhut-ruhut ni paradaton, jala hira di tingki on ma dibagihon (didistribusihon) undangan tu angka tutur.

Dipatupa hasuhuton di si sipanganon. Jala molo tung adong pe dipatupa di si tudu-tudu ni sipanganon hira jambar ni adopan (jambar bersama) do i. Di tingki on ma sude dihatai angka persiapan ulaon, Raja Parhata, dohot angka na porlu di ulaon i jala ise namangulahon (pembagian tugas).

Pinatorang ma jolo saotik taringot tu pangantusion martonggo raja dohot marria raja. Molo di ulaon alap jual –lapatanna ulaon di alaman ni parboru– pihak parboru ma na mambahen martonggo raja, di paranak marria raja. Sebalikna, molo di pihak paranak ulaon (taruhon jual), dipamasa paranak ma ulaon martonggo raja, jala parboru mambaen marria raja.

E.     MARHATA SINAMOT
Marhata sinamot, i ma puncak ni ulaon paradaton di na pamulihon boru manang pangolihon anak. Angka rumang dohot pangkataion di ulaon i dipatupa do di buku on songon pegangan di hita. Namarhata sinamot di buku on ima namarhata sinamot na dipasada dohot pesta unjuk dung sidung pamasu-masuon sian gareja, songon naung somal taida jala taulahon di Jakarta dohot nahumaliangna.

Nian godang do angka sungkun-sungkun taringot tu ulaon na marhata sinamot nadipasada dohot pesta unjuk. Sipata lucu manang erget di bagasan roha, molo nirimangan jala piningkiran ruhut-ruhut ni ulaon paradaton i. Misalna, pengantin nunga dipasu-pasu resmi di gareja, ruhut jambar dohot ruhut paradaton nunga adong naung mardalan, hape so marhata sinamot dope. Namarhusip (mangarang-rangi) ndang na marhata sinamot dope. Alai, gabe sada keputusan dos ni roha ni parboru dohot paranak do i siboanonna di na marhata sinamot.

Nian muse molo tarimangi do rohanta, gabe songon sandiwara nama angka panghataion di na marhata sinamot i. Alana, sude ruhut dohot rumang ni angka ulaon nunga sian dos ni roha ni parboru dohot paranak. Molo tung pe mardalan pinggan panungkunan jala masitariasan angka panghataion, songon na pahantushon nama i jala asa tung tangkas dibege angka tutur loloan natorop, lumobi sian angka hula-hula dohot angka tulang ni parboru dohot paranak. Hombar tu si, sangat berperan ma di son parhata (Parsinabung) ni kedua pihak asa mangolu jala uli tarida angka ruhut ni panghataion, songon i di angka elek jala somba maradophon hula-hula dohot tulang, manat di namardongan tubu, dohot di angka ruhut ni partuturan.

F.                  SIBUHA-BUHAI

Ulaon sibuha-buhai ima naparjolo diulahon di manogot ni ari pesta (unjuk), baik di ulaon alap jual manang taruhon jual. Jala tangkas do i dihatai/disepakati parboru dohot paranak di tingki na marhusip. Ulaon adat do on jala tangkas do diboan paranak sipanganon namarsaudara tu bagas ni parboru. Songon i sian parboru dipatupa do dekke di si jala tangkas dihatahon dohot dipasahat tu paranak. Sibuha-buhai dipatupa sogot manogot i andorang so borhat tu gareja jala mangido tangiang tu Tuhanta asa tiur-tiur ulaon i, suang songon i do di angka na mamuhai partuturon asa gabe jala horas-horas muse, songon hata ni natua-tua namandok:
Sinuan bulu sibahen nalas
Sinuan partuturon sibahen nagabe jala horas

Di ulaon sibuha-buhai on biasana suhut parboru mangalehon upa-upa tu boru dohot calon helana, marhite sipanganon dohot dekke di ginjang ni pinggan pasu, namarlapatan asa gabe sada uduran, sada pingkiran, sada keluarga na denggan nasida, si sada roha di keluarga nasida muse, jala biasana inang ni boru muli do pasahathon i.

G.                PAULAK UNE DOHOT MANINGKIR TANGGA

Molo didok paulak une, ima nahombar tu ulaon sadari, jala mardalan do adat-paradaton di son. Dipatupa paranak do sipanganon laho pasahatonna tu parboru. Songon i sian parboru, dipatupa do dekke dohot boras sipir ni tondi sipasahaton-na tu paranak. Ima boanon nasida tu bagas na be. Alai porlu do botoon jala ingotonta, andorang so ulaon napaulak une, jolo mardalan do olop-olop dohot namarhata sigabe-gabe.

Paulak une on ma hira pangujungi ni ulaon di ulaon unjuk nasomal dipatupa di tingki on. Jala muse somal do diulaon on mardalan upa panaru didok, napinasahat ni paranak tu boru ni parboru, suang songon i molo adong angka hepeng pasituak natonggi sian paranak tu natua-tua ni parboru.

Na porlu sibotoon dohot siingoton di ulaon adat paradaton ulaon sadari i ma paulak une manang maningkir tangga i ma:
  1. Molo ulaon alap jual (ulaon di parboru) ulaon sadari digoari ma i paulak une,
  2. Molo ulaon taruhon jual (ulaon di paranak) ulaon sadari digoari ma i maningkir tangga.

Catatan Taringot tu cara-cara ni paradaton di na pangoli anak dohot di na pamuli boru

LAPATANNA UMBAHEN SADA PUNGGUAN


PUNGUAN NI SADA-SADA MARGA DI BANGSO BATAK dung Kemerdekaan ni Bangso Indonesia
Dung di proklamirhon kemerdekaan ni Bangso Indonesia di tanggal 17 Agustus 1945 mansai las situtu do roha ni Bangso Batak jala marsitutu mangalehon roha, pikiran, gogo laho manungkolnungkoli kemerdekaan i marhite hasadaon laho mangalele bangso penjajahi sian tano Batak khususna dohot sian sude tano ni Bangso Indonesia pada umumna. Ndang marnamimbar, sude do parsidohot, marhite na langsung dohot tu porang mangalo penjajah, marhite pingkiran dohot sibahenon mangurupi perjuangani songoni marhite angka sibahenon naasing pen a boi manungkoli kemerdekaani.
Tarida do I antong sian ende natarbege ditingki i, Di Tapanuli Pemuda siap berbakti Tanda setia Tanha Air sejati Semangat disinari, Daulat Raja Batak yang sakti Di Medan perang memberi bakti patut mencabut pedang jenawi. Semangat Batak, Semangat Garang Berpantang pulang sebelum kita menang Penjajahan ditentang, maju kita berperang Tanda setia, kepada Negara Siap sedia mengorbankan jiwa Dibawah pimpinan Soekarno yang mulia Hiduplah Indonesia Merdeka.
Marhite porang kemerdekaani, lam tarbarita ma habaranion dohot parsidohot ni Bangso Batak merebut kemedekaani, di Tano Batak sandiri, Medan Area-Tembung, Bandung Lautan Api, angka na rap dohot Presiden Soekarno ditingki i, gabe balga situtu ma roha ni Bangso Batak natading di huta, tarbuka ma roha dohot pikiranna, jala ganup ripe marsinta-sinta tu hamajuon ni ankhonna.
Dung denggan sude mardalan pamarentahan ni Bangso Indonesia, sada do natubu di pongkiran ni Halak batak i ma: Pasingkolahon Anakhonna.: dipardukhet-dukheti Halak Batak ma sian sude gogona asa boi pasingkolahon anakhonna tu na lobi timbo, jala dimulanana di Kabupaten paling timbo ma sahat tu tingkat SMP, molo tu tingkat SMA ingkon dipaborhat ma tu huta naung adong SMA jala molo di namaradong dipaborhat ma anakhonna dung tammat SMP manguduti tu Pulo Jawa. Ala di mulanai ndang adong dope di Sumatera tingkat Universitas, dung tammat anakhonna sian SMA diusahahon ma asa diuduti anakhonna marsingkola di Universitas na adong di Jawa.
Disamping ni angka anakhon parsingkola, godang ma muse anakhon ni Halak Batak na borhat mangaranto laho manguduti ngolu marhite namandiori parkarejoan di Pulo Jawa, dohot Kalimantan.
Dipasu-pasu jala diramoti Debata do parserahan ni Bangso Batak i. Boi dohonon tung sude do Halak Batak na haruar sian Tano Batak dapot ngolu-ngolu songoni nang di hagabeon marhite di parsaripeon nasida dung dapotsa ngolu-ngoluna, jala siala ni i lam godang ma Pomparan ni Marga Batak mian di tano sileban.
Dung lam godang sada-sada Marga di sada luat, godang ma nang angka sipatupaon di angka paradaton ditonga-tonga ni parsaripeon ni Halak Batak, Adat di Pardongan Saripeon, Adat di tingki adong na monding, tubu ma pingkiran ni sada-sada Marga mambahen Parpunguan.
Dimulanai di tano pangarantoan on, ala sipata ndang haru godang dope sasa-Marga, dipatupa ma Pungun di nasida Punguan ni na-sangkambona, ibaratna manang piga-piga ompu naung masihunti Margana, Goar ni Punguan nasida dibuat ma sian ginjang. (songon contoh: Punguan Pomparan ni si Opat Pisoran; di si ma Pomparan ni Raja Nabarat, Raja Panggabean, Raja Hutagalung dohot Raja Hutatoruan).
Jala lam tu dengganna angka parsaorani, marture ma angka punguan di sada-sada Marga jala dibahen ma goarna : PUNGUAN POMPARAN NI SI RAJA ……… (Marga) DOHOT BORUNA SE…………(Huta)
AHA DO LAPATNANNA UMBAHEN DIPATUPA SADA PUNGUAN ??
PUNGUAN marlapatan do i : papunguhon asa sada inganan, PUNGUAN PARMARGAON : marlapatan do i papunguhon sada-sada haturunan/Marga nasangkambona. Jala dimulanai, maksud dohot tujuan ni Punguan ima asa sis. ada tahi sisada gogo/masitungkol-tungkolan dinalaho mangulahon par-Adaton ditonga-tonga ni Marga nasida (di kemajuan ni teknologi dari-ari naparpudi adong ma sian punguan ni Marga namanambai ulaon ni punguani songon namambahen Yayasan manang Arisan d.n.a.)
Aha do Ulaon ni Pangurus ni Punguan: I ma sipature narundut, sipatio nalitok, sipadirgak naunduk, sipajongjong nagale, masiurupan, dibagasan holong ni roha, manogu-nogu ruas asa sude mardomu dibagasan hasadaon disude angka ulaon tu hadengganon.
Siala ulaon sisongon nanidok di ginjang i, ulaon naborat do ulaon ni pangurus ni punguan, ingkon lehononna rohana, gogona, tingkina, di kehidupan sosial ni ruas ni punguani, parbahul-bahul nabolon, sisada roha dohot pardijabuna, Khusus jala tersendiri do anggo Punguan Par-Margaon, nang pe adong dipatupa Anggaran Dasar dohot Anggaran Rumah Tangga songon kelengkapan ni Punguan alai ndang identik Punguan Parmargaon dohot Punguan manang Organisasi naadong di Masyarakat.

USUL ADAT TARUHON JUAL


Asa mulak tu dasar ni ADAT Ulaon Taruhon Jual ni-usulhon do songon on pelaksanaanna:
01. Na ro do Rombongan ni Parboru rap dohot sude Sisolhotna dohot Boru Muli tu huta ni Paranak.
Molo tar dao do Huta ni Parboru tu Huta ni Paranak, paradeon ni Paranak ma Jabu parbornginan di nasida. Molo adong do Jabu ni Dongan Sabutuha ni Parboru di hutai, tarjumolo doi dihubungi Parboru asa adong inganan haborhatan nasida di hutai.
02. Di-mata ni ulaoni, manogotnai migor do ditaruhon Paranak Sipanganon tu inganan parbornginan ni Parborui Sipanganon marlompan Juhut ima nadigoari Daon Pogu manang hata nuaeng: Sarapan Pagi. Ndang pola rombongan laho manaruhon sipanganoni, sae ma sahalak sian Dongan Sabutuha ni Paranaki nabertugas pasahathon hata ni sipanganoni tu Parboru, anggo namamboan sipanganoni angka Boru ni Paranak ma.
03. Dung sahat di tingkina laho borhat tu Gareja (ulaon Pamasu-masuon) ro ma rombongan ni Paranak rap dohot Anak Mangoli tu bagas Parbornginan ni Parboru jala ma rade Parboru dohot Boru Muli manjalo haroro ni Paranaki. Songon ulaon namarsibuha-buhai alai ndang manghunti Ampang be. Martangiang ma Parboru, tangiang laho borhat tu Gareja jala rap udur ma Paranak dohot Parboru mangundurhon Penganteni.
04. Tangkas do taantusi ia Adat Pamuli Boru Taruhon Jual manang didok doi RAMBU PINUDUN, namarlapatan doi sude: Inganan, Sipanganon, dohot sude haporluan ni Pestai gabe tanggung jawab ni Paranak. Ia Parboru holan mamboan Dengke Simudur-udur dohot Ulos Herbang sipasahaton tu Paranaki
05. Di Inganan Parpestaan: Dung mulak sian Gareja, jala sahat tu inganan parpestaani parjolo ma masuk Penganten dohot Rombongan Suhut Paranak alai anggo Suhut Parboru dohot sude rombonganna/naniontangna ndang dohot dope masuk tu bagas. Dung sude simpan parhundul ni Hasuhuton Paranak dohot angka naniontang nasida, parjolo ma Paranak manggora : Hula-Hula, Tulang, Tulang Rorobot, Bona Tulang, Bona ni Ari, Hula-Hula na-Marhaha-maranggi dohot Hula-Hula ni Anak Manjae masuk tu bagas jala jaloon ni Suhut Paranak ma sude Hula-Hulai dohot tortor.
06. Dung simpan masuk jala hundul sude hula-hula ni Paranak, bersiap ma Suhut Paranak laho manjalo haroro ni Rombongan ni Suhut Parboru. Rap masuk ma Suhut Parboru, Hula-Hula, Tulang, Tulang Rorobot, Bona Tulang, Bona ni Ari, Hula-Hula Namarhaha-maranggi, Hula-Hula ni Anak Manjae ni Parboru, ihut ma muse angka sisolhot naniontang ni Parboru masuk tu bagas dung manggora Paranak. Jadi sahali masuk do sude. Sude nabinoan ni Suhut Parboru dohot Rombongani, Dengke Siuk dohot Boras si Pir ni Tondi dipasahat ma tu Paranak alai anggo Dengke sipasahaton ni Suhut Parboru dipasimpan ma jolo diinganan na denggan paima tingki laho pasahathon.
07. Di Jakarta nataulahon di Pesta Adat Pamuli Boru Taruhon Jual gabe songon ulaon Alap Jual do: Adong do namarsibuhabuhai, dungi di Gedung adong Hak ni Parboru manggora Hula-Hulana asa masuk tu Gedung jala Suhut Parboru muse namanjalo sude nabinoan ni Hula-Hulana.
( Di uhal Sian Buku : Adat Batak/Halomoan Tondang)

Thursday, 16 January 2014

PANGANTUSION TU ULAON TARDIDI (BAPTIS) DOHOT PASAHAT ULOS PAROMPA

PANGANTUSION TU ULAON TARDIDI (BAPTIS) DOHOT PASAHAT ULOS PAROMPA

Molo tardidi anak, lumobi ma i buha baju, olo do dibahen sada pesta partangiangan jala diundang angka tutur sahat tu dalihan natolu.
Di son pinatorangon do rumang dohot ruhut ni ulaon i, asa uli nian pardalanna. Molo sahat gonghon dohot jou-jou tu dalihan na tolu, tardok ma ulaon i nunga ulaon na balga. Jadi tudu-tudu ni sipanganon pe di si ingkon lengkap ma dipatupa (lengkap dohot somba-somba). Molo didok sahat tu dalihan natolu, lapatanna dohot do diundang tulang ni amanta i dohot tulang ni inanta i (tulang rorobot). Molo anak buha baju do natardidi i, nunga masa muse ni ida nuaeng, gabe dibahen maralaman manang di gedung pertemuan manang di hotel. Alai molo tung di jabu pe dibahen ulaon i na denggan ma i. Na porlu muse si pingkiran di na patupahon ulaon tardidi anak ima taringot di partingkian. Molo tangkas do binoto pukul piga sae acara pandidion di gareja, boi ma tontuhononhon tu angka tutur pukul pigama nasida ro tu ulaon i. Lapatanna, asa unang ro angka tondong tu jabu manang gedung pertemuan i hape suhut ndang ro dope sian gareja.

Najolo tingki so sahat dope barita nauli (Injil dan kekristenan ) tu tano batak, Ulos Parompa dipasahat tingki martutu aek / mangalap goar (bayi di mandikan oleh datu di pemandian sakral (pansur ni huta) dan oleh datu anak tersebut di beri nama).
Ulaon mangalap goar on do na sai diingot halak hita umbahen sipata sahat rodi tutingkion molo tardidi sada dakdanak sai adong dope namandok mangalap goarna sian bagas ni Tuhanta. Sasintongna nda namangalap goar, ai goarna i natorasna do namangalehon.

Ala naung Kristen hita dang adong be ulaon martutu aek / mangalap goar, jadi tingki tardidi ma dipasahat parboru
(ompung ni dakdanak i) dohot tulang ni dakdanak i ULOS PAROMPA tu pahompuna / berena.
Mardomu tu si binahen di son muse songon pedoman (acuan) di hita.
Taringot tu teknis pelaksanaan dohot ruhut ni angka panghataion di ulaon pasahat ulos mula gabe, hira songon on ma na somal jala naung sering taulahon.
  1. Andorang so dimulai marsipanganon, parjolo ma nian Parboru pasahathon upa-upa horas tu pahompuna, ima na pasahathon ULOS PAROMPA, ala ulaon las ni roha do on naung gabe partohap pahompuna di harajaon ni Tuhan Jesus Kristus. Jala hira dua tempat ma inganan ni dekke. Sada ma i tangkas dibahen di ginjang ni pinggan pasu marisi sada dekke dohot indahanna, jala sada inganan sipasahatonna tu paranak (3-5 dekke).
  2. Pintor pihak paranak jumolo pasahathon tudu-tudu ni sipanganon tu hula-hulana, di siala las ni roha nasida ala nunga gabe ianakonna di harajaon ni Tuhan Jesus Kristus
Dia na parjolo sian versi nadua on asa tong-tong ma i saguru tu dos ni roha. Alai, molo na dumenggan hira parjolo ma nian parboru pasahathon upa-upa marhite pasahathon ULOS PAROMPA.
Asa ummura antusanta binahen majolo songon simulasi (kondisi ideal/ seharusnya) contoh skenario di keluarga nami, misalna anggiku si Lumumba Sitorus/br Marpaung nunga tubu ma anak niba si Dimpos Hadameon Sitorus, dung marpiga-piga minggu di boan natorasna ma si Dimpos tardidi jala pinabotohon tu Hula-hula i Marpaung, Tulang Doloksaribu, Tulang Rorobot Ambarita (Tulang ni inang br Marpaung), alana antar umbalga do ulaon tardidi sian pasahat ulos mula gabe jadi hu ontang hami Punguan Sitorus, Boru dohot bere “DAMENTA” jadi nga termasuk di si Hahadoli Morgan Sitorus/br Sinurat (A. Michael ->Raja Pane), Tumpak Sitorus/br Sitohang (A. Joseph ->Raja Dori), Anggidoli Robert Sitorus/br Siahaan (Amani paima -> Raja Boltok) dohot Boru/Bere nami, dongan sahuta JM Siahaan/brPanjaitan (A. Collyn), ES Silitonga/br Silaban (A. Eva). Hasuhuton na mangadopi Kel. S. Sitorus/br Sitanggang (dang boi ro Abang par Cilegon A. Sitorus/br Napitupulu Ama Tamado ala tugas belajar tu Amerika), Punguan Pomparan Ompu Paralat Sitorus (hami namarhaha maranggi Ompu martinodohon) termasuk ma di si Hahadoli Sahat Sitorus/br Panggabean (Amani. James), Boruni suhut Kel. Manullang/br Sitorus, Kel Siwu/br Sitorus, Kel. Silaban/br Sitorus, Kel. Tampubolon/br Sitorus
Ala ulaon las ni roha do on, dumenggan ma jumolo dipukka dohot partangiangan (ibadah singkat). Tangkas do tahilala basa-baani Tuhanta Jesus Kristus nanung manobus hita jolma suang songoni nang anaknami si Dimpos gabe partohap ibana di harajaon ni TuhantaJesus Kristus.
Dung sidung partangiangan singkat jala pungu hundul sude angka tutur udutan ma tu ulaon namangihut.
Haroan Mangan di Jabu
Dung hira ro sude angka najinou diatur ma parhundul. Hundul ma Amani Dimpos dohot Inang boru Marpaung. Hami hasuhuton rap dohot Pomparan Ompu Paralat Sitorus (namarhaha maranggi Ompu martinodohon) marsiadopan ma dohotdohot Hula-hula i Raja Marpaung songoni nang Tulang Doloksaribu.
Dongan tubu Punguan Sitorus, Boru dohot bere “DAMENTA” hundul ma di siamun ni hasuhuton, molo tung so siat boima di hambirang alai dialap hata ma naung di siamun ni hasuhuto ma i.
Paidua ni Suhut (A. James)
Loloan namarlas ni roha, di hita namarhaha maranggi ra ianggo sian hita dang adong be sipaimaon ate ? Songon i ma nang di hamu Tulangnami Dolok Saribu, Hula-hula I Marpaung, beha Rajanami nga boi mulaanta ? Manang adong dope sipaimaonta ?.
(Molo dialusi horong ni Tulang + Hula-hula nauli mandapotima angka na so sahat dope),
boi ma udutanni paidua ni suhut.
Di ari nauli bulan nadenggan apala di sadari on, anak nami beremu/pahompumu si Dimpos Hadameon Sitorus nasogot nunga manjalo pandidion nabadia marhite naposo ni Tuhanta di Gereja GKI Gading Serpong.
Mauliate ma tutu di Tuhanta siala nunga gabe parjambar ibana di harajon ni Tuhanta Jesus Kristus. Alani las ni rohanami, las ni rohanta hupatupa hami ma uloan on.
Raja nami, ala naeng mulaanta ma ulaon on tarsongon on ma konsep siang hami:
Molo tung adong na naeng sipasahathon mu songon tu pahompu mu/beremu, ba parjoloma di pasahat Raja i Hula-hula nami, laos ima anon songon dalanna nami pasahathon songon tanda ni las ni roha nami tu hamu Hula-hula nami. Boa roha mu Rajanami, tiroi hamu hami.
Note:Ala si Dimpos Hadameon do pusat ni ulaon, biasana parjolo do Hula-hula mangupa ibana, baru pe borhat suhut paranak pasahathon tudu-tudu ni sipanganon.
Parboru (Hula-hula Marpaung) Pasahat Dengke Dohot Ulos Parompa.
Hata ni napasahat dekke:
“Songon i ma di hamu pamoruonnami, lumobi di hela dohot borunami songon i di pahompu si Dimpos Hadameon Sitorus.”
Dison hupasahat hami upa-upa dekke sitio-tio, asa sai tio ma antong panggabean parhorasan di hamu. Dekke simudur-udur ma on antong, asa sai mudur-udur hamu mangalului angka ngolu-ngolu siapari laho pature-ture pahompunami on. Dekke saur jala dekke sahat ma on, sai saur ma antong ibana laho jumunjung goarna i, imbur-imbur magodang sahat saur matua, tumpahon ni Tuhanta Pardenggan Basa i. Botima!
Laos diuduti ma dipasahat Ulos Parompa ni pahompuna.
Ada dua hal yang perlu diperhatikan :
Pertama apakah anak yang lahir tersebut anak sulung atau tidak.
Kedua apakah anak tersebut anak sulung dari seorang anak sulung dari satu keluarga.
1.Bila yang lahir tersebut adalah anak sulung dari seorang ayah yang bukan anak sulung maka yang mampe goar di samping si anak, hanyalah orangtuanya saja (mar amani ).
2. Bila anak tersebut adalah anak sulung dari seorang anak sulung pada satu keluarga maka yang mampe goar disamping si anak,  juga ayah dan kakeknya (marama ni…danompu ni… ). Gelar ompu… bila gelar tersebut mempunyai kata sisipan “si”,  maka gelar yang diperoleh itu diperdapat dari anak sulung perempuan (ompung bao). Bilamana tidak mendapat kata sisipan si…  maka gelar ompu yang diterimanya berasal dari anak sulung laki-laki (Ompung Suhut).
Untuk point pertama, maka pihak hula-hula hanya menyediakan dua buah ulos yaitu ulos parompa untuk si anak dan ulos pargomgom mampe goar untuk ayahnya. Untuk si anak sebagai parompa dapat diberikan ulos mangiring dan untuk ayahnya dapat diberikan ulos suri-suri ganjang atau ulos sitoluntuho.
Untuk point kedua, hula-hula harus menyediakan ulos sebanyak tiga buah, yaitu ulos parompa untuk si anak, ulos pargomgom untuk ayahnya, dan ulos bulang-bulang untuk ompungnya.
Seiring dengan pemberian ulos selalu disampaikan kata-kata dalam bentuk umpasa yang mengandung harapan agar kiranya anak tersebut tumbuh besar, tidak sakit dan memperoleh berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Pihak hula-hula memberikan ulos dari jenis ulos bintang maratur, tetapi bila hanya sekedar memberi ulos parompa boleh saja ulos mangiring.
Hata pasahat ulos parompa tu pahompu :
On pe inang dohot hamu amang hela, sai tangiang ma bahen hamu landasan ni ulaon muna, hipas ma hamu jala di dongani Tuhanta nang dina pature ture pahompunami on. Jala tu ibana pe antong dohonon nami ma:

Dangka ni hariara ma pinangaitaithon
Simbur ma ibana magodang, tongka panahitnahiton
Tubu tambisu di dolok ni Sipoholon;
Sai gabe anak na bisuk ma ibana, anak sipatujoloan
Naung sampulu sada jumadi sampulu dua;
Sai siboan sangap ma ibana jala siboan tua.
Botima da, laos di uloshon ma parompana tu pahompuna i sian jolo.
Udut tusi di pasahat ma ulos mampe goar tu Hela dohot Boru, songonon ma hatana:
Rimbur ni Pakkat tu rimbur ni Hotang,
Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusima hamu dapot pansamotan.

Dekke ni sale-sale, dengke ni Simamora,
Tamba ni nagabe, sai tibu ma hamu mamora.

Sahat-sahat ni solu, sahat ma tu labuan,
Sahat ma hamu leleng mangolu, jala sai di dongani Tuhan.
Botima da, laos di uloshon tu hela dohot boru.
Paidua ni Suhut (A. James)
Mauliate ma Rajanami, Loloan namarlas ni roha,nunga mampe be goarni si Dimpos tu natua-tuana, jadi mulai sadarion panjuon tu Angginiba : Amani Dimpos, suang songoni tu inang boru Marpaung, Nai Dimpos, asa rap tahalashon ma i

Note: Untuk skenario ini tidak ada pasahat
ulos mampe goar tu natoras ni hela (Sitorus Ompung ni si Dimpos) , alana dang anak panggoaran Ama Dimpos (Lumumba Sitorus).
Alai molo tung adong di ulaon keluarga lain haduan tarsongonon ma hata tingki pasahat
ulos mampe goar tu natoras ni hela :
Andor halumpang togutogu ni lombu, mamboan tu onan gambiri;
Sai saur matua mahamu pairing-iring pahompu sahat tu namar nono sahat tu namarnini.
Eme na marbiur, di lambung ni hariara;
Sai torop ma pomparanmu jala maribur, huhut matakkang jala manjuara
Hau simartolu, di tombak ni Panamparan;
Sahat ma hamu leleng mangolu di haliangi angka pomaparan
Botima, laos di uloshon ma tu Ompung ni pahompu i.
Paidua ni Suhut
Mauliate ma Rajanami, Loloan namarlas ni roha,nunga mampe be goarni si Dimpos tu Ompungna, jadi mulai sadarion panjuon tu Amanguda dohot Inangauda gabe Ompu…….(goarni na mampe goar i), asa rap tahalashon ma i.
Molo tung adong dope sian horong ni Tulang nalaho pasahathon dekke laos mangihut ma i. Jala laos disi ma Tulang langsung pasahat ulos holong (parompa).
Suhut (kelarga Sitorus) pasahat tudu-tudu ni sipanganon
Dung sidung na pasahat dengke dohot ulos, borhat ma paranak (suhut) pasahat tudu-tudu ni sipanganon na marsaudara tu hula-hula Marpaung. Biasana jolo gorahonon do tu nasida manang naung rade nasida. Somalna ala ro do Tulang Doloksaribu jumolo suhut mangalaphata tu nasida jala didokma :
Di hamu Tulang nami Doloksaribu, santabi Tulang molo tung tu Hula-hula Marpaung pe apala di ombason hasahatan ni tudu-tudu ni sipanganan namarsaudara na hupatupa hai on, pos rohamu Tulang sogot haduan sai adong do tikki nauli tu hamu pasahaton nami tudu-tudu ni sipanganon, ate Tulang ? (Biasa di alusi ole bere pasahat hamuma tu anggi parhundul nami).
Hata di napasahathon tudu-tudu ni si panganon songon on ma:
“Di hamu hula-hulanami, di son hupasahat hami tu hamu tudu-tudu ni sipanganon di pesta ni pahompu mu si Dimpos Hadameon Sitorus siala naung manjolo pandidion nabadia ibana marhite naposo ni Debata. Ia tudu-tudu sipanganon on songon dalan pasangaphon hamu Rajanami. Molo tung songon on pe na boi hupasahat hami las ma rohamu. Botima!”
Marsipanganon
Tangiang marsipanganon sian hasuhuton (parsinabung)
Dai sira ni sipanganon :

Sitiktik marsigompa, golang-golang pangarahutna
Otik so sadia pe napinatupa ni hasuhuton, sai godangma pinasuna

Marjomuk ma hita.
Biasana tingki marsipanganon boi ma seatan ni boru (Manullang /Tampubolon) ate-ate, jantung, usus dohot aliang-aling.
Marbagi Parjambaron
Dung sidung marsipanganon sungkunon ni hula-hula Marpaung do boa do partording ni tudu-tudu sipanganon naung di pasahat tu nasida.
Taringot tu parjambaron, sai jumolo do suhut (parsinabung ni paranak) i parsangaphon hula-hulana didok, “Ba nunga hupasahat hami tu hamu Rajanami, hamu ma namangaturhon.
Namangulahon ma hami”. Molo songon i, pintor olo do sipata didok hula-hula manang tulang i songon on: “Sidapot solup ma hami. Diboto hami , diantusi hamu ruhut-ruhut ni parjambaron.”
Note : Nauli jala nadenggan ma saluhutna i. Dipature ma jambar i jala dipasahat tu angka tutur: jambar ni hula-hula, tulang, pariban, songon i tu boru, dongan sahuta nang jambar ni dongan tubu.
Parjambaron ulaon dijabu di Sitorus se Jabotabed sesuai Garis Besar Ruhut Paradaton (buku PARSIBONA,2004 hal 368 +373) sbb:
1.Namarngingi parsiamun:Hula-hula
2.Namarngingi parhambirang:Tulang
3.Osang parsiamun:Pariban (boruni hula-hula)
4.Osang parhambirang:Sude boru
5.Somba-somba:Angka Tulang dohot Hula-Hula
6.Soit:Sihal-sihal (termasuk dongan sahuta)
7.Ihur-ihur:Hasuhoton(suhut dohot dongan tubu)
Boi do molo tu hula-hula pintor di pasahat namarngingi sambariba, osang sambariba, satonga somba-somba, dos ni roha do i.
Note: Jotjot tni parrohahon didok Hula-hula “ nga pature hamu ma di dapur “, suang songoni suhut pintor di suru boruna paturehon di dapur. (sipata bingungung ma boru songon dia bahenononna parbagianna). Aturanna ingkon tangkas do bagion i di jolo ni hula-hula, paling tidak patangkashononton tu Hula-hula parjambaron na berlaku.
Jadi dohonon ni parsinabung ma, mauliate ma di Raja i, alai rajanami ia parjambaron na somal hupadalan hami di Sitorus sononon do.. (di dok ma songon naung ni surat di ginjang).
Dung sidung marbagi parjambaron udutan ma muse dohot marhata sigabe gabe
Biasana hira dos panghataion manang marhata sigabe-gabe di ulaon tardidi dohot angka ulaon naasing na di jabu (misal Pasahat Ulos Mula Gabe, Tardidid, Malua sian pangkangkungi/Sidi)
Sesuai skenario ala adong do dongan tubu (
Punguan Sitorus, Boru dohot bere “DAMENTA” ) dohot dongan sahuta, suang songoni hami hasuhuton torop so piga Pomparan Ompu Paralat Sitorus, jadi songonon ma partordingna :
Jolo mardos roha ma jolo Hahadoli Raja Pane dohot Anggidoli Raja Boltok dohot dongan sahuta ise na gabe panise. Somalna molo di ulaon sisongon on dongan tubu do panise jala molo di Sitorus ala Dori do hasuhuton, jadi Raja Pane ma nagabe Panise. Dung i mardos roha ma sian horong Raja Pane ise nagabe Panise, isarana sian dos ni roha nasida Hahadoli A. Michael Sitorus (Morgan Sitorus) ma na gabe panise.
Suang songon i hasuhuton pe nunga marsiaturan ise na mangalusi sungkun-sungkun ni dongan tubu, isarana nunga dos roha nami Hahadoli A. James Sitorus (Sahat Sitorus) paidua ni suhut ma na gabe pangalusi.
Dongan Tubu Panise (Pane= Ama Michael / Morgan Sitorus)
Dihamu hasuhutonnami anggidoli, mangkatai ma hita suhut nami.
Paidua ni Suhut (A. James)
Nauli, ima tutu hahadoli.
Dongan Tubu Panise (Pane = Ama Michael / Morgan Sitorus)
Asa serser inna mula ni tortor, sise inna mula ni hata.
Gonghon inna sipaimaon, jou-jou siadopan,
Di gonghon dohot jou-jou tu hami dongan tubu mu, nunga marnatampak hami.
Bangkona doi anggidoli ,molo so binoto ba siseon ma antong, jadi namanise ma hami nuaeng :
Asa jolo ni nang-nang inna asa ni nung-nung
Jolo ni pangan inna asa sinungkun
Nunga butong hami mangan indahan na las,
sagat marlompan juhut jala minum aek sitio-tio
suang songoni dohot tuak tangkasan na tinahuanmu
Dia ma unokna, dia ma laklakna
Dia ma nidokna, dia ma hatana
Tangkas ma dipaboa hasuhuton.
Paidua ni Suhut (A. James)
Ima tutu hahadoli, taringot sintuhu ni indahas na las dohot juhut na sosadia i suang songoni aek sitio-tio,
Panggabean Parhorasan do Hahadoli.
Dongan Tubu Panise (Pane = Ama Michael / Morgan Sitorus )
Mauliate ma tutu di Amanta Debata Pardenggan Basa i,
ianggo Panggabean Parhorasan do hape, asa donohonon nami ma :
Bagot namarhalto ma inna na niagatan di robean
Horas ma hami namanghon tu tambana ma di hamu namangalean
Alai anggidoli sai marangkup do nauli mardongan inna nadenggan
Siangkupnasongon nahundul, sidonganna songon na mardalan
Tangkas ma di paboa anggidoli.
Paidua ni Suhut (A. James)
Ima tutu hahadoli, taringot di sungkun-sungkun ni hahadoli tangkas ma antong paboan
siangkup ni nauli siangkupni nadenggan.
Ia partording ni ulaonta di sadari on ima naung manjalo pandidion na badia do anak nami
Dimpos Hadameon Sitorus sian bagas joro ni Tuhanta marhita naposona. Mansai las situtu antong rohanami ala gabe partohap ibana di harajaon ni Tuhanta Jesus Kristus.
Disiala las ni rohanami, hupatupa hami ma angtong songon pesta ni si Dimpos jala on ma dalan nami mangido pasu-pasu tu Amanta Debata marhite tangiang dohot pasu-pasu ni sude hamu namanghaholongi hami. Ima tangkasna Hahadoli, jadi namangido tangiang ma hami tusude hamu namanghaholongi hami, Hahadoli dohot Anggidoli, Dongan Sahutatarlumobi ma sian Tulangnami Doloksaribu dohot Hula-hula nami Raja i Marpaung.
Dongan Tubu Panise (Pane = Ama Michael / Morgan Sitorus)
Ba ido hape partording ni ulaonta sadari on.
Maliate ma tutu ta pasahat tu Amanta Pardenggan Basa i, hami pe siang Hahadolimuna tung mansai las do antong roha nami umbegesa i.
Ai nunga gabe partohap hape di harajaon ni Tuhan Jesus Kristus anakta si Dimpos Hadameon Sitorus.
(Di dompakhon ma bohi na tu dongan tubu na asing dohot dongan sahuta).
Di hita na marhaha maranggi, borunami, suang songoni nang dongan sahuta nami , tarlumobi ma di hamu Tulang nami Doloksaribu dohot Hula-hula nami Manpaung, nunga tangkas rap umbegesa hita partording ni ulaonta di sadarion on, jala na tongtong dope nasida mangido tangiang sian hita naung ro mangadopi ulaon on, asa marsiaturan mahita ra indok rohangku songonon ma partordingna :
1.Mandok hata ma Hita namardongan tubu (marsiaturan ma nasida)
2.Mandok hata ma Borunami, dohot Bere/Ibebere
3. Mandok hata ma dongan sahundulan nami Raja ni Dongan Sahuta
4.Dung sidung dongan sahuta, pasahathon nami ma partingkian tu Tulangnami Raja Doloksaribu, jala hamu ma Tulang namangaturhon uduranmu.
5.Dung sidung Tulang nami Doloksaribu pasahathon nami ma partingkian tu Hulahulanami Raja i Raja Marpaung, asa hamu ma namangaturhon dohot uduranmu, jala hamu ma Raja nami na laos pa ampuhon tu hasuhuton.
6.Mangampu hasuhuton
Boa di hita namardongan tubu suang songoni nang dongan sahuta tarlumobi Tulang Dolok Saribu dohot Raja i Hula-hula Marpaung tuturi hamu hami, nunga singkop jala denggan i didok rohamu ? (Biasana dialusi nunga na denggan i).
Urutan No 1 s/d 3 mandok hata, dungi dipasahat Panise ma partingkian tu No 4 +5.
Note:
Dang jadi pangampu Dongan Sahuta, ai Raja do nasida jala na niontang do nasida. Namarlapatan digonghon pe nasida asa dohot do martangiang tu Amanta Debata asa di pasu-pasu hami hasuhuton.
Dung ris horong ni hula-hula mandok hata somalna di paampuhonma tu hasuhuton, dohononna ma:
Nunga liat hami pasahat hata nauli hata nadenggan, asa ampu hamu martonga ni jabu.
Pintor alusan ni Paidua ni Suhut (Ama James)
Mauliate ma tutu Raja nami,
Aek marjullak-jullak sian tonga-tonga ni batu
Jullak-jullak na i bahenon tu tabu-tabu laho boanon tu jabu
Hata-nauli hata pasu-pasu marhite tangiangmu namanghaholongi hami Tarlumobi ma i sian Tulang dohot Hula-hula nami
ampuon nami ma antong martonga ni jabu, botima.
Songon i ma nang di hita, ala tingkina nama hita mangampu hata nauli hata nadenggan naung dipasahat tu hita, asa mangarade ma hita.
Pasahat Pasituak Natonggi
Di angginiba Ama. Dimpos dohot inang boru Marpaung andorang so mangampu hita asa borhat ma hamu Pasahat Pasi Tuak Natonggi ni Hula-hulanta dohot Tulangta.
“Gomos jalang hula-hulanta”.
Note : Somalna hira sude do horong ni hula-hula dapotan, alai martingkat (gumodang ma tu na sumolhot) dibahen suhut hepeng pasituak natonggi i. I ma songon ganti ni dekke dohot ulos nabinahen nasida.

Hasuhoton Mangampu
Dung sidung pasahat pasituak natonggi udutan ma pangampuion
Note: Molo taida philosofi ni na mangampu, intina na laho mangoloi, mangunduk huhut manjalo sude angka hata pasu-pasu dohot angka hata na uli, jala mandok mauliate tu sude tutur naro suang songoni angka nadenggan naung pinasahat nasida. Jadi taingot ma dison manurut hatorangan na di ginjang i, sitongka ni na unang do hape mamasu masu iba tingki mangampu, jala tongka pasingothon jala podaan parbagas (suhut tangkas) diloloan natorop. Molo naeng adong sidohonon (si pasingot) annon ma nung mulak tutur manang haduan ni titi ari.
Urutan Pangampuionparjolo ma boru. Jong-jong ma sude boru suhut (marsiaturan ma nasida)
  1. paidua ni suhut (namarhaha maranggi pomparan Ompu Paralat)
  2. Suhut sihabolonan (Sampe Sitorus) alai parjoloma inanta soripada boru Sitanggang
Contoh : hata mangampu sian Ahu (Ama. Managam)
Tama do antong hita mandok mauliate tu Amanta pardenggan basa i na tong-tong mangiring-iring hita saluhutnasian na mamuhai hita boi tiur jala denggan mardalan ulaonta on sahat tu na naeng pasimpulonta. Suang songoni nang di sude pasu-pasu naung pinasahatna tu hita ganup marsada-sada, tarlumobi ma i di angginiba A. Dimpos dohot inang boru Marpaung.
Di angginiba A. Dimpos, nunga godang hata nauli hata pasu-pasu naung pinasahat ni angka namanghaholongi hita, pahusor-husor ma i dibagasan roham, baen ma i poang gabe sulu-sulu di parngoluonmu.
Dihamu Haha Anggi, Borunami suang songoni nang Raja ni Dongan Sahuta, mauliate ma hupasahat hami di harentaon ni roha mu mangadopi gonghon dohot jou-jou nami, suang songoni di pambaenan mu nadennggan, sai Tuhanta ma nambalos sude na i, asa songon nidok ni umpasa ma dohonon:
Tampulan Sibaganding di Dolok ni Pangringan
Horas ma hita namarhaha marsipairing-iringan.
Tu hamu Tulang nami dohot Raja i Hula-hula nami,
Mauliate di sude nauli nadenggan naung pinasahat mu tu hami ianakkonmu.
Tangkas do hu pangkilalahon hami burjumu marboru
Dipasahat hamu dengke simudur-udur, Dengke Sitio-tio, Dengke sahat
Dipasahat hamu ulos si ganjang rambu, Ulos Parompa ni pahompu muna.
Anggiat ma antong asi roha ni Tuhantasahat ma tu hami pamoruonmu tarlumobi ma i pahompu mu si
Dimpos Hadameon Sitorus, Helamu dohot Borumu songon pasu-pasu naung pinasahatmu marhite tangiang dohot elek-elek tuTuhanta Jesus Kristus.
Molong tung mardomu sirang pe hita pe annon sian bagas on, tangiang nami di hamu Tulang dohot Hula-hulanami sai di dongani Tuhanta ma hamu sahat tu bagasmu ganup marsada-sada.
Tarsingot tu Hata nauli hata nadenggan naung pinasahat mu
Abing ma i antong di abingan nami, Tuat dia abara nami,
Jala hot ma i antong disimanjujung nami, Asa songon ni dok ni umpasa ma antong dohonon nami:
Turtu inna anduhur, pio-pio inna lote
Hata nauli hata nadenggan naung pinasahat mu sai unang ma muba sai unang ma mose

Jadi anggia dohot hamu inang sahat ma tu hamu pangampuion
Inang boru Marpaung
(sampaikan terima kasih kepada semua yg hadir terlebih tu Bapa/Ibu)
Anggi (Ama ni Dimpos)
sampaikan terima kasih kepada semua yg hadir terlebih tu Simatua dan akhiri dengan umpasa :
Naung sampulupitu ma juma ni sampulu ualu,
hata pasu-pasu, hata nauli nadenggan napinasahatmu na i
hu ampu hami ma i antong martonga ni jabu. Mauliate Horas
Ulaon ditutup tangiang oleh Hula-hula (alai jolo marende).
Hatorangan taringot tu umpasa pangampuion:
Aek marjullak-jullak sian tonga-tonga ni batu
Jullak-jullak na i tahuan tu tabu-tabu laho boanon tu jabu
Hata-nauli hata pasu-pasu marhite tangiangmu namanghaholongi hami
Tarlumobi ma i sian Hula-hula ampuon nami ma antong martonga ni jabu.
Hatorangan : Aek na marjullak sian batu aek na tio do i (mual mata) na boi patorsok uas lumobi di hos ni ari. Nang pe so nilompa mual mata i alai mansai sehat do i, godang mangandung mineral dungi muse manigor sumbu do tu tolonan jala pintor sombu uas. Alani na boi do antong angka hata na uli dohot pasupasu naung dipinasahat tu Suhut i pasombu uas ni nasida secara mental dohot rohani, gabe didok ma, pasu-pasu i.
Turtu inna anduhur, Tio ma inna lote
Hata nauli hata nadenggan naung pinasahat mu
sai unang ma muba sai unang ma mose .
Hatorangan : Tangkas do taboto molo anduhur mangunduhi do i sai hira na mangoloi. Songon i muse lote unduk do on manuruk tu tano, boi ma lambanghonon songon toru ni roha. Ndang rupani songon pidong sigurguak (suman do nian rupana tu anduhur) alai sai andorana na bontar i do dipadirgak-dirgak. Jadi mansai tingkos do antong anduhur dohot lote na adong di humaliang ni angka Ompunta najolo dibahen gabe sampiran manang “tabas” asa sahat tu inti ni pandohanna ima “poda” songon na pinatorang di pudi i. Jadi ndang asal dibahen angka Ompunta najolo angka umpasa i, sude do i marlapatan jala timbo do philosofina. Ingkon adong do hubungan ni tabas dohot poda asa tingkos jala memenuhi syarat gabe umpasa, tangiang manang pasu-pasu.
Hatorangan tu Pasahat Piso-Piso dohot Pasituak Natonggi
Di sada ulaon molo godang na mangulosi, misalna Hula-hula tangkas dohot muse nasida angka namarhaha-maranggi, songon ulakni ulos nasida, tu Hula-hula tangkas di goari ma i “Piso-Piso”(ung hapal do isi ni amplop on), tu hula-hula na humolang di goari ma i“Pasituak Natonggi”. Sabotulna ndang si lehonon ni boru “garar” ni ulos naung pinasahat nasida ai kewajiban ni nasida do pasahat ulos. Philosofi pasituak natonggi : Ala antar dao (adong do jarak dang sahuta) hutani paranak tu parboru, jadi di pardalanan mulak atik jolo minum tuak nasida annon di lapo. (misalna sambil paimahon motor/angkot).
SEKILAS PENGERTIAN TARDIDI (PANDIDION NA BADIA)
Dengan demikian kita telah di kuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemulian Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Roma 4 :6)
Biasana di ulaon tardidi, tikki marhata sigabe-gabe (mandok hata) sering kita dengar beberapa orang mengatakan mangalap goar na sian bagas joro ni Tuhanta.
Apa sebenarnya pengertian mangalap goar tersebut?

Jaman pra Kristen, sesudah beberapa minggu keluarga yang tubuan anak / sorang boru akan menentukan hari (maniti ari) untuk membawa anak yang baru lahir itu pertama kali ke mata air keramat atau homban (biasanya setiap kampung memiliki mata air keramat di tengah sawah) dipimpin oleh seorang dukun (datu). Inilah yang dinamakan upacara manutu aek.
Melalui ritus ini keluarga menyampaikan persembahan kepada dewa-dewa terutama Dewi Air Boru Saniang Naga yang merupakan representasi kuasa Mulajadi na Bolon dan roh-roh leluhur untuk menyucikan si bayi dan menjauhkannya dari kuasa-kuasa jahat. Juga sekaligus meminta agar semakin banyak bayi yang dilahirkan (gabe). Acara ini dilanjutkan dengan memberikan nama atau mambahen goar kepada si bayi, yang juga dengan meminta rekomendasi dukun (datu). Bila dukun mengatakan nama itu tidak berakibat baik kepada si anak, maka orangtuanya pun akan mengganti nama itu.

Bagi kita komunitas Kristen-Batak jelas acara manutu aek dan upacara mamampe goar (memberi nama) yang melibatkan dukun (datu) bertentangan dengan iman kristiani kita sebab itu harus ditinggalkan. Kita percaya hanya darah Kristus sajalah yang dapat membersihkan dan menyucikan kita dari dosa dan kejahatan, dan melindungi kita dari segala bahaya. Upacara manutu aek dan mangalap goar biasanya dilanjutkan dengan membawa si bayi ke pekan (maronan, mebang). Kita tahu pada jaman dahulu pekan atau pasar (onan) terjadi satu kali seminggu. Onan adalah simbol pusat kehidupan dan keramaian, sekaligus simbol kedamaian. Ke sanalah orangtua si bayi membawa anak yang baru lahir itu. Orangtua si bayi sengaja membeli lepat (lapet) atau pisang di pasar dan membagi-bagikan kepada orang yang dikenalnya sebagai tanda syukur dan sukacitanya. Sebaliknya kerabat yang menjumpainya juga membekali si bayi dengan oleh-oleh kecil. Bagi kita komunitas Batak-Kristen moderen yang paling penting adalah menangkap makna atau nilai yang terkandung di dalam tradisi maronan atau mebang ini yaitu: memperkenalkan dan membawa anak masuk kepada realitas atau dunia sekitarnya.
Mengutup isi Pengakuan Iman (Konfessi HKBP) tentang baptisan kudus:
Kita percaya dan menyaksikan : Baptisan kudus adalah perantaraan anugerah Allah kepada manusia, sebab melalui baptisan orang percaya menerima keampunan dosa, kelahiran kembali, kelepasan dari maut dan kuasa iblis, serta hidup yang kekal. Dengan ajaran ini kita menyaksikan: anak kecil pun harus dibaptiskan karena dengan pembabtisan itu mereka juga masuk ke dalam persekutuan orang-orang yang ditebus oleh Yesus. Ini juga berhubungan dengan pembekatan anak-anak oleh Tuhan Yesus.
(Kis 2:41, 10:48, 16:33,
Roma 6:4, I Kor 10:4, Titus 3:5, Ibrani 11:29, I Pet 3:21).
Dengan penjelasan di atas jelaslah bagi kita bahwa Pandidion na Badia (baptisan kudus) berbeda sama sekali dengan tradisi manutu aek dan mamampe goar.
Baptisan adalah sakramen yang menjadikan seorang anak masuk ke dalam Kerajaan Allah, pewaris segala berkat, dan keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Pemberian nama adalah hak dan urusan orangtua si bayi. Sebab itu baptisan bukanlah “mengambil nama” (mangalap goar) dari gereja. Gereja membaptiskan si bayi untuk masuk Kerajaan Allah bukan memberikan nama si bayi. Nama bisa saja berganti. Namun baptisan tetap sekali untuk selamanya.
Dalam Roma 6:4 melalui pandidion na badia atau baptisan kita dijadikan satu atau sepokok (sanghambona) dengan Kristus yang mati (bagi dosa) dan Kristus yang bangkit (hidup bagi Allah). Sebab itu dasar baptisan adalah mempersatukan orang percaya dengan kematian dan kehidupan Kristus. Sebab itu sama seperti kematian Kristus, baptisan itu pun bagi kita hanya terjadi sekali untuk selama-lamanya. Baptisan itu adalah peristiwa yang sungguh besar dan mulia bagi orang beriman.
Sebagai orang-orang Kristen-Batak kenapa biasanya setelah Baptisan Kudus (Pandidion na Badia) dilanjutkan dengan adat Batak (memberikan ulos parompa, dll)?
Melalui baptisan seorang pindah dari kematian kepada kehidupan, dari perhambaan dosa kepada Kerajaan Allah. Kegiatan-kegiatan adat komunitas Kristen-Batak yang dilakukan di rumah persis sesudah acara Baptisan Kudus merupakan ucapan syukur atas anugrah Tuhan tersebut dan menyampaikan kasih kepada anak serta penghormatan kepada orangtua si anak tersebut.
Terutama bila yang tardidi tsb adalah anak pertama (buha baju), maka biasanya ompung bao memberikan ulos paromapa kepada cucunya. Pada jaman dahulu ulos kecil ini memang benar-benar fungsional atau digunakan untuk menggendong (mangompa) si bayi sehari-hari. Namun sekarang dalam prakteknya ulos parompa tinggal merupakan simbol kasih ompung bao sebab komunitas Batak moderen sudah menggunakan tempat tidur bayi, kain panjang batik, gendongan dan ayunan untuk menggendong bayi.
Ada kebiasaan komunitas Batak sekarang terutama di kota-kota untuk mengobral ulos parompa. Bukan hanya ompung bao, tetapi seolah-olah semua hula-hula harus memberikan ulos parompa kepada bayi yang baru lahir. Obral ulos ini hanya mengurangi makna ulos parompa.
Acara Ulaon Adat setelah Baptis harus di maknai sebagai Pengucapan Syukur kepada Allah Tri Tunggal.
Pinadomuni (dirangkum oleh) : Sampe Sitorus, SE(A. Hitado Managam Sitorus)
Medang Lestari B3/K11 08129052462
Referensi & Daftar Pustaka
1.Jambar Hata, T.M Sihombing, CV Tulus Jaya
2.Dalihan Natolu Nilai Budaya Suku Batak, Drs. DJ Gultom Rajamarpodang, CV Armada –Medan
3.Garis Besar Ruhur-Ruhut Paradaton Sitorus, Buku Parsadaan Raja Sitorus Dohot Boruna        
   (PARSIBONA) JABOTABED
4.St.D.P.Hutagalung/Br. Simarangkir (O. ni Salomo) http://www.rajaparhata.com
5.Seri Diskusi Injil & Adat, Pdt Daniel Taruli Asi Harahap; http://rumametmet.com
6.Situs Partungkoan http://tanobatak.wordpress.com
7.Ulaon Las Ni Roha : Ulos Mula Gabe, http://sihombing.lumbantoruan.net
8.Literatur lain dohot panuturion ni natua-tua